Peristiwa

12 Orang Positif Covid-19, Situasi Kota Maumere Sepi, Disiplin Kunci Selamat dari Corona

Suara Flores
Situasi Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (15/5/2020) malam

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Dua hari terakhir ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sikka mengupdate data Covid-19 setelah adanya pemeriksaan di laboratorium biologi monekuler R.S W.Z Johanes Kupang. Tanggal 14 Mei 2020, tim menyampaikan ada 8 orang positif covid-19, sedangkan tanggal 15 Mei 2020 disampaikan ada penambahan 4 orang. Total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sikka mencapai 12 orang.

Pantauan Suara Flores, sejak 14 Mei 2020, situasi Kota Maumere, Kabupaten Sikka tampak sepi, terlebih sejak sore hari. Kondisi ini hampir terlihat di semua titik di pusat Kota Maumere. Lalu lintas kendaraan tak lagi ramai seperti biasanya. Sunyi dan sangat sepi.

Beberapa hari sebelum itu, bahkan hingga saat ini, para petugas gabungan, baik TNI, Polri, BPBD dan Pol PP terus melakukan patroli, mengajak warga untuk disiplin dan patuh pada himbauan pemerintah. Petugas meningatkan warga agar selalu mengenakan masker bila keluar rumah.

Para Ketua RT dan Ketua RW pun menghimbau di kompleks-kompleks perumahan agar warga mematuhi anjuran pemerintah, tidak berkeliaran di luar rumah jika tidak penting. Lorong-lorong makin diperketat. Semua ini dilakukan hanya satu tujuan, yakni mencegah wabah corona meluas di Kabupaten Sikka.

Baca juga: Tambah 4 Orang, Total Pasien Positif Covid-19 di NTT 47 Orang

Baca juga: Lawan Covid-19, Pemkab Ende Diminta Bersikap Tegas

Beberapa warga terpaksa harus disanksi push up oleh petugas karena tidak mengenakan masker saat berada di luar rumah atau di jalan-jalan umum dan tempat-tempat ramai.

Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sikka, Jumat (15/5/2020) mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Sikka berada dalam zona merah. Artinya semua wilayah, mulai dari kota sampai ke desa adalah zona merah. Tidak ada istilah, hanya daerah-daerah tertentu, desa tertentu atau kelurahan kelurahan tertentu yang ada pasien positif.

“Karena secara NTT, kita berada dalam wilayah zona merah. Semua kita harus waspada dan mengikuti himbauan pemerintah. Bukan hanya sanksi push up saja, ada sanksi lain yang diambil tim percepatan penanganan covid-19 di Kabupaten Sikka bila masih ada yang tidak patuh,” ujar Pet, Jumat (15/5/2020) sore.

Dia memastikan bahwa sampai tanggal 15/5/2020 pukul 16:00 Wita, Tim Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sikka menerima hasil pemeriksaan dari laboratorium Kupang, Sikka 12 orang positif covid-19 dari eks penumpang KM Lambelu. Tim sudah melakukan croscek atau penyisiran, sekitar 100 orang berhubungan erat dengan pasien-pasien positif tersebut.  

“Sekitar 100 orang dari 12 kepala keluarga (KK) sudah dilacak. Mereka nanti dijemput oleh petugas. Kita berharap agar warga displin. Karena disiplin kunci bagi kita agar selamat dari Virus Corona. Mari saling menjaga untuk kebersamaan kita semua. Waspada selalu,” tandas Pet Herlemus saat menggelar konfrensi pers di Posko Media Dinas Kesehatan Sikka, Jalan El Tari Maumere, Jumat (15/5/2020). (sfn02).  

To Top