Peristiwa

20 Mei 2019, Spirit Menuju Indonesia Kerja Jilid 2

Para Penjual Ikan di Sagu Pulau Adonara yang terpaksa berjualan di dalam kebun kelapa karena belum punya pasar. Berharap pemerintah bisa membangun sebuah pasar Ikan yang representatif. (RBT/SFN)

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Momentum 20 Mei 2019 sebagai Hari Kebangkitan Nasional kali ini, punya catatan penting bagi jejak sejarah Bangsa Indonesia. Pasalnya, tanggal keramat ini terhitung persis H-2 bertepatan dengan pengumuman dan penetapan secara resmi hasil Pilpres dan Pileg 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, yang jatuh pada tanggal 22 Mei 2019.

Oleh karena itu, ada harapan besar agar spirit kebangkitan nasional menggema luas di hati seluruh anak bangsa dalam menerima hasil Pilpres dan Pileg 2019 dengan penuh sukacita dan syukur sambil bergembira. Bahwa ada yang menang dan ada yang kalah, itulah frasa demokrasi. Demikian pikiran yang disampaikan politisi muda Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) Flores Timur, Antonius Dopi Liwu,SH saat bertemu Suara Flores.Net, di Ile Bura, Sabtu, 18 Mei 2019, pagi.

Menurutnya, ibarat air yang menyejukan, maka tanggal 20 Mei 2019 kali ini mesti menjadi saat yang menyejukan hati dan pikiran bagi seluruh pihak menuju puncak agenda politik nasional yakni pengumuman pemenang dan penetapan secara resmi hasil Pilpres dan Pileg 2019 oleh KPU RI. Dimana besar harapannya punya berkat dan efek positif bagi perjalanan Indonesia ke depan.

“Iyah, tentunya semangat juang bagi kesejahteraan rakyat, membangun pemerintahan yang bersih, anti korupsi dan kuat secara ekonomi terus digelorakan.Terutama bagi aparatur pemerintah, Pejabat Politik, Menteri yang diangkat, Gubernur yang dipilih, Bupati, Walikota hingga wakil rakyat/anggota DPR RI/DPRD Propinsi dan Kabupaten/Kota hendaknya betul-betul menjadi abdi bangsa dan rakyat yang baik juga tidak lagi bermental koruptor. Demikian pula, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga tenaga kontrak yang diangkat, hingga aparat penegak hukum, kontraktor maupun pihak swasta lainnya juga mesti menjalankan tugas profesionalnya secara bertanggung jawab dan Pancasilais,”pungkasnya.

Dikatakannya, meskipun hasil Pilpres 2019 memenangkan Paslon 01 Jokowi-Ma’aruf, tetapi spirit kebangkitan nasional seluruh elemen bangsa belum tumbuh kuat, maka agenda Indonesia Kerja Jilid 2 yang dicanangkan Jokowi-Ma’aruf juga sulit memberikan harapan baru dan kemajuan bagi bangsa Indonesia teristimewa, rakyat di Kawasan Timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Flores Timur, yang hari ini saja masih menyisahkan segudang problem pembangunan seperti proyek-proyek bermasalah. Antara lainnya, Talud Abrasi Pantai Bubu Atagamu Solor Selatan yang fisiknya tidak selesai hingga kini. Kemudian, proyek air bersih Ile Boleng senilai Rp13 M yang bisa dipastikan gagal, padahal sudah selesai lelang dan kontraktor sudah belanja beberapa item pekerjaan juga masih ada sejumlah proyek yang terindikasi kasus korupsi.

“Bagi saya, spirit reformasi total birokrasi, yang disambung dengan revolusi mental birokrasi juga mesti harus digerakan dengan serius dan disiplin tinggi. Tidak sekedar merubah cara berpakaian seragam masuk kantor dan apel setiap hari Senin awal bulan dan pada Hari Kamis wajib berbusana Adat Lamaholot, tetapi yang lebih penting lagi ada perubahan mental kerja birokrasinya. Yang bermental konsumtif dan koruptif harus menjadi mental produktif dan inovatif,”tambahnya lagi.

Sementara itu, salah satu pemerhati masalah sosial politik di Flotim, yakni Thomas Todo Tokan, S.Fil yang ditemui media ini belum lama ini mengingatkan agar apapun hasil Pilpres dan Pileg 2019, tetapi upaya mencerdaskan anak bangsa, termasuk perhatian pada pembangunan sumber daya manusia anak-anak Indonesia harus menjadi agenda prioritas nasional.

“Apalah artinya punya jalan tol, bandara, pelabuhan dan kemajuan fisik infrastrukturai lainnya, sedangkan nasib anak-anak Indonesia masih banyak yang tidak diperhatikan negara. Anggaran yang disiapkan Negara dan Daerah juga masih terlalu minim. Lebih buruknya, dana untuk proyek bermilyaran rupiah yang mangkrak karena dikorusi dan hanya memperkaya kontraktor dan oknum pejabat tertentu bisa dilakukan, tetapi menyediakan dana untuk nasib anak-anak Indonesia kok masih sangat sulit,”tohoknya keras.

Ia berharap, Agenda Indonesia Kerja Jilid 2 Jokowi-Ma’aruf mulai serius membiayai program dan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan peningkatan kualitas anak-anak Indonesia. Baik bidang pendidikan, kesehatan maupun bidang lainnya. (RBT/SFN)

To Top