Politika

Viktory-Joss Siapkan Birokrat Bersih, Bebaskan Rakyat NTT dari Korupsi

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Josep Nae Soi (Viktoty-Joss). (Foto: Kriminal.com)

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Penyakit paling besar yang tengah melanda rakyat NTT saat ini adalah korupsi. Korupsi telah mendarah daging merasuki otak dan seluruh sendi-sendi tubuh oknum pejabat. Selama lima tahun terakhir, begitu banyak pejabat NTT terjerat korupsi lalu ditangkap diadili dan dijebloskan ke dalam terali besi.

Fakta hukum membuktikan bahwa mulai dari oknum kepala desa, anggota DPRD di kabupaten, kepala dinas, bupati hingga anggota DPR-RI terjerat korupsi dan diseret masuk penjara. Paling memalukan lagi, ada dua bupati dan beberapa anggota DPR-RI dari NTT kini mendekam dalam penjara. Padahal, di waktu kampanye dulu mereka getol tidak akan korupsi.

Dari pantauan dan rekaman media ini di tengah masyarakat NTT, isu korupsi menjadi santapan segar dalam setiap obrolan, apalagi menjelang pilkada. Dari kalangan paling bawah, menengah hingga kalangan papan atas, marak membahas isu korupsi yang berkaitan dengan nasib mereka dan siapa calon pemimpin yang akan mereka pilih. Begitu banyak warga dari desa hingga kota-kota berbicara soal korupsi. Ada yang marah, kecewa dan mencaci maki oknum pejabat korup dengan sebutan rakus, tamak dan gila harta serta haus darah rakyat. Meski warga kerap marah, namun ada fakta lain yang aneh di tengah masyarakat, dimana ketika musim pilkada tiba, malah warga dengan suka cita kembali mendukung dan atau memilih calon-calon yang diduga tersandung dengan isu korupsi lantaran fanatisme suku, satu agama dan satu partai atau satu kampung atau karena ada imbalan tertentu.

Melihat fakta ini, Paket Viktor Laiskodat-Josep Nae Soi (Viktory-Joss), calon gubernur dan wakil gubenur yang diusung Partai Golkar, NasDem, Hanura dan PPP, merasa sedih dan perihatin.  Mereka pun memastikan tidak akan melakukan korupsi bila mereka terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur akan datang. Mereka pun berjanji sekuat tenaga dengan jurus-jurus jitu untuk menyelamatkan rakyat NTT dari jeratan tali korupsi dengan cara membangun birokrasi yang bersih. Tentunya, birokrat bersih tidak hanya tampilan luar tapi juga prestasi dan kinerja yang telah ditunjukan selama ini. Tentunya, kata mereka, birokrat yang bersih, berkinerja baik dan berprestasi akan diberikan reward agar memacu kerja lebih baik lagi. Mereka (birokrat) perlu diberikan penghargaan khusus, karena ujung tombak pelayanan pemerintahan adalah para birokrat.

Benarkah Viktory-Joss tidak akan korupsi kalau menjadi gubernur dan wakil gubernur NTT nanti ? Ada warga yang ragu, namun begitu banyak yang merasa yakin Viktory-Joss tidak akan korupsi. Dari penegasan di setiap ajang kampanye ketika berdiolog dengan rakyat, mereka berkali-kali menekankan bahwa mereka sudah mapan, sudah berkecukupan dan kembali ke NTT hanya untuk mengabdi bukan untuk merampok uang rakyat NTT.  Salah satu modal menjadi pemimpin adalah bersih dari korupsi, jadi keduanya memastikan akan menggunakan semua peluang dana untuk membangun NTT.

“Saya akan membawa NTT ke era baru, yaitu era dimana tidak ada korupsi. Saya  akan menuntaskan kemiskinan, kemelaratan dan kebodohan di  NTT. Kami tidak mungkin mencuri uang rakyat NTT, tetapi kami akan mendatangkan uang untuk mempercepat pembangunan di NTT. Kami datang untuk mengabdi dan mempercepat pembangunan bukan untuk mencuri uang rakyat. Selama ini korupsilah yang menghambat pembangunan, bukan keterbatasan uang. Tidak boleh ada lagi korupsi,” tegas Viktor dalam kampanye dialogis di beberapa tempat di Pulau Flores sembari menegaskan dan mengajak rakyat mendukung dan memilih pemimpin yang bersih, tidak terinceksi virus-virus korupsi dan primordialisme.

Menurut salah satu pegiat hukum di Jakarta, Paskalis da Cunha, SH, Viktor Laiskodat dan Josep Nae Soi, selama bertugas sebagai pejabat politik di Senayan Jakarta, keduanya tidak pernah terlibat kasus-kasus korupsi yang merugikan uang negara. Dengan demikian, apa yang dikatakan dan komitmen yang dibangun Viktory-Joss diyakini tidak berjalan di luar kesadaran mereka. Untuk itu, kata dia, rakyat NTT tidak perlu meragukan kualitas ketokohan kedua figure pro rakyat ini.

“Bersih dari tindak pidana korupsi ataupun isu-isu negative terkait korupsi sudah menjadi modal bagi kemenangan Viktory-Joss. Bila rakyat mau NTT bersih dari korupsi, maka pilihannya adalah Viktory-Joss. Mereka sudah terbukti tidak pernah korupsi, jadi jangan ragu lagi. Sudah saatnya, kita bawa rakyat NTT untuk memasuki era baru, yaitu era tanpa korupsi,” aku Paskalis da Cunha di ruang kerjanya, saat ditemui media ini, pekan lalu di Jakarta.

Sekretaris Forum Masyarakat Flobamora Jakarta, Didi Say, mengatakan, setelah menyaksikan debat calon gubernur dan wakil gubernur NTT di Jakarta belum lama ini, ia menilai Viktory-Joss memiliki konsep dan komitmen yang kuat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Dia yakin bila Vikory-Joss memimpin NTT, maka mereka akan menciptakan birokrasi yang bersih untuk melayani rakyat NTT. Dia berharap, rakyat NTT tidak salah pilih pemimpin lima tahun mendatang, agar kesejahteraan bisa tercapai.

“Saya lihat dalam debat, salah satu paket yang terlihat punya komitmen kuat berantas korpsi adalah Viktory-Joss.Ini modal yang baik untuk membangun NTT ke depan. Kami berharap NTT ke depan harus lebih baik. Korupsi tidak boleh terjadi lagi, agar NTT cepat maju berkembang di segala bidang. Birokrat adalah kunci pelayanan rakyat. Oleh karena itu, mereka harus taat pada aturan dan tidak korupsi. Namun semua itu kembali lagi pada pemimpinnya. Kalau pemimpinnya tidak` korup maka dia pasti berani berantas korupsi. Kami berharap ada gebrakan baru dari pemimpin untuk mencegah terjadinya korupsi,” harapnya.   (BKR/SFN)

 

To Top