Peristiwa

Adi Nona, Pedagang Asal Ende Meninggal Dunia, Diduga Disiram Air Keras

Suara Flores
Polisi telah memasang police line di lokasi kejadian

ENDE, SUARAFLORES.NET – Adi Nona adalah seorang pedagang yang kesehariannya berjualan di kompleks Pasar Mbongawani Ende, Kabupaten Ende, Flores, NTT harus meregang nyawa setelah mendapat pertolongan medis. Ia diduga disiram air keras oleh orang yang tak dikenal. Peristiwa nahas tersebut terjadi di depan Toko Mama, Jalan Aembonga 3, Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan, Sabtu (16/5/2020) pukul 05.30 Wita pagi.

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP. Lorensius, yang dikonfirmasi wartawan, Sabtu siang di Mapolres Ende, membenarkan adanya kejadian tersebut. Lorensius menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.15 Wita. Saat itu,  korban berangkat ke Pasar Mbongawani menggunakan sepeda motor spin berwarna merah hitam dengan nomor polisi EB 6189 EA untuk berjualan.

Ketika tiba di depan Toko Mama, korban mengalami kejadian nahas tersebut. Ia diduga disiram dengan air keras yang mengenai bagian wajah dan badan oleh orang yang tak dikenal.

Baca juga: Kemendikbud Paparkan Perubahan Kebijakan Pendidikan Selama Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: Mengintip Pembagian BST di Sikka, Bupati dan Dandim Sikka Marah-Marah, Warga Kembalikan Uang, IRT Ngamuk

Korban sempat berteriak meminta tolong, lalu warga di sekitar ramai-ramai menolong dan membawa korban ke RSUD Ende. Tiba di RSUD Ende, korban sempat ditangani oleh dokter dan masih sadar. Namun sesaat kemudian, korban mengalami sesak napas dan meninggal dunia.

Menurut dokter, korban meninggal dunia akibat air keras yang masuk ke saluran pernapasan.

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius mengatakan bahwa polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kejadian itu benar adanya,” ujar Lorensius.

Pantauan media, polisi telah memasang police line di lokasi kejadian. Peristiwa itu juga menyedot perhatian warga Kota Ende dan datang ke lokasi kejadian.

Beberapa warga yang ditemui media ini di lokasi kejadian mengaku takut, jika pelaku belum ditangkap. “Motifnya apa kita tidak tahu. Semoga Polisi cepat mengungkapnya,” ungkap salah seorang warga. (dami).

To Top