Hukum

Admin Siskeudes DPMD Ende Diduga Lakukan Pungli ADD dan DD

Suara Flores
Kadis DPMD Kabupaten Ende, Albert Yani saat dikonfirmasi awak media, Senin, 13/01/2020.

ENDE, SUARAFLORES.NET — Oknum Admin Sistim Keuangan Desa (SISKEUDES) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ende yang berinisial, ( ZT ), diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap Pengelolaan Alokasi Dana Desa dan Dana Desa (ADD/DD ) dari 225 Desa yang ada di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dugaan tersebut terkuak lantaran salah seorang bendahara salah satu desa, yakni Saverius Latu, memberanikan diri untuk mengirim surat dan melaporkan kasus dugaan tersebut kepada Kementeri Desa dan PDT di Jakarta.

Dalam suratnya tertanggal 04 Januari 2020 tersebut, dengan tembusan untuk Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Menteri Dalam Negri Rebublik Indonesia, Gubernur NTT, Bupati Ende, DPRD Ende dan Ketua PPIP P3MD Kabupaten Ende. 

Dalam surat tersebut, Saverius Latu mengutarakan dan menyampaikan kekesalan dan kesedihannya. Ia sedih melihat dan mengalami banyaknya aksi pungli yang dilakukan oknum Admin Siskeudes (ZT).

Ia menduga aksi pungli tersebut dilakukan yang dengan sengaja dengan cara meminta sejumlah uang kepada seluruh Bendahara Desa yang ada di Kabupaten Ende. Uang tersebut kemudian diketahui untuk memperlancar proses pelayanan dan pencairan ADD/DD bagi masing – masing desa di Ende.

Selain itu, Saverius Latu, dalam suratnya tersebut, mengutarakan bahwa uang yang harus dibayarkan oleh masing – masing bendahara desa pada saat proses pencairan Dana ADD/DD itu sebesar Rp 1 Juta sekali cair. Dalam setahun atau selama 5 kali yang diserahkan langsung kepada ZT.

Jika dilakukan perhitungan kasar, di Kabupaten Ende, ada 225 Desa berarti sekitar Rp 1, 275 milyar uang hasil pungli diterima oknum Admin Siskeudes DPMD Ende.

“Dan ini bukan lagi menjadi rahasia umum di  Dinas DPMD Kabupaten Ende,” tulis Saverius Latu dalam suratnya yang diperoleh media ini.

Baca juga: DPRD Kabupaten Ende Sidak Pembangunan RS Pratama

Baca juga: Gubernur NTT Terima Bupati Ende di Ruang Kerjanya, Bahas Apa Ya?

Sementara itu, Kepala Dinas DPMD Kabupaten Ende, Albert Yani, saat dikonfirmasi awak media terkait dengan surat tersebut mengatakan bahwa terkait dengan Surat Pengaduan dan Laporan yang dilayangkan oleh, Saverius Latu, pihaknya akan melakukan Krosceck untuk memastikan kebenaran di lapangan.

“Dugaan pungli yang dilakukan oleh Oknum Admin Siskeudes pada Dinas DPMD Kabupaten Ende akan kami kroscek di lapangan,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera memanggil Admin Siskeudes tersebut untuk Klarifikasi, 

“Apakah benar telah melakukan pungli. Kami berjanji akan menghadirkan juga para pihak seperti Saverius Latu sebagai Pelapor dalam kasus ini sehingga bisa diketahui benar ataukah tidak Tindakan Pungli,ujarnya.

Pantauan Suara Flores, modus korupsi baru ADD dana DD dengan cara “Pungutan Liar alias Pungli” menjadi bahan diskusi ramai di tengah masyarakat Kabupaten Ende. Aroma dugaan Korupsi ADD dan DD mulai tercium diawal tahun 2020. Dana senilai Rp 1, 275 milyar merupakan jumlah yang cukup besar, hanya untuk seorang oknum Admin Siskeudes pada Dinas DPMD Kabupaten Ende. Benarkah hal itu? (Dami).

To Top