Tamu Kita

Andi Gani, Pria Pekerja Keras, Calon Menteri Kabinet Jokowi dari NTT

Komisaris Utama/ Independen PT PP (Persero) Tbk, Andi Gani Nena Wea. (Foto: PT. PP.com)

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,–Pasca Pilpres 17 April 2019 yang dimenangkan oleh pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Ir. H. Joko Widodo-KH. Dr. Maruf Amin (01), di ruang publik bergulir diskusi panas seputar calon-calon menteri baru yang akan menjadi pembantu Presiden Joko Widodo di paruh kedua kekuasaannya. Sebagaimana yang terjadi di ruang-ruang diskusi para politisi dan aktivis di Jakarta, di NTT pun ramai memuncak diskusi seputar siapa orang NTT yang akan dipilih Jokowi.

Menjawab dinamika peluang calon menteri asal NTT yang terus menjadi teka-teki, Forum Aspirasi Indonesia yang diprakarsai puluhan tokoh, politisi muda, aktivis, jurnalis, akademisi dan para advokat menggelar sebuah pertemuan dan konferensi pers di Hotel Puri Denpasar, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Mereka fokus satu hati, seia sekata bahwa kali ini NTT harus mendapatkan jatah calon menteri dari kalangan profesional karena hingga detik ini belum tersiar siapa calon menteri yang dijagokan partai-partai politik.

Diskusi panas yang dipimpin modarator Servasius itu,  kemudian memunculkan beberapa nama tokoh yang berpeluang menjadi calon mentari. Salah satu yang sedang menguat dan telah memasuki ‘ruang dalam’ calon menteri adalah Andi Gani Nena Wea. Melihat dinamika itu, maka forum diskusi tersebut akhirnya, merekomendasikan dukungan penuh dengan menempatkan Andi Gani Nena Wea sebagai putra NTT yang layak dipilih Presiden Joko Widodo karena tidak asing lagi bagi Jokowi.

Lalu siapakah Andi Gani?  Meski bagi  dunia usaha dan kalangan pekerja se Indonesia, nama Andi Gani sudah sangat populer, namun bagi rakyat NTT belum seluruhnya mengenal dekat sosok putra kandung dari mantan Menteri Tenaga Kerja, Jacob Nua Wea era Presiden Megawati Soekarnoputri itu. Untuk itu, perlu ditelusuri lebih jauh sosok pria pekerja keras yang sukses menoreh kariernya di dunia usaha hingga memimpin beberapa perusahaan dan organisasi, termasuk terpilih menjadi Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) saat ini.

Berdasarkan data dan fakta yang diperoleh media ini, Andi Gani dilahirkan ibundanya di Ibu Kota Jakarta bertepatan dengan hari angkatan bersenjata Republik Indonesia pada tanggal 5 Oktober 1975. Setelah tamat pendidikan dasar SD dan SMP di Jakarta, Andi kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Atma Jaya Jakarta. Ia sukses meraih gelar sarjana hukum pada tahun 2.000 silam dan memulai kariernya di dunia usaha.  

Andi kemudian terjuan ke dunia usaha dan dipercaya menduduki berbagai posisi penting, yaitu; pada tahun 2003-2007 menjadi ia menduduki jabatan sebagai Ketua Bidang Bisnis dan Industri Olahraga KONI Pusat. Pada tahun 2003-2008 menjadi Direktur PT BPS Energy, 2003-2011 menjadi Senior Advisor PT Leyand International Tbk, 2010 hingga saat ini menjadi Ketua Umum Masyarakat Olahraga Indonesia, 2009 hingga saat ini menjabat sebagai Senior Advisor PT Indika Energy Tbk.

Karier Andi Gani terus menanjak, dimana pada tahun 2012 hingga 2016, ia menduduki berbagai jabatan yang di antaranya masih diemban hingga saat ini, yaitu Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Owner PT Anugerah Dinamika Abadi, Komisaris Independen PT PP (Persero) Tbk, dan Komisaris Utama/ Independen PT PP (Persero) Tbk.

Meski menduduki sejumlah jabatan dan menjadi orang yang sukses di dunia usaha, Andi Gani selalu tampil sederhana dan rendah hati (low Profile). Sang pekerja keras yang pantang menyerah ini adalah seorang yang tegas bersikap dan juga pemberani. Ia juga dikenal sangat dekat dengan kaum buruh yang diperlakukan (PHK) secara tidak adil. Tidak sungkan, ia tampil membela para buruh, dan memperjuangkan hak-hak mereka dipenuhi. Salah satunya, membantu 3000 buruh Freeport yang di –PHK, dan masih banyak kasus lain yang ia tuntaskan dalam wadah KSPSI.

Penelusuran media ini, dalam dunia politik, sebagai pengusaha muda, Andi Gani tidak ragu-ragu dalam memberikan sikap dukungan politik kepada Joko Widodo yang maju dalam Pilpres 2014 hingga Pilpres 2019 lalu. Ia tidak takut kalah dan tergusur karena ia yakin Jokowi mampu membawa perubahan bagi rakyat dan kemajuan dunia usaha nasional dan internasional untuk memajukan Indonesia. Pada Pilpres 2019, Andi dengan seluruh jaringannya bekerja keras memenangkan Jokowi-Amin. Hal itu merupakan bukti nyata pengabdian Andi Gani untuk Bangsa dan Negara Indonesia.

Menurut Ketua Forum Aspirasi Indonesia, Petrus Selestinus, SH, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, Andi Gani bukanlah pemain baru atau orang baru di mata Presiden Jokowi. Menurutnya, figur Andi sudah dikenal baik oleh Jokowi. Ia sudah sering bertemu dan dipanggil Jokowi berdikusi mengenai berbagai masalah ekonomi atau dunia usaha. Oleh karena itu, ia sangat yakin Jokowi akan sangat membutuhkan Andi sebagai salah satu pembantunya di Kabinet Indonesia Kerja  Jilid II nanti.

Dikatakan Petrus, dalam dunia organisasi nasional perburuan, Andi termasuk tokoh muda papan atas yang berpengaruh. Buktinya, kata Petrus, Andi, sebagai Ketua Umum Presiden Konfederasi Buruh, diundang Presiden Jokowi bersama seluruh pimpinan nasional organisasi buruh, seperti Pimpinan buruh Presiden KSPI Said Iqbal, Presiden KSBSI Mudofir, Presiden KPBI, Ilhamsyah, Presiden Saburmusi Syaiful dan Presiden KSN, Muchtar.

“Andi adalah tokoh muda yang sukses dan pemberani. Gerakan politiknya ketika menarik dan mengajak Said Igbal, tokoh paling berpengaruh di kalangan buruh mendukung Calon Presiden Jokowi dan Calon Wakil Presiden Maruf Amin, patut dicatat sejarah. Ini menggambarkan bahwa Andi punya reputasi dan relasi yang dalam dengan segenap organisasi buruh sebagai mitra dalam perjuangan mewujudkan kesejahteraan,” ungkap Petrus.

Petrus Selestinus, mengatakan,  peluang orang NTT menjadi menteri di Kabinet Indonesia Kerja Jilid II terbuka lebar melalui Andi Gani. Pasalnya, Andi Gani bisa berdiri di atas semua golongan, baik parpol, dan dunia usaha. Menurutnya, sudah saatnya putra – putra terbaik NTT merebut posisi menteri di Kabinet Jokowi-Amin. Pasalnya, orang NTT memiliki sejumlah tokoh hebat di tingkat nasional yang mumpuni, yang salah satunya adalah Andi Gani.     

“Kita punya kapasitas dan kita punya peranan besar dalam memenangkan Jokowi-Amin dua periode. Kita dapat satu menteri saja cukup. Itu sudah sangat luar biasa. Jangan sampai kita hanya bisa mengantar orang tetapi kita tidak bisa masuk ke dalam kekuasaan. Kali ini saatnya kita berjuang agar putra NTT pun dipilih Jokowi untuk menjadi menteri yang menjadi pembantunya, yaitu Andi Gani. Jangan sampai setip 5 tahun pemilu kita hanya menjadi pelengkap dan penghibur saja,” kata Petrus.

Marsel Wawo, tokoh yang juga menjadi narasumber dalam pertemuan itu menegaskan bahwa ke depan pemerintah tidak hanya mengurus infrastruktur saja, tetapi mengurus kesejahteraan rakyat.  Ke depan ini tantangan radikalisme akan makin kencang. Oleh karena itu, kita butuh figur-figur yang mempunya nyali kebernian dan kenekatan, pekerja keras serta cerdas untuk memback-up kekuasaan Jokowi.

Sementara itu, mantan Duta Besar Cili, Dr. Aloysius, berharap ada tokoh-tokoh muda asal NTT yang dipilih Presiden Jokowi dalam kabinet barunya. Menurutnya, ada begitu banyak putra NTT yang berkarya di pentas politik nasional dan di dunia usaha yang sudah memiliki jam terbang yang tinggi. Oleh karena itu, dalam periode kedua Jokowi, harus ada putra NTT yang menjadi menteri untuk menjadi jembatan pembangunan di NTT yang masih tertinggal jauh dari provinsi lainnya.

Untuk diketahui, mencuatnya nama Andi Gani menjadi calon menteri Jokowi, pasca tersiar kabar bahwa Presiden Jokowi tengah menyusun nama-nama calon menterinya. Dimana, Jokowi kepada media memberikan sinyal kuat akan ada calon menteri dari kalangan muda, baik pengusaha, politisi dan aktivis muda serta kalangan profesional. (bungkornell/sfn)

To Top