Potret

Andini Aisyah Haryadi: Saya Orang Indonesia Cinta Tenun Ikat Sikka

Suara Flores
Andini Aisyah Haryadi (kanan) Saat Press Conference Maumere Jazz Fiesta Flores di Capa Resort Maumere, Kabupaten Sikka, (27/10)

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Sejumlah artis jazz yang hadir dalam acara Maumere Jazz Fiesta Flores (MJJF) 2018 mengaku jatuh cinta pada keunikan tenun ikat Sikka. Di mata para artis jazz papan atas ini, kain tenun ikat menjadi sangat istimewa oleh keunikan motif-motifnya. Karena itu, setiap orang Indonesia tertarik pada kain tenun ikat hasil kreativitas perempuan-perempuan Kabupaten Sikka, Pulau Flores.

Andini Aisyah Hadyadi, salah satu penyanyi Indonesia beraliran musik jazz tampil cantik berbalut kain tenun Sikka pada Maumee Jazz Fiesta Flores 2018. Ia mengenakan kain tenun asli yang diproduksi dengan bahan pewarna alam pada acara press conference, Sabtu (27/10/2018) sore.

Andien mengaku hatinya jatuh pada pandangan pertama, saat melihat Tenun Ikat Sikka yang dipajang oleh perempuan-perempuan dan pria-pria kreativ asal Flores di Jakarta beberapa tahun lalu. Hatinya bergetar ketika matanya fokus pada motif-motif unik, hasil olahan perempuan dan pria asal Flores yang terus mempromosikan potensi yang ada di daerah.

“Saya orang Indonesia, saya sangat mencintai tenun ikat. Saya telah jatuh cinta akan keunikannya dan saya membelinya. Tenun ikat itu tidak ada duanya. Saya bangga bahwa begitu banyak keunikan di Indonesia timur yang ada di Flores ini. Semoga Maumere dan Flores semakin maju,” aku perempuan berparas cantik yang popular dengan nama Andien Sabtu (27/10).

Suara Flores

Andien mengatakan, tenun ikat sesungguhnya keunggulan orang Flores, NTT. Namun belum banyak orang sadar bahwa keunggulan itu sedang dicari atau diminati banyak hati di Indonesia bahkan tingkat duia saat ini.

Karena itu, masyarakat yang memproduksi tenun ikat perlu diberi informasi yang tepat. Bahwa kualitas olahan harus utama bagi para penenun agar potensi ini tetap diminati hingga ke luar negeri dengan nilai yang tinggi.

“Tenun ikat ini kan keunikan orang Flores. Tapi terkadang banyak orang tidak sadar akan apa yang menjadi keunggulan daeranya. Hal itu dapat terjadi karena kurangnya informasi dan komunikasi. Semoga dengan banyaknya sanggar tenun ikat di Maumere dapat menjadi media informasi bagi para penenun agar tenun ikat Sikka terus dijaga kualitasnya dan keunikannya tetap dipertahankan,” harap Andien.

Baca juga: MJFF Dorong Kami untuk Bangun Daerah

Karena keunikan kain tenun tersebut, Flores menjadi beda dengan daerah lain dan mengundang simpati banyak wisatawan. Seseorang datang ke Maumere tentu berbeda dengan pergi ke Jakarta. Di Jakarta terlihat banyak mall-mall besar dan bertingkat. Jauh dari alam yang indah dan keunikan budaya. Sedangkan saat ke Maumere, banyak keunikan alam sejuk dan juga kentalnya budaya yang disuguhkan di sangar-sangar serta para penenun, baik perempuan maupun kaum pria.

“Mestinya orang Maumere sangat beruntung. Sangat dekat dengan alam dan budaya serta berbagai jenis musik yang unik dan mendunia. Saya berterima kasih kepada Pak Melchias Mekeng yang telah mempromosikan potensi Maumere. Semoga saya dan semua orang yang hadir dalam acara Jazz Festival ini dapat menjadi jembatan promosi lanjut,” tandasnya.

Bukan hanya Andien, penyanyi jazz papan atas yang bernama lengkap Reza Artamevia Adriana Eka Suci nampak cantik mengenakan selendang tenun ikat saat malam Meet and Greet. Mantan istri dari aktor dan politisi Adjie Massaid ini mengaku bangga akan potensi-potensi yang ada di daerah nyiur melembai itu.

“Saya suka dan bangga dengan orang Maumere. Teruslah menjadi yang terbaik di mata publik melalui kualitas potensi-potensi yang ada. Pak Melchias sudah menjadi contoh dan mestinya ini dilanjutkan agar Maumere semakin maju untuk banyak orang,” ujarnya.

Baca juga: MJFF, Bukti Cinta Mekeng untuk Maumere

Untuk diketahui, Maumere Jazz Fiesta Flores telah digelar untuk ketiga kalinya. Festival Jazz dengan tema Lingkungan Hidup ini bertujuan untuk mengangkat nama daerah, khususnya Maumere. Bahwa berbagai potensi wisata alam dan budaya tak akan dikenal apabila tidak ada promosi. Bagi pengagas, Melchias Marcus Mekeng, promosi harus dilakukan rutin setiap tahun dalam berbagai event termasuk Festival Jazz.

“Agar daerah dan potensi kita dikenal, maka kita harus lakukan promosi. Saya sangat yakin bahwa dengan Maumere Jazz Fiesta Flores ini, banyak pembangun terjadi di Kabupaten Sikka. Oleh karena itu, saya minta semua masyarakat Kabupaten Sikka untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kualitas atas berbagai potensi-potensi yang kita miliki,” tandas Melchias Mekeng, Tokoh Masyarakat Sikka itu dalam setiap kesempatan kepada SuaraFlores.Net di Capa Resort Maumere. (sfn02).

To Top