Kabar Alam

Angin Kencang, Tanaman Rakyat Rusak

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,- Angin kencang yang melanda sebagian wilayah Flores Timur sepekan terakhir mengakibatkan banyak tanaman rakyat tak terselamatkan. Seperti kebun Pisang milik warga di sepanjang jalan negara trans Lewolaga-Konga Kecamatan Titehena, Flores Timur. Sebagian besar pohon pisang warga dalam posisi patah, tumbang hingga rata dengan tanah.

Pantauan media, pisang-pisang itu sangat memprihatinkan. Padahal, sebagiannya sedang berbuah. Dan, itu sangat merugikan petani dan juga para pengusaha kuliner sekitarnya yang selama ini menggantungkan usahanya pada berjualan pisang, baik pisang goreng, pisang moleng, keripik pisang maupun jenis usaha lainnya yang menggunakan buah pisang sebagai bahan baku dasarnya.

Banyak warga lalu memanfaatkan batang-batang pisang yang tumbang itu untuk pakan ternak Babi dan Sapi. Meskipun belum ada data resmi dari pihak terkait seperti Pemdes Lewolaga dan desa lainnya, Pemerintah Kecamatan Titehena dan Dinas teknis di Flotim, namun kerugian ditaksasi mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa warga Lewolaga, Pace dan Mastom yang ditemui saat melintasi area kebun Pisang di Trans Wairunu-Konga, Titehena, belum lama ini mengaku prihatin atas kondisi kerusakan Pisang maupun tanaman produktif lainnya seperti Kakao.

Mereka berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten, kecamatan maupun desa terhadap warga pemilik pohon-pohon produktif itu. Kades Lewolaga, Nicolaus Beoang dan Camat Titehena, Aster Werang belum berhasil dikonfirmasi meski sempat dikontak via nomer ponselnya.

Mirisnya, area rusaknya tanaman rakyat akibat angin kencang ini, berdekatan juga dengan areal aksi revolusi pertanian penanaman jagung hibdira di Nuba, Desa Ile Gerong, Titehena oleh Bupati Anton Hadjon belum lama ini. Sementara, Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli,SH yang dikonfirmasi media terkait apakah sudah ada data laporan bencana angin kencang yang merusak tanaman milik rakyat dari dinas terkait, mengakui belum ada data laporan riil terkait kerusakan tanaman rakyat akibat angin kencang selama sepekan terakhir. (SFN/RBT)

To Top