Kabar Alam

Apresiasi Gerakan Kupang Hijau, Don Ara Kian: Ke depan Perlu Dibuat Masterplan Taman

Don Ara Kian, MT, IAI, Deputi V Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Arstktur Indonesia (DPP-IAI) yang menangani wilayah NTT, NTB dan Bali

KOTA KUPANG, SUARAFLORES.NET,-Gerakan Kupang Hijau (GKH) yang dicanangkan oleh Walikota Kupang, Jeffry Riwu Kore mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh muda pembangunan NTT, Don Ara Kian, MT, IAI.

Menurut Don Ara Kian, apa yang dilakukan Walikota Kupang  untuk menjadikan Kota Kupang yang hijau dan asri melalui GKH patut diapresiasi karena kondisi kota yang masih terlihat tandus  karena kurangnya penanaman pohon di seluruh wilayah kota Kupang. 

“Gebrakan yang yang dilakukan Pak Walikota Kupang sudah baik dan kita beri apresiasi. Semoga gerakan ini didukung penuh oleh seluruh warga kota dengan melakukan penanaman pohon baik di pekarangan rumah, perkantoran, ruang-ruang publik dan kebun atau lahan warga. Semua ini baik untuk menjadikan kota ini menjadi kota yang benar-benar sejuk, asri dan hijau, “ ungkap Don Ara Kian, belum lama ini melalui sambungan teleponnya.

Setidaknya, kata Don Ara Kian, dengan adanya GKH dari sisi penataan ruang sebagai upaya untuk memenuhi prosentasi ruang terbuka hijau sebesar 20-30 % menurut UU no.26 th 2007 tentang Penataan Ruang, mulai terlihat. Namun sekaligus kritis Ara Kian, di mana upaya penanaman pohon sejatinya perlu diatur melalui perencanaan yang baik termasuk jenis dan tema sesuai makna ruang, sehingga tidak terkesan asal tanam.

Sementara itu, mengenai taman-taman kota yang sudah dan sedang dibangun oleh Walikota Jeffry, Ara Kian mengakui gebrakan itu baik untuk menata kota Kupang menjadi kota yang indah dan cantik dipandang semua mata. Meski demikian, Ara Kian berharap ke depan Pemerintah Kota Kupang  perlu membuat masterplan taman  

“Sejatinya, ada Masterplan Taman yang mengatur pengisian semua Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Kupang dengan jenis vegetasi yang tepat sesuai dengan karakter tanah di kota Kupang,”kata Ara Kian yang saat ini menjabat sebagai Deputi V DPP Ikatan Arstktur Indonesia yang menangani wilayah NTT, NTB dan Bali ini.

Sedangkan mengenai sampah plastik, kata Ara Kian,  tidak cukup sampai pada gerakan untuk menghentikan penggunaaan bahan-bahan plastik, tetapi mesti ada solusi dari upaya penghentian itu yakni dengan melakukan gerakan ikutan seperti 5 R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot).

“Singkatnya  Refuse, berarti menolak benda yang tidak kamu perlukan, Reduce berati kurangi penggunaan barang yang tidak berguna dan yang berlebihan, Reuse berarti  mengganti benda sekali pakai dengan yang bisa digunakan ulang,” terang Don Ara Kian. (bungkornell/sfn)

To Top