Hukum

Badan Pertanahan Flotim Serahkan 500 Sertifikat Tanah bagi Warga Lewotobi

Kepala Badan Pertanahan Flotim, Ludgardis Blitanagy,S.Sos sedang menyampaikan sambutannya pada penyerahan 500 buah Sertifikat Tanah di Desa Lewotobi Ile Bura, Kabupaten, Flores Timur, Senin, (7/01/2019).

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET,–Dalam menyukseskan program Sertifikat Tanah Nasional Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla tahun 2018, Badan Pertanahan (BPN) Flores Timur (Flotim) menyerahakn 500 buah sertifikat  tanah bagi warga Desa Lewotobi Ile Bura. Penerima sertifikat adalah warga yang tanahnya sudah tuntas diukur pada tahun 2018 melalui Kegiatan Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL).

Disaksikan media ini, Senin, (7/1/2019), acara penyerahan 500 sertifikat itu dilakukan langsung oleh Kepala Badan Pertanahan (BPN) Flotim , Ludgardis Blitanagy,S.Sos bersama Husen Arkiang, S.Sos, Kepala Seksi Hubungan Hukum Pertanahan (HHP) dan 3 staf  BPN Flotim.

Kepala Desa Lewotobi, Tarsisius Buto Muda menjelaskan, setelah sukses 500 bidang pada 2018, maka sudah lebih dari 1.000 serifikat yang terbit sejak 2016, selama 3 tahun berturut-turut. Meskipun demikian, masih banyak bidang yang belum disertifikat, baik tanah pertanian maupun perkarangan.

“Dengan 100 persen tanah tersertifikat maka tidak ada lagi konflik tanah. Saya harap, setelah disertifikat maka dijaga baik-baik dan dipasang pilar batas tanah. Tanam pilar juga harus sama-sama. Sebab, jika ada konflik maka urusannya ke pengadilan,”tegas Buto Muda mengingatkan.

Badan Pertanahan Flotim mengapresiasi gesitnya Kades Lewotobi untuk perjuangkan sertifikat tanah bagi warganya, sehingga Lewotobi pantas mendapatkan perhatian selama 3 tahun berturut-turut. Camat Ile Bura, Jack Ara Kian,S.Sos.M.AP dalam sambutannya berharap pasca kerjasama sertifikasi tanah di Lewotobi yang sudah tembus 1000 sertifikat, bisa terus berlanjut ke desa-desa lainnya.

Dikatakannya, tanah tidak hanya mempunyai nilai harga diri tetapi juga ekonomis. Ia juga meminta agar tanah yang sudah bersertifikat dapat dijadikan investasi ekonomi masa depan. Tak boleh sertifikat digadai untuk urus pesta.

“Saya minta jangan takut bayar pajak jika tanahnya disertifikat. Warga yang tanahnya belum disertifikat karena masih terkendala dengan hak ulayat, harap segera diurus. Luasnya tanah di Flotim, tapi prosentase tanah bersertifikat masih sangat rendah. Ini bisa diperjuangkan ke depan. Minimal Ile Bura prosentasenya bisa naik,”pungkasnya.

Ludgardis Blitanagy,S.Sos, Kepala Pertanahan Flotim dalam sambutannya,  menjelaskan, Flotim tahun 2018 dapat 4.000 bidang dengan pemetaan 5.000 bidang dari Target Nasional 8 juta bidang. Desa Lewotobi 500 bidang.

Pada kesempatan itu, Ludgardis membacakan pesan Presiden Jokowi agar sertifikat dijaga dengan sebaik-baiknya. Warga terlihat antusias datang menerima sertifikat. (Roberth/SFN)

To Top