Hukum

Baliho Yosef Badeoda Hilang, Bawaslu Sikka Datangi Kantor Pol PP

Suara Flores
Ketua Bawaslu Kabupaten Sikka, Harun Al Rasyid

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Pihak Bawaslu Kabupaten Sikka berupaya keras mencari dua baliho milik Yosef Benediktus Badeoda yang diduga hilang di Kantor Dinas Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka. Bawaslu Sikka sudah mendatangi Kantor Pol PP untuk mengecek keberadaan dua baliho Caleg Partai Demokrat yang disimpan oleh Polisi Pamong Praja, Senin (12/10/2018).  

“Kami sudah mendatangi Kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, dan disampaikan bahwa baliho-baliho tersebut tidak disimpan di Kantor Pol PP. Kami sedang membangun komunikasi dengan Kasat agar bersama-sama mencari solusi terbaik,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Sikka, Harun Al Rasyid kepada SuaraFlores.Net di ruang kerjanya, Senin (12/10/2018).

Ia mengatakan, penertiban baliho-baliho tersebut dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2018. Pol PP tidak sendiri tetapi bersama Panwascam Alok Timur, Alok dan Alok Barat dan Bawaslu. Menurut Harun,  sebelum dilakukan penertiban, pihaknya menggelar apel. Dalam apel tersebut, dihimbau agar  baliho – baliho tersebut dijaga, karena setelah penertiban pasti diambil oleh pemilik.

“Setelah penertiban, seluruh baliho kita simpan di Kantor Pol PP. Tidak disimpan di Kantor Bawaslu. Harapan kami, Partai Politik atau Caleg yang merasa baliho ditertibkan, bisa ambil kembali dan mengikuti syarat yang ada. Bagi kami, baliho-baliho tersebut tidak mungkin hilang,” ujarnya.

Baca juga: Baliho Caleg DPR RI Hilang, Tim Keluarga Adukan Bawaslu ke Polisi

Sebelumnya diberitakan, Baliho Calon Legislatif DPR RI dari Partai Demokrat atas nama Yosef Benediktus Badeoda hilang setelah dipasang tim keluarga di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, (18/10/2018).  Atas hilangnya dua baliho yang dipasang pada dua titik di Kota Maumere tersebut, tim keluarga siap adukan Bawaslu Kabupaten Sikka ke Polres Sikka.

Sirilus menjelaskan, pihaknya memasang dua baliho besar dengan ukuran 4×6 pada dua titik di Kota Maumere, yakni di Jalan Adisucipto, depan Hotel Permatasari atau jalan menuju Bandara Frans Seda Maumere, dan di depan Patung Kristus Raja, Jalan Nong Meak, Kota Maumere. Sebelum dipasang, pihaknya telah menyelesaikan administrasi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka senilai 9 juta rupiah, (8/8/2018). (sfn02).

To Top