Infrastruktur

Bendungan Napun Gete Mendekati Tuntas, Presiden Jokowi Ditunggu Rakyat Sikka

Ketua DPRD Sikka, Donatus David (Foto: poskupang)
Bendungan Napun Gete, Maumere, Kabupaten Sikka (*)

MAUMERE, SUARAFLORES.NET,-Presiden  Joko Widodo (Jokowi) benar-benar memberikan perhatian yang sangat besar bagi rakyat NTT.  Selain perhatian dana desa triliunan rupiah, Jokowi memberikan anggaran infrastruktur triliunan rupiah pula untuk bidang infrastruktur secara khusus pembangunan 7 bendungan untuk mengatasi kekeringan (krisis air) di NTT. Satu dari 7 bendungan itu adalah Bendungan Napun Gete, di Maumere, Kabupaten Sikka.

Perhatian pembangunan bendungan Jokowi di Napun Gete, rakyat Sikka mengaku bangga karena mendapat perhatian dari Sang Presiden dengan sehingga dapat memenuhi kebutuhan air di Bumi Nyiur Melambai itu. Dari pantaun dan informasi yang diperolah Suaraflores.Net, saat ini pembangunan bendungan tersebut sudah mencapai 80 persen mendekati tuntas, dan diperkirakan pada tahun 2020 akan datang sudah selesai.

“Saat ini dari tinjauan lapangan dan laporan pihak kontraktor,  pembangunan fisik Napun Gete  sudah 80-an prosen capaiannya. Tahun 2020 nanti sudah selesai sesuai kesepakatan kontrak,” kata Ketua DPRD Sikka, Donatus David saat berdiskusi dengan media ini melalui sambungan telepon, Senin (25/11/2019).

Donatus mengatakan, saat ini sudah tak ada lagi kendala lahan, sehingga  pengerjaan sudah berjalan lancar. Mengenai masalah pembebasan lahan warga yang sempat menghambat pengerjaan bendungan, kini sudah ada kesepakatan pembayaran sebesar Rp50 Miliar yang akan dibayar oleh pemerintah pusat melalui APBN.

“Soal pemebasan lahan yang masih tersisa dan sempat dipersoalkan warga beberapa waktu lalu, sudah ada anggaran sebesar Rp50-an miliar dari pos APBN dan sudah siap direalisasikan. Beberapa bulan lalu sempat dipalang oleh warga, namun kini sudah diresteui warga untuk dilanjutkan. Intinya Pemerintah Kabupaten Sikka siap menyelesaikan sesuai masa kontak tahun 2020,” terang Donatus.

Ditanya mengenai pemanfaatan bendungan Napun Gete setelah dibangun, Donatus menerangkan, dinas terkait sedang merancang  pembangunan jaringan irigasi untuk pemanfaatan air untuk pertanian. Selain itu, air dari Napun Gete bukan saja untuk pertanian, tetapi juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum bersih warga di 6 kecamatan termasuk warga Kota Maumere.

“Air tersebut akan dimanfaatkan untuk pertanian dan juga untuk memenuhi kebutuhan air minum gadi warga.  Kita masih sangat kekurangan air minum bersih. Oleh karena itu, saat ini pihak dinas terkait sedang merancang jaringan irigasi dan jaringan air minum untuk warga di 6 kecamatan,” kata Donatus.

Sebagai wakil rakyat Sikka, Donatus menegaskan bahwa DPRD dan Bupati Kabupaten Sikka sangat berharap agar  Presiden Jokowi berkenan datang ke Kabupaten Sikka baik sekedar untuk melihat sejauh mana perkembangan pembangunan bendungan atau nanti saat peresmian bendungan pada tahun depan.

Rindukan Kedatangan Presiden Jokowi

Mengenai kedatangan Jokowi ke Sikka, senada dengan Donatus David, warga Sikka lainnya, Damianus, kepada Suaraflores.net,  mengungkapkan kerinduannya yang sangat penjang agar Presiden Jokowi berkunjung ke Kabupaten Sikka. Dia merasa cemburu karena sejak Jokowi menjadi presiden sudah 12 kali ke NTT, tetapi tidak atau belum pernah singgah di Kabupaten Sikka.

“Kami rakyat Sikka sangat rindu dikunjungi Jokowi. Beliau sudah berkali-kali ke NTT, tetapi hanya pergi ke Sumba, Pulau Timor, dan Manggarai saja.  Untuk itu, kami minta bertepatan dengan momen peresmian Napun Gete,dengan segala hormat kecintaan dalam kerinnduan panjang, kami minta Bapak Presiden Jokowi yang tercinta bisa menginjakan kakinya di Maumere. Kami ingin menyampaikan langsung tentang kerinduan kami kepada Bapak Jokowi,” ungkapnya dikala dikunjungi Suaraflores.Net bulan Oktober 2019 lalu di Desa Done, Kecamatan  Magepanda.

Damianus yang adalah wakil rakyat Desa Done alias anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) ini, mengatakan, rakyat desa sangat mengapresiasi program dana desa yang telah digelontorkan Presiden Jokowi selama lima tahun terakhir.  Lewat dana desa, kata Damianus,  pemerintah desa telah melakukan berbagai pembangunan di desa, dan sudah ada banyak perubahan.

“Terima kasih Bapak Jokowi sudah memperhatikan desa-desa kami di Sikka, yang salah satunya desa Done ini. Dahulu kami punya jalan buruk dan rusak parah, tetapi sekarang dengan adanya dana desa, kami sudah bangun jalan yang lebih baik dan kendaraan bisa lancar lalu-lalang. Untuk itu, kami sangat rindu agar Bapak Jokowi bisa datang ke Sikkka untuk lihat kami dari dekat,” pinta Damianus kepada Suaraflores.Net dalam diskusi bersama warga desa sambil makan pisang bakar dan ikan bakar di tepi sebuah kali di bawa jembatan didekat pintu masuk desanya.

Dikatakannya, masalah pembangunan di Sikka, selain air bersih yang kini masih dirasakan sulit oleh warga, juga masalah pendidikan seperti guru honor, pembangunan gedung-gedung sekolah, dan masalah pencairan dana Kartu Indonesia Pinta (KIP) yang tidak lancar hingga saat ini.  Ada begitu banyak siswa yang menerima KIP namun masih ada sebagian besar tidak menerima uang KIP yang adalah program Presiden Jokowi di periode pertama.  

 Damianus yang juga Ketua Komite Sekolah ini, mengungkapkan, di desanya ada 90-an siswa dari orang tua tidak mampu yang menjadi penerima KIP. Namun, dirinya belum tahu pasti mengapa uang KIP belum diterima oleh sebagian siswa miskin. Dia berharap jikalau Jokowi datang ke Sikka, dia ingin sekali bertanya pada Jokowi kira-kira apa penyebabnya.

“Pak wartawan, di desa kami ini ada banyak siswa miskin yang pegang kartu KIP tapi sampai sekarang tidak dapat uangnya. Ini kan program Bapak Jokowi, kira-kira apa masalahnya. Salah satu contoh ada satu siswa miskin yang orang tuanya sudah meninggal semua dan kini dia tinggal sama kakeknya. Anak ini pegang KIP tapi dia tidak dapat uangnya,” ungkap Damianus sambil memperkenalkan kakek dari siswa pemegang KIP.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi di era kepemimpinannya sudah hampir 13 kali ke NTT.  Namun, Jokowi hanya mengunjungi, perbatasan Indonesia-Timor Leste, di Atambua, Soe-TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan Rote Ndao dan Labuan Bajo, Manggarai Barat. Sementara, Kabupaten Sikka yang terkenal kaya dengan wisata bahari, hasil perikanan, pertanian, perkebunan komoditi belum dikunjungi Jokowi.

Dalam pemberitaan media, beberapa waktu lalu sempat viral bahwa Presiden Jokowi akan datang ke Sikka. Informasi itu sontak membuat warga Kota Tsunami bergembira ria. Namun secepat kilat informasi itu berubah bahwa yang akan datang adalah Ibu Negara Iriana Joko Widodo tak membuat kegembiraan surut.  Tetapi kemudian Iriana tidak datang. Hal ini membuat warga Sikka terus bertanya-tanya mengapa Jokowi tak jadi datang mengunjungi mereka. (korneliusmoanita/sfn)

To Top