Potret

Bendungan Tilong, Obyek Wisata yang “Dibiarkan Kesepian”

Obyek wisata Bendungan Tilong. (*)

KUPANG, SUARAFLORES.NET,–Bendungan Tilong adalah bendungan tertua yang dibangun atas kerja sama Pemerintah Jepang dan Indonesia. Bendungan besar pertama yang terletak di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang ini kini menjadi obyek wisata yang “kesepian alias merana.”

Beberapa waktu lalu, media ini melangkahkan kaki melihat-lihat panorama bendungan Tilong di sore hari di kala matahari kembali ke peraduannya. Suasana di sekitar bendungan terasa sepi, kecuali sepasang kekasih sedang bercinta dan dua orang gadis belia yang sedang berselfie mengabadikan sun set yang menerpa bendungan dalam pelukan kayu-kayu hijau yang mulai mengering.

Selain kusuknya dua sejoli yang memadu kasih di tepian bendungan dan dua gadis belia yang berselfie, sesekali mata media ini tersentuh oleh satu dua kendaraan bermotor yang lalu lalang memecah kesunyian senja. Bersandar di pagar bendungan, kamera media ini membidik beberapa panorama alami yang dipamerkan air yang tenang dan mulai surut, serta pepohonan di atas bukit yang mengitari tubuh bendungan.

Dari informasi yang disampaikan warga, sebut saja Iwan, setiap hari libur atau hari minggu, bendungan itu dulu ramai dikunjungi warga yang ingin bertamasya menikmati keasrian alam. Pasalnya, ketika musim hujan datang, panorama alami sangat indah dengan pepohonan yang rimbun menghijau memayungi bendungan. Oleh karena itu, siapapun dapat menghirup dan melepas dengan bebas merdeka sajian natural di sekitar bendungan.

Baca juga: Warga Dukung Gubernur Jadikan NTT Propinsi Kelor

Seiring waktu berjalan,dan tua rentahnya usia bendungan, warga semakin jarang datang bersukaria mencumbu mesra obyek wisata alami ini. Apa penyebabnya? Hampir bisa dipastikan, obyek wisata yang ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat dari jalan negara ini, dibiarkan kesepian dalam pelukan kerentahan usianya.

Dari bidikan mata media ini, bangunan-bangunan di pintu masuk dan di sekitar bendungan tampak sudah kumuh dan seperti tidak ada penghuni yang mengurusinya. Nina, si gadis belia yang berselfie bersama rekannya di senja itu, berharap ke depan bendungan Tilong harus dikelolah oleh dinas pariwisata Kabupaten Kupang agar dapat memberikan masukan pendapatan bagi pemerintah.

“Tempat ini indah dan bagus untuk berfoto-foto. Sayangnya, tidak ada orang yang mengelolah tempat ini. Jika saja dikelolah dengan baik, pasti menjadi salah satu pilihan. Selain itu, perlu ada petugas keamanan yang menjaga tempat ini agar tidak terjadi kejahatan, karena suasana yang sangat sepi dan bisa mengundang tindakan kriminal. Saya harap selekasnya pemerintah mengelolah obyek wisata alam ini,” pungas Linda, rekan Nina, dua gadis manis yang datang menikmati panorama alam bendungan Tilong belum lama ini. (bkr/sft)

 

 

To Top