Tamu Kita

Bernard Tanya, Doktor Hukum Asal NTT Yang Nyaris Lolos Jadi Hakim MK, Siap Maju di Sabu Raijua

Dosen Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Dr.Bernard L. Tanya.(*)

SUARAFLORES.NET,–Nama pria santun nan tegas Bernard L. Tanya akhir-akhir ini mencuat di Kabupaten Sabu Raijua sebagai salah satu bakal calon bupati atau wakil bupati yang akan maju dalam pentas politik Pilkada Sabu Raijua 2020. Bagi warga NTT, secara khusus Sabu Raijua, Dr.Bernard L. Tanya,SH.M.Hum bukanlah sosok yang asing lagi.

Siapakah Bernard di mata para advokad dan aktivis hukum nasional? Dalam penelusuran Suaraflores.Net, Bernard Tanya ternyata bukan manusia biasa, tetapi ia adalah salah satu pakar hukum dan juga dosen terbang yang mengajar hukum pada puluhan universitas atau perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Mendengar jam terbang pria yang kini menjadi Dosen tetap Ilmu Hukum di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Penguji Disertasi di UNDIP Semarang, Jawa Tengah, Pengajar Luar Biasa di Universitas Muhammadyah Surakarta ini, sebagai orang NTT tentunya merasa sangat kagum. Apalagi, Bernard Tanya pernah masuk dalam bursa calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Meski tak lolos menjadi Hakim MK, ia merasa bangga karena namanya termasuk satu dari 3 nama yang direkomendasikan Presiden Ir. Joko Widodo untuk mengikuti seleksi Hakim MK tersebut.

Advokat Nasional, Petrus Selestinus,SH, dalam diskusi dengan Suaraflores.Net, mengakui kualitas Dr. Bernard Tanya, SH, MH dalam blantika dunia ilmu hukum nasional. Menurut Petrus, Bernard adalah salah satu manusia cerdas yang telah menjadi salah satu pakar hukum nasional asal NTT. Meski tak sering berjumpa, Petrus mengaku bahwa ia sering mendengar nama Bernard Tanya secara istimewa ketika nama Bernad mencuat sebagai salah satu calon Hakim MK.

“Iya. Beliua orang pintar nan cerdas yang dimiliki dunia ilmu hukum Indonesia. Saya sudah lama mendengar namanya dan saya kenal dia. Hanya sayang, beberapa waktu lalu dia ikut seleksi Hakim MK, namun tidak lolos. Meski dia tak lolos tapi kita harus bangga dan akui bahwa ada putra NTT yang direkomendasikan seorang Presiden RI untuk ikut seleksi Hakim MK,” aku Petrus, ketika berdiksi dengan media ini di Jakarta.

Disinggung media ini terkait niatan Bernard Tanya ingin pulang membangun Kabupaten Sabu Raijua dalam Pilkada 2020 tahun depan, Petrus memberikan apresiasi jika itu menjadi pilihan Bernard Tanya untuk membangun kampung halamannya.

“Itu pilihan yang baik Pak Bernard jika mau pulang membangun kampung halamannya yang kini jauh tertinggal. Kita doakan dan kita dukung agar beliau berhasil lolos menjadi pemimpin di sana,” kata Petrus singkat.

Baca juga: Doktor Bernad Tanya: Infrastruktur, pintu gerbang menuju Sabu Raijua maju bersaing

Baca juga: Doktor Bernad Tanya: Sabu Raijua butuh sosok berpengalaman seperti Djami Rebo

Sementara itu, dalam percakapan dengan Suaraflores.Net melalui telepon genggamnya belum lama ini, Bernard Tanya, mengungkapkan bahwa memang beberapa waktu lalu dirinya menjadi satu dari tiga nama yang direkomendasikan Presiden Jokowi, namun ia tidak lolos. Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Jokowi yang telah menyebut namanya, dan ia berjiwa besar mengakui kelebihan rekannya yang lolos menjadi Hakim MK.

Saat ini Bernard Tanya terpanggil untuk membangun Sabu Raijua pasca kabupaten pecahan dari Kabupaten Kupang itu memekarkan diri dan terjerat dalam berbagai kasus hukum yang memperlambat kemajuan daerah. Ia mengaku merasa perihatin dan ingin membangun Sabu Raijua dengan memperkuat bidang hukum dengan menciptakan pemerintahan yang bersih berlandaskan pada aturan hukum.

“Jika saya mementingkan diri sendiri, saya tidak perlu kembali ke Sabu Raijua karena masa pensiun saya masih belasan tahun, tetapi demi rakyat Sabu Raijua saya akan mengabdikan diri membangun Sabu Raijua,” kata tulus Doktor Bernard.

Menurutnya, membangun Sabu Raijua di era Pemerintahan Joko Widodo saat ini tidak terlalu sulit karena sudah ada perhatian begitu banyak program dari pemerintah pusat untuk daerah-daerah tertingal. Ada begitu banyak anggaran dari pusat yang dialokasikan untuk daerah di pulau-pulau seperti Sabu Raijua. Untuk itu, diperlukan pemimpin yang mampu membangun komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat, termasuk dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi NTT.

“Di era Jokowi ini, anggaran sudah tersedia melalui begitu banyak program. Asalkan kita rajin membangun komunikasi. Tentunya melalui semua jaringan yang kita miliki baik melalui partai politik, DPR, berbagai kementerian, dan bila perlu langsung ke Presiden karena Pak Presiden selalu mendengarkan aspirasi rakyat, apalagi letak Sabu Raijua yang berbatasan pula dengan Australia yang telah lama menjadi jalur imigran gelap. Pasti akan ada perhatian khusus di berbagai bidang, seperti infrastruktur. (bungkornell/suaraflores.net)

To Top