Peristiwa

BKB HI Jadikan Ayah dan Ibu Hebat Dalam Mengasuh Anak

Silvester Nusa sedang menjelaskan manfaat Program BKB HI kepada para pengurus Taman Pawoda Desa Harona Kalla.

WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif atau BKB HI adalah pintu masuk menciptakan keluarga sejahtera. Melalui BKB HI, ayah dan ibu bisa menjadi orang tua yang hebat dalam pengasuhan anak sehingga sejak janin dalam kandungan sudah sehat dan terpenuhi asupan gizinya, tumbuh kembang secara optimal karena orang tua paham apa yang harus dilakukannya.

Setiap orang tua bahkan para pasangan usia subur diharapkan dapat mengikuti setiap pertemuan atau kegiatan BKB HI. Selain itu, orang tua baik ayah maupun ibu yang memiliki bayi dan balita serta para pengasuh anak dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan terkait pengasuhan anak dengan cara mengikuti pertemuan BKB HI yang digelar di desa/kelurahan masing-masing.

Salah seorang anggota Tim Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Anak Usia Dini holistik integratif (Monev PAUD HI) Kabupaten Sumba Barat, Silvester Nusa, mengatakan itu ketika berdiskusi dengan para pengurus Taman Pawoda Desa Harona Kalla pada Rabu (4/9) lalu. Dikatakannya, Program BKB HI adalah program yang memampukan setiap orang untuk menjadi orang tua yang memiliki kemampuan dalam mengasuh anak.

Dalam Program BKB HI, terang Silvester Nusa, orang tua akan saling bertukar pengalaman dalam hal mengasuh anak. Dengan demikian para anggota BKB HI akan saling belajar satu dengan yang lainnya bagaimana cara mengasuh anak agar sehat, cerdas dan berkarakter yang baik. Program ini juga jika diterapkan secara baik maka akan lebih mudah mencegah anak stunting atau gagal tumbuh. Selain itu, akan tercipta ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Silvester Nusa, menjelaskan, Program BKB merupakan salah satu program tambahan di posyandu. Oleh karena program ini terintegrasi di posyandu maka disebut dengan BKB HI. Istilah holistik diartikan sebagai menyeluruh. Setiap orang tua akan tahu cara menstimulasi atau merangsang tumbuh kembang anak baik fisik maupun non fisik, sedangkan, integratif artinya terpadu atau kerja sama. Jadi BKB HI adalah program yang terintegrasi dengan layanan posyandu dan atau layanan PAUD. Jumlah anggota dari setiap kelompok antara 15-25 orang. Namun, jika pesertanya hanya 10 orang maka bisa membentuk satu kelompok dan bisa memulai kegiatannya. Kegiatan BKB HI bisa diselenggarakan di posyandu, PAUD, kantor desa atau dari rumah ke rumah secara bergiliran.

Program BKB HI, lanjut Silvester Nusa, dimulai dari materi terkait perencanaan hidup berkeluarga dan harapan orang tua terhadap masa depan anak. dalam materi ini, peserta akan memahami tahapan perencanaan hidup berkeluarga. Pada usia berapa akan menikah, pada usia berapa untuk merencanakan kehamilan. Dalam materi ini juga membahas delapan fungsi keluarga serta cara menciptalan keluarga yang berkualitas.

13 Materi Pertemuan BKB HI;

Ada 13 Materi Pertemuan BKB HI yakni;

  1. Pertemuan Awal; Pemetaan Situasi Kesejahteraan Anak Usia Dini (kesehatan, Pendidikan, pengasuhan dan perlindungan anak);
  2. Pertemuan 1; Perencanaan hidup berkeluarga dan harapan orang tua terhadap masa depan anak.
  3. Pertemuan 2: Konsep diri yang positif dan konsep pengasuhan.
  4. Pertemuan 3: Peran orang tua dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
  5. Pertemuan 4: Menjaga kesehatan anak usia dini.
  6. Pertemuan 5: Pemenuhan gizi seimbang.
  7. Pertemuan 6: Perilaku hidup bersih dan sehat.
  8. Pertemuan 7: Stimulasi (rangsangan) gerakan kasar dan gerakan halus.
  9. Pertemuan 8: Stimulasi (rangsangan) komunikasi aktif, komunikasi pasif dan kecerdasan.
  10. Pertemuan 9: stimulasi (rangsangan) kemampuan menolong diri sendiri dan tingkah laku social.
  11. Pertemuan 10: Pengenalan kesehatan reproduksi anak usia dini.
  12. Pertemuan 11: Perlindungan anak.
  13. Pertemuan 12: Menjaga anak dari pengaruh media.
  14. Pertemuan 13: Pembentukan karakter anak usia dini.

Dalam setiap pertemuan BKB HI difasilitasi oleh minimal 3 orang kader posyandu yang berperan sebagai Kader Piket, Kader Bantu dan Kader Inti. Peran ini bisa dilakukan secara bergantian setiap bulan. Dalam setiap pertemuan terdapat tahapan-tahapan ketika kader memfasilitasi BKB HI.

Tahapan-tahapan dalam kegiatan BKB HI terdiri dari;

  1. Pembukaan
  2. Pengenalan Topik
  3. Kegiatan Inti
  4. Kesimpulan
  5. Pengisian KKA (Kartu Kembang Anak)
  6. Penyampaian Tugas Rumah
  7. Penutup.

Sementara itu terkait material BKB HI yang biasa digunakan dalam kegiatan terdiri dari kantong wasiat, kartu wasiat, lembar balik, kartu ilustrasi, kartu kembang anak, film animasi, alat permainan edukasi atau APE dalam, Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) serta pencil atau bulpoin. Penggunaan peralatan atau media ini sangat bergantug dari tema yang akan dibahas di masing-masing pertemuan. Dari media-media ini ada yang wajib digunakan yakni kantong wasiat, kartu wasiat dan KKA.

Kegiatan BKB HI bisa dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan seperti d teras rumah atau di halaman rumah. Selain diskusi tentang pola asuh anak, kegiatan BKB HI juga bisa diselingi dengan aksi bersama untuk mengatasi permasalahan anak usia dini yakni kesehatan dan gizi, Pendidikan, pengasuhan dan perlindungan anak. Dalam setiap kegiatan, para kader perlu melibatkan peran tokoh agama, tenaga kesehatan serta petugas penyuluh lapangan keluarga berencana.  (bkr/SFN)

To Top