Budpar

Bupati Sikka Minta Dinas Pariwisata Siapkan Konsep Jual Sikka di Labuan Bajo

Suara Flores
Bupati Sikka, Robi Idong

MAUMERE, SUARAFLORES.NET –Pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sikka dari periode-periode terus mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka. Pihak Dinas pun gencar menggelar berbagai event yang cukup besar di beberapa tempat. Tujuannya agar Kabupaten Sikka semakin banyak dikenal dengan keunikan potensi wisata yang ada.

Berbagai cara promosi telah dilakukan Dinas Pariwisata, bersama segenap stakeholder, sering pergantian kepala dinas dari peride ke periode. Semua kegiatan promosi ini tentu menyedot anggaran miliar rupiah.

Kondisi ini sudah berlangsung lama, sejak kepemimpinan Bupati Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Nong Susar lima tahun lalu. Pantauan Suara Flores, fakta ini masih berlangsung pada awal kepemimpinan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Romanus Woga.

Mencermati langkah atau cara promosi yang dilakukan Dinas Pariwisata dari tahun ke tahun, ada hal baru yang dipikirkan oleh Bupati Sikka yang maju melalui jalur independen bersama wakilnya Romanus Woga.

Pada Senin (12/2/2020) di rumah pribadinya, kepada Suara Flores, Bupati Sikka meminta Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka untuk menyiapkan konsep kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Manggara Barat. Kerja sama yang dimaksudkan Bupati adalah kerja sama yang saling menguntungkan ke dua daerah.

Baca juga: Kabar Gembira, ASN di Sikka Boleh Aset Daerah yang Tidur

Baca juga: Data dan Tata Kelola Jadi Kunci Utama Suksesnya Pelayanan Pendidikan di Daerah

Menurut mantan Camat Nele ini, bahwa kurang lebih 10 tahun terakhir, Indonesia mengenal Labuan Bajo sebagai pulau Flores. Jauh sebelumnya, dunia mengenal Bali sebagai Indonesia, dan kini termasuk Labuan Bajo.

Bupati mengatakan, cara dan promosi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dari periode ke periode sesungguhnya langkah promosi yang juga baik adanya. Karena, semua yang sudah berlalu dilakukan dengan sepenuh hati untuk mencapai tujuan besar, yakni memajukan Sikka.

 “Salah satu cara promosi potensi yang kita miliki, yakni bangun kerja sama dengan Labuan Bajo di Manggarai Barat. Labuan Bajo itu sama seperti Balilah. Dan dunia mengenalnya. Ya, kita pajang potensi kita di Labuan Bajo. Saya minta Dinas Pariwisata segera siapkan konsep kerjasamanya. Tahun ini harus kita mulai. Jangan lama-lama. Harus gerak cepat,” ujar Robi Idong.

Sebelumnya, saat Apel Kekuatan di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari Kota Maumere, (10/2/2020). Bupati mengatakan bahwa Dinas Pariwisata sudah berkunjung di Labuan Bajo dan sudah buat laporan. Untuk itu, ia meminta agar disiapkan konsep kerja samanya.

“Soal ini, pemerintah sudah membangun komunikasi dengan beberapa Ketua Komisi DPRD Sikka. Mereka sungguh memahami dan sangat setuju agar ke depan kita rebut Labuan Bajo. Di sana menjadi tempat informasi atraksi dan juga penjualan produk-produk dari Kabupaten Sikka. Apa yang menjadi kelebihan kita atau potensi-potensi kita miliki, kita siapkan pusat di Labuan Bajo untuk promosi, kita jual semua potensi di Labuan Bajo,” ujar.

Ia menyebut beberapa desa yang dapat dilibatkan, yakni Desa Pemana, Parumaan, Gunung Sari dan Kojadoi, Desa Nita dan sanggar-sanggar yang ada di Kabupaten Sikka. “Ajaklah mereka dan duduk bersama. Siapkan konsepnya baik-baik. Ini kerja besar dan ada pemasukan untuk kita. Saya sudah bangun komunikasi dengan pemerintah Manggarai Barat, termasuk soal pendapatan atau pemasukan,” tandasnya. (sfn02).

To Top