Ekbis

Buruknya Harga Kopra di Kampung Lebu Raya

Suara Flores
Lega Laconawa dkk sedang mengolah kepala menjadi kopra milik Bapak Ola Samon di Desa Lamapaha, Kamis, 20/09/2018. (roberth)

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET — Petani Kelapa di Pulau Adonara, Flores Timur mengeluhkan buruknya harga kopra. Pasalnya, harga kopra di kampung Gubernur NTT, Frans Lebu Raya terus menurun belakangan ini.

Harga kopra yang didapat petani berkisar Rp3.500-Rp.4.000. Hal ini diakui sejumlah petani kelapa kepada SuaraFlores.Net belum lama ini.

Seperti yang tengah dialami oleh Lega Laconawa dan Ola Samon, warga Kecamatan Kelubagolit. Mereka meminta perhatian serius Pemerintah Flotim dengan memperkuat modal usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lewat penyertaan dana APBD Flotim untuk membantu membeli kopra petani dengan harga yang wajar.

Baca juga: Aksi Jambret dan Remas Buah Dada di Lorong Gelap Lero Wulan

Langkah ini, sebut Ola Samon efektif meredam monopoli harga yang selama ini terjadi sekaligus memanfaatkan jasa tol laut yang singgah di pelabuhan Larantuka.

“Kopra milik petani ini langsung dibawa ke Surabaya. Kemudian kembali dari Surabaya, BUMDes membawa Sembako untuk dijual kepada masyarakat dengan harga yang wajar. Hal ini tentunya sangat menunjang pertumbuhan ekonomi di desa,”katanya.

Ia berharap agar pemerintah daerah segera mengeluarkan kebijakan anggaran ini. Sebab, banyak ketimpangan dan stagnasi ekonomi di desa saat ini karena buruknya harga kopra yang merupakan komoditi andalan orang Adonara, selain Cokelat, Menteh, Asam, Kemiri Vanili dan Cengkeh. (robert).

To Top