Politika

Diam-diam Kristo dan Honing Bergerak ke Senayan

Suara Flores

SUARAFLORES.NET – Drs. Blasin Kristoforus dan Honing Sanny, dua politisi yang juga maju ke Senayan pada pemilihan legislatif 17 April 2019. Menariknya, kedua politisi ini tidak maju melalui pintu PDI Perjuangan.

Keduanya telah pindah partai pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT, memperkuat pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Yoseph A Nae Soi yang kini menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

Pada pemilihan legislatif kali ini, keduanya pun tempur ke Senayan pada daerah pemilihan NTT 1, yakni Flores, Lembata dan Alor. Kristo didorong Nasdem ke Senayan dengan nomor urut dua, sedangkan Honing maju melalui pintu Partai Golkar nomor urut dua.

Pantauan SuaraFlores.Net, kedua mantan kader didikan Megawati Soekarno Putri ini nampak bergerak diam menghadapi perebutan kursi di Senayan. Sosialisasi tak terdengar, begitu juga baliho-baliho atau stiker caleg, tidak kelihatan seperti caleg-caleg DPR RI lain yang melakukan pendistribusian baliho dan stiker hingga ditingkat RT (Rumah Tangga).

Baca juga: Tarung Nasdem di NTT Satu, Siapa Pemenangnya?

Baca juga: Melchias Mekeng: Honing Sanny Pasti Jadi DPR Lagi

Walau demikian, kedua tokoh ini sudah cukup terkenal di seantero Nusa Tenggara Timur. Karya politik, keberpihakan kepada masyarakat dan ketokohan mereka tidak diragukan lagi. Mereka pun jauh dari isu-isu korupsi. Sedikit pun tak terdengar di berbagai media masa di Indonesia.

Keduanya pernah menjadi wakil rakyat. Kristo 15 tahun menjadi wakil rakyat di propinsi, menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi, Ketua Tim Pemenangan Frans Lebu Raya dan juga pernah masuk dalam bursa pencalonan gubernur NTT 2018 lalu. Sedangkan Honing pernah menjadi wakil rakyat di Senayan periode 2014-2019 yang juga terdengar mencalonkan diri menjadi gubernur NTT.

Baca juga: Sesar: Politik Bukan Soal Warna Tapi Soal Keberpihakan pada Rakyat

Baca juga: Dikepung Bau Busuk dan Lalat, Kristo Blasin Dengarkan Jeritan Pemulung

Dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Kristo dan Honing memperkuat pasangan Viktor Laiskodat dan Yoseph Nae Soi. Kehadiran dua politisi ini tentu menjadi bagian dari kemenangan Viktor Laiskodat dan Yoseph Nae Soi, koalisi Nasdem dan Golkar serta Hanura dan PPP.

Yos, salah satu buruh bangunan di Kabupaten Manggarai mengatakan, Kristo berada dalam “lingkaran nerakah”. Ia menghadapi caleg-caleg incumbent yang nota bene memiliki kekuatan yang lebih besar.

Akan tetapi, kata Yos, sebagai figur yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Flores, Lembata dan Alor, Kristo yang memiliki trackrecord yang mumpuni, sangat layak mewakili rakyat di DPR RI. Rakyat tentu harus lebih cerdas untuk menentukan pilihan politik.

“Kristo Blasin memiliki dukungan besar dari masyarakat Manggarai Raya. Memang tidak menang di Manggarai, namun ketokohan menarik simpati kami untuk memilihnya. Begitu juga Honing, figur yang mudah berkomunikasi, tanpa sekat dan batas perbedaan. Rakyat boleh memilih kedua tokoh ini. Saya sudah pasti untuk Pak Kristo Blasin, walau dia tidak banyak sebarkan baliho dan stiker,” ujarnya kepada SuaraFlores.Net belum lama ini.

Dua Kursi untuk Nasdem dan Golkar

Salah seorang pengusaha asal Pulau Flores yang tak mau disebutkan namanya, kepada SuaraFlores.Net menggambarkan sekilas kekuatan Kristo dan Honing. Menurutnya, Kristo dan Honing memiliki kekuatan yang sama sebagai mantan kader PDI Perjuang. Keduanya masih mendapat simpati dari pemilih-pemilih PDI Perjuangan. Bahkan pemilih PDIP lebih besar menjatuhkan pilihan kepada mereka, dibandingkan partai yang baru.

“Dari hasil diskusi setiap kesempatan, saya mencermati bahwa sebagian simpatisan dan kader PDI Perjuang masih menaruh simpati dengan mereka. Saya bisa membaca dari pernyataan-pernyataan mereka. Artinya Kristo dan Honing boleh tanpa baliho dan stiker yang banyak, tapi menurut saya mereka masih mendapat simpati besar dari rakyat. Di Sikka, Kristo bisa dapat suara di atas 55 ribu. Begitu juga Honing bisa lebih dari itu di Ende.  Jika saja, analisa saya ini benar, maka Nasdem dan Golkar masing-masing bisa raih 2 kursi,” ujar pengusaha yang berdomisili di Kabupaten Ende ini, Sabtu (29/12/2018). (sfn).

To Top