Hukum

‘Diam-diam’ Wagub NTT ke Samarinda Bicara dengan Bupati Kutai Timur Tuntaskan Masalah Buruh Sawit

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josep Nae Soi, MM, (foto istimewa)

SAMARINDA, SUARAFLORES.NET,-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan perhatian serius kepada ratusan warga NTT yang diduga diusir paksa pihak perusahaan PT. WTC di Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim). Wakil Gubernur NTT, Josef Alexander Nae Soi diam-diam terbang ke Samarinda berkomunikasi dengan Bupati Kutai Timur, Ir H. Ismunandar untuk menuntaskan masalah yang menimpah para buruh sawit asal NTT.

“Saya sudah bicara dengan bupati mengenai penyelesaian masalah yang dialami para buruh kita. Puji Tuhan sudah beres. Pak bupati menyatakan siap menuntaskan dan mengerahkan bantuan kepada para buruh yang di PHK. Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah dan warga NTT. Intinya dia siap menyelesaikan masalah ini secara aman dan damai,” kata Wagub Nae Soi saat kontak telepon dengan media ini, Kamis (19/9/2019) malam dari Samarinda.

Wagub Nae Soi juga mengatakan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Gubernur Kaltim mengenai masalah yang dialami para buruh NTT. Dalam pembicaraan, Gubernur Kaltim juga menyampaikan permohonan maaf dan merasa malu terjadinya kasus yang menimpah para pekerja dari NTT.

“Saya diam-diam sudah komunikasi dengan Gubernur Kaltim. Dia juga berjanji akan menuntaskan masalah ini,”ujar Nae Soi, sembari menerangkan bahwa dirinya diam-diam menemui bupati Kutai Timur sebelum para buruh melakukan dialog dengan bupati.

Selain itu, dalam menyikapi masalah pengusiran para buruh NTT, Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta, Viktor Manek, sebagai corong Pemerintah NTT juga akan menggelar pertemuan khusus dengan Forum Kerukunan Masyarakat (FKM) Flobamora di Jakarta pada Jumad (20/9). Informasi ini diperoleh media ini dari surat undangan bernomor: BP/24.774/IX/2019.

Sebelumnya, Rabu (18/9) kemarin, Nae Soi yang juga masih menjabat sebagai penasehat Menteri Hukum dan Ham RI ini, menyampaikan keperihatinannya atas peristiwa yang dialami para buruh, bayi, anak-anak dan kaum perempuan yang diusir dari camp perkebunan PT. WTC. Dia mengatakan, Pemerintah NTT akan memberikan perhatian penuh karena semua buruh tersebut adalah warga NTT yang bekerja mengadu nasib di Kaltim.

Selain Wagub NTT yang telah melakukan komunikasi dengan Bupati Kutai Timur dan Gubernur Kaltim, Kamis (19/9) hari ini, para perwakilan buruh, tokoh-tokoh NTT di Kaltim dan LBH Veritas menggelar pertemuan pula dengan Bupati Kutai Timur di Kantor Bupati Kutai Timur.

Silvester Nong SH, aktivis dari LBH Veritas, mengatakan, Bupati Kutai Utara, berjanji akan memanggil pimpinan perusahaan untuk bertemu dengan para buruh pada hari Selasa minggu depan untuk memenuhi hak-hak dasar karyawan.

“Bupati Kutai Timur, dalam pertemuan tadi mengatakan akan mencari jalan keluar (solusi) agar para karyawan mendapat pekerjaan yang baru yang lebih mempedulikan hak-hak karyawan,” kata Silvester.

Diberitakan sebelumnya, ratusan buruh asal NTT di Kabupaten Kutai Timur, Kaltim. Setelah melakukan aksi mogok beberapa waktu lalu lantaran pesangon dan hak-hak mereka diduga dipangkas pihak perusahaan sawit PT. WTC, kini para buruh yang tinggal di camp diusir paksa. Mirisnya, mereka dipaksa keluar dari camp membawa anak-anak bayi dan istri yang hamil bersama seluruh barang-barang milik mereka. (bungkornell/sfn)

To Top