Edukasi

Dinas Pendidikan Sumba Barat dan Lembaga Mitra Susun Panduan New Normal Pendidikan

Suasana diskusi membahas panduan pelaksanaan new normal pendidikan.

WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat menggandeng Lembaga mitra NGO (Non Government Organisation) yang bergerak di bidang pendidikan untuk menyusun Panduan Teknis Pelaksanaan New Normal Pendidikan. Gerak cepat Dinas Pendidikan ini sebagai salah satu bentuk respon COVID-19 guna melindungi warga sekolah dari ancaman Virus Corona.

Kegiatan penyusunan Panduan Teknis Pelaksanaan New Normal Pendidikan dilakukan sejak Selasa (16/6) lalu bertempat di Sekretariat Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) Sumba. Hadir pada kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Yehuda Malorung, S.Pd, Koordinator Pengawas Sekolah, Kepala Bidang PAUD, Kepala Bidang, SD, Kepala Bidang SMP dan Pengawas Sekolah. Sementara itu dari Lembaga mitra yakni dari PSI yang hadir adalah Program Manager PSI, Yenny Djelalu bersama Program Koordinator Advokasi, Librianus Lake dan Yoan Paubun serta staf PSI. Perwakilan dari Project Inovasi, Kania, serta dari Save the Children yang hadir adalah Silvester Nusa dan Benny L.Johan.

Di hadapan para peserta pertemuan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat, Yehuda Malorung, S.Pd yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Sairo Umbu Awang, SE, mengatakan, prinsip utama dari pelaksanaan pembelajaran adalah kesehatan dan keselamatan. Peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran sehingga prinsp kesehatan dan keselamatan harus diprioritaskan.

Ditambahkan Yehuda Malorung, menindak-lanjuti arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, berdasarkan kesepakatan bersama dengan Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021, pihaknya mengajak lembaga mitra untuk bersama-sama menyiapkan panduan teknis pelaksanaan new normal Pendidikan di daerah. Pantauan media ini, kegiatan diskusi yang dipandu oleh Silvester Nusa dari Save the Children. Dalam diskusinya, para peserta membahas tentang standar operasional prosedur (SOP) atau tata laksana pelaksanaan pembelajaran di rumah secara luring atau luar jaringan bagi jenjang PAUD dan SD. Sementara untuk jenjang SMP, para peserta membahas tata cara melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas dengan jumlah siswa yang dibatasi yakni maksimal berjumlah 18 orang saja dan jarak antar siswa 1,5 meter. Untuk mendukung efektifitas kegiatan new normal pendidikan ini, para peserta membahas peran Dinas Pendidikan, peran pengawas sekolah, peran kepala sekolah dan pengelola PAUD, peran tendik PAUD dan guru SD, peran orang tua, peran anak, peran pengelola perpustaakan dan peran pengelola UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah.

Dalam diskusi tersebut, para peserta lalu menyepakati untuk membentuk tim penyusun lembar kerja siswa atau LKS yang akan digunakan siswa dan guru selama masa pandemic COVID-19 di Kabupaten Sumba Barat.

Koordinator Pengawas (Korwas), Petrus P. Wali, berharap agar sebelum tahun ajaran baru dimulai panduan teknis sudah selesai disusun dan didistribusi ke semua sekolah. Hal sama juga dikemukakan Kepala Bidang (Kabid) SMP, Weingu Bora. Dikatakannya, panduan teknis akan sangat membantu bagaimana kepala sekolah, guru dan orang tua mendukung pembelajaran selama masa pandemic COVID-19.  (bkr/SFN)

To Top