Peristiwa

Dishub Sikka Diminta tidak Gegabah Terkait Pengelolaan Parkir

Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Larangan masuk kendaraan ke TPI sebagaimana dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka mendapat protes keras dari para sejumlah petugas parkir dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sikka. Bukan hanya petugas DKP, aksi protes pun dilayangkan para pedagang ikan di Tempat Penangkal Ikan (TPI) saat Dinas Perhubungan menutup jalan masuk ke TPI tersebut.

Menurut petugas parkir di DKP, langkah yang di tempuh Dinas Perhubungan boleh disebut tindakan gegabah, tidak hati-hati. Alasanya, Dinas Perhubungan tidak berkoordinasi dengan pihak DKP sebelum penertiban parkir kendaraan.

“Mestinya, sebelum menutup pintu masuk ke TPI, Dinas yang dipimpin, Wihelmus Sirilus tersebut duduk bersama untuk mencari solusi dengan DKP dan Dinas Perdagangan,” ujar petugas parkir di TPI yang meminta namanya tidak disebutkan saat ditemui media ini di TPI.

Ia mengatakan, bukan hanya soal parkir, pada hari pertama penertiban, pihak Dinas Perhubungan langsung masuk ke dalam TPI, memungut karcis parkir dan memungut biaya retribusi dari para pedagang.

“Penertiban macam apa ini. Kalau mau tertibkan parkir, mestinya duduk bersama dulu. Orang buta saja selalu hati-hati dalam melangkah agar tidak menabrak orang lain. Ini asal tabrak namanya. Saya menduga ada unsur sengaja yang dilakukan Kepala Dinas. Karena dia tahu, selama ini kami yang bertugas di sini,” tegasnya.

Baca juga: Bandara Frans Seda Gelar Simulasi Kecelakaan Pesawat

Baca juga: Bocorkan Informasi di Facebook, Timsel KPU NTT Dinilai Konspiratif dan tidak Profesional

Disaksikan SuaraFlores.Net, (29/11), terkait penertiban parkir tersebut, Fendy dan beberapa pedagang (papalele ikan) melakukan protes keras saat petugas Dinas Perhubungan dipimpim Kepala Dinas Perhubungan, Wihelmus Sirilus menutup jalan masuk menuju TPI. Mereka mengaku kecewa, tindakan penertiban itu tidak didahului dengan sosialisasi terbuka kepada para pedagang.

”Langkah penutupan jalan masuk boleh-boleh saja, tapi janganlah semua kendaraan di larang masuk. Kalau ada warga yang beli ikan dalam jumlah yang banyak tidak mungkin berjalan kaki. Jadi kalau ada kebijakan baru, sosialisasi dulu dong. Jangan main tabrak begini Pak Kadis,” tegas Fendy salah satu papale ikan di TPI Maumere (29/11) pagi.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Wihelmus Sirilus, langkah tersebut diakukan agar masyarakat yang datang belanja ikan dan sayuran-sayuran, tidak memarkirkan kendaraan di dalam TPI. Semua kendaraan yang masuk ke TPI, wajib parkir sekitar Toko Nita.

“Ini kita mau atur supaya di dalam TPI itu tidak romol. Kita semua masuk ke sana bebas. Mulai sekarang semua kendaraan wajib parkir di Toko Nita dan di atur petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka,” tegasnya.

Pantauan SuaraFlores.Net, upaya penertiban parkir kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4 ini melibatkan petugas Kepolisian Polres Sikka dan Satuan Polisi Pamong Praja. Beberapa anggota polisi sempat berargumentasi dan geram melihat aksi protes pedagang yang menolak larangan masuk kendaraan ke TPI.

Sebelum penertiban parkir tersebut, Dinas Perhubungan mendapat kritik pedas dari sejumah Anggota DPRD Kabupaten Sikka dalam rapat bersama komisi 2. Para anggota DPRD menilai Dinas Perhubungan tidak serius mengelolah parkir di Kota Maumere.

“Di Kota Maumere ini terdapat 21 tempat parkir, kenapa penerimaan penerimaan daerah hanya sedikit. Yang benar saja Pak Kadis,” ujar sejumlah Anggota DPRD, (26/11/2018) lalu. (sfn02).

To Top