Nusantara

Diterima Gembira Diaspora NTT di Bandung, Wagub Ajak Warga Dukung Pembangunan NTT

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Alexnader Nae Soi, MM saat berbicara dalam acara tetap muda dengan warga NTT Diaspora Bandung, Rabu, (15/6/2019) malam. Tampak Ketua IKB Diaspora NTT Jawa Barat, Kolonel AD. Benny Aninfeto dan Kepala Kantor Badan Penghubung NTT, Drs. Viktorius Manek, M.Si mendampingi Wagub Nae Soi. (*)

BANDUNG, SUARAFLORES.NET,– Panas setahun dihapuskan dengan hujan sehari. Demikian kira-kira kerinduan bertahun-tahun warga NTT Diaspora Bandung, Jawa Barat yang terobati dengan kehadiran Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi,MM, dalam acara tatap muka yang bertempat di Restoran Puri Bambu Geger Kalong Suka Sari Bandung, Provinsi Jawa Barat, Rabu (15/5/2019).

Dalam acara tatap muka yang difasilitasi Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta, Drs. Viktor Manek.M.Si tersebut , Wagub Nae Soi mengawali komunikasi dengan  mendaraskan  realita NTT soal termiskin, literasi terendah, stunting tertinggi, terkorup, jalan listrik dan air, dan masalah Pekerja Migran Indonesia (PMI. Menurut Wagub Nae Soi, berbagai kenyataan tersebut yang mendorong Viktory-Joss terpanggil untuk pulang kampung membangun NTT. 

Warga Diaspora NTT Bandung, Jawa Barat tampak serius mendengarkan pemaparan Wagub NTT, Josep Nae Soi tentang pembangunan NTT dalam acara tatap muka, Rabu (15/5) lalu. (*)

“Visi kami yakni NTT Bangkit NTT Sejahtera. Kami mengusung 5 agenda pembangunan daerah dengan pariwisata sebagai prime mover mata rantai ekonomi masyarakat.  Kami juga menggagas pembangunan  NTT bersifat inklusif dengan membuka ruang keterlibatan  kepada semua pihak termasuk tokoh agama terutama GMIT, GKS dan Gereja Katolik, Umat Muslim, Hindu dan Budha, dan tokoh masyarakat lainnya untuk bangkit bergerak bersama membangun NTT,”kata Wagu Nae Soi dalam acara yang dihadiri ratusan warga NTT Diasporas Bandung.

Dikatakan Wagub Nae Soi, beberapa langkah strategis yang sedang dilakukan diantaranya, merombak cara pengelolaan keuangan, reformasi birokrasi, penegakan hukum, penyelesaian jalan provinsi selama 3 tahun, rencana penutupan TNK Komodo untuk konservasi, gerakan kebersihan, english day serta pembenahan sarana prasarana pendukung lainnya.

Di akhir paparannya, Wagub Nae Soi menegaskan kembali sikap pemerintah dan masyarakat NTT yang menolak wisata halal diterapkan dalam pembangunan pariwisata di NTT. Ia juga mengajak Diaspora NTT di Jawa Barat untuk melakukan 3 hal, yakni jadilah masyarakat NTT 100% dan masyarakat Jawa Barat 100%, serta meminta dukungan dalam membangun NTT 4 tahun ke depan.

“Berikan kami pikiran baru untuk bangun NTT, dan mari sama-sama kita pulang bangun NTT. Kalau tidak bisa pulang, kirim uangnya saja untuk bangun home stay atau usaha lainnya agar anak-anak kita bisa mempunyai lapangan pekerjaan,” pinta Nae Soi.

Suasana pertemuan makin nampak  FLOBAMORAnya ketika Ketua IKB Diaspora Jawa Barat, Kolonel AD. Benny Aninfeto memperkenalkan diaspora dari 22 kabupaten dan kota  Se-NTT. Usulan-usulan tajam dan bernas disampaikan kepada pemerintah provinsi terkait pembangunan diberbagai bidang. 

“Terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur NTT yang telah mengunjungi kami di Jawa Barat. Kami siap mendukung Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur  membangun di NTT. Kalau ada anak-aak kita yang ingin berwiraswasta, kami siap menerima dan mendampingi mereka belajar sambil bekerja di tempat usaha kami agar mereka siap berwirausaha,” pungkas Usif Benny, Putra Kapan Mollo, TTS, di bumi Priangan Bandung.

Sementara itu, Kepala Badan Penghubung NTT, Viktor Manek mengaku gembira pula. Ia mengatakan setelah ditugaskan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT di Jakarta, dirinya telah melakukan berbagai kegiatan untuk terus membangun persatuan dan kesatuan serta merangkul seluruh Diaspora NTT, yang salah satunya adalah Bandung, Jawa Barat.

“Ya, tugas saya adalah memfasilitasi seluruh IKB Flobamora atau Diaspora NTT. Mereka semua adalah kekuatan besar dalam pembangunan NTT. Meski berada di luar NTT, mereka adalah bagian integral yang tak terpisahkan. Oleh karena itu, selain menjadi jembatan penghubung pemerintah NTT di Jakarta, saya juga harus senantiasa merangkul semua Diaspora NTT demi menjaga semangat kekeluargaan, persatuan dan kesatuan serta mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya orang NTT,” kata Viktor Manek yang ditemui Suaraflores usai kegiatan tersebut. (bkr/sfn-01)

To Top