Infrastruktur

DLH Sikka Diharapkan Lebih Serius Tangani Masalah Sampah

Suara Flores
Salah satu mobil sampah dengan muatan berbagai jenis sampah parkir di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka, Selasa (4/12/2018).

MAUMERE, SUARAFLORES.NET — Sepekan terakhir terlihat tumpukan sampah di sejumlah titik di Kota Maumere tidak diangkut petugas. Sejumlah mobil sampah pun parkir begitu saja di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka, Flores. Jika saja dipaksakan angkut, para sopir tidak membuang di Tempat Pembuang Akhir (TPA). 

Pantauan SuaraFlores.Net pada Jumat (30/12/3018), sampah-sampah yang sudah dibuang warga pada tempat sampah, yakni depan Kantor Lurah Waioti, di sebelah Hotel Pelita, depan Barata, Pasar Senja Kabor, bak sampah kota baru dan bak sampah Beru tidak diangkut oleh para petugas.

Kondisi ini berlangsung hingga Sabtu (1/12/2018), termasuk di depan Toko Lio area Pasar Maumere dan eks Kantor Lurah Kabor atau depan Raja Jaya Motor.

Senin, (3/12/2018), sampah-sampah pada tempat sampah permanen dan bak sampah mobile berhasil diangkut petugas. Namun hal yang sama kembali terjadi pada Selasa (4/12). Mobil pengangkut sampah kembali parkir di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dengan muatan berbagai jenis sampah.

Baca juga: Dishub Sikka Diminta tidak Gegabah Terkait Pengelolaan Parkir

Informasi yang direkam SuaraFlores.Net, para sopir mobil sampah tengah mengalami kendala Bahan Bakar Minyak (BBM). Sejauh ini, dinas membeli BBM di SPBU PD. Mawarani dengan cara utang.

Menurut sejumlah staf yang enggan menyebutkan nama mengatakan, sesungguhnya anggaran untuk BBM mobil pengangkut bisa ditalangi. Hal itu mereka lakukan untuk mengatasi kondisi di lapangan, sehingga sampah tidak terbawa banjir ke jalan-jalan utama dalam Kota Maumere.

“Kalau hanya uang untuk belanja BBM sebenarnya kami bisa talangi. Itu dilakukan pada saat kami menyimpan uang di dompet,” ujar beberapa petugas kepada SuaraFlores.Net sambil memohon agar nama mereka tidak dipublikasikan, Jumat (30/12/2018) lalu.

Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 belum memberi komentar secara berani terkait hal tersebut. Berdasarkan instruksi pimpinan, kata dia, semua informasi harus satu pintu.

“Nanti langsung dengan Kepala Dinas saja. Beliau menghimbau kepada kami semua, agar informasi apapun harus satu pintu, yakni harus ada persetujuan atau diketahui beliau,” ujar Gatot Muryanto, (3/12).

Baca juga: Dituding Ada Mafia, Djidon de Haan: tudingan sadis dan tendensius

Terkait hal ini, SuaraFlores.Net belum mendapatkan alasan mendasar dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yunida Pollo. Saat didatangi media, (3/12) pagi, pimpinan kantor tersebut sedang berada di luar kantor. Dihubungi media, (3/12) siang, Yunida mengaku baru pulang rapat bersama Bupati Sikka dan akan lanjut dengan sidang di DPRD Sikka.

“Nanti saya hubungi kalau sudah selesai,” ujar Mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Sikka.

Pantauan SuaraFlores.Net, Kota Maumere mulai terlihat bersih. Saat hujan turun, beberapa titik yang sebelumnya menjadi sarang sampah, tidak terlihat lagi dengan tumpukkan sampah, seperti di Jalan Soeharto, area pertokoan, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Nong Meak menuju Raja Jaya Motor, Sepanjang Jalan Ahmad Yani, Jalan Mawar dan beberapa titik lain.

Akan tetapi, jika hujan deras mengguyur Kota Maumere dalam waktu yang lama, sampah-sampah masih terlihat di beberapa titik, yakni di sepanjangan Jalan Wairklau, Tugu Waning dan beberapa titik lainnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga sejak dilantik memimpin Kabupaten Sikka mengambil kebijakan yang cukup serius agar Kota Maumere terlihat bersih, indah dan sehat. Dua pemimpin baru ini menginstruksikan agar pengangkutan sampah dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pagi hari dan sore hari. (sfn02).

 

 

To Top