Ekbis

DPRD Sikka Dukung Pemerintah Ekspor Komoditi Tingkatkan Ekonomi Rakyat

Biji Kakao (ilustrasi)

MAUMERE, SUARAFLORES.NET,-Rencana Pemerintah Kabupaten Sikka untuk ekspor komoditi mendapat dukungan penuh dari DPRD Sikka. Dengan melakukan ekspor komoditi dari Sikka langsung ke negara-negara pembeli dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan atau devisa.

Ketua DPRD Sikka, Donatus David, kepada Suaraflores.net, mengatakan, dalam rapat kerja dengan Forkopimda pada bulan Oktober 2019 lalu telah menyatakan mendukung kebijakan Bupati Sikka, Robi idong tersebut.

“Kita dukung penuh kebijakan bupati terkait ekspor komoditi unggulan Sikka dari Sikka ke luar negeri. Ini sebuah terobosan baru untuk meningkatkan ekonomi daerah, dan secara langsung dapat meningkatkan pendapatan petani karena pasti harga komoditi akan jauh lebih baik,” kata Donatus, Senin (25/11/2019) di Maumere

Selanjutnya,  kata Donatus, kewenangan lebih ada di pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI yang akan mengeluarkan Surat Keterangan Asal Barang. Oleh karena itu, pihaknya meminta pihak kementerian lebih cepat meresponds permintaan Pemerintah Kabupaten Sikka.

“Ya saat ini kita selesaikan dulu ijin dan lain-lain. Mungkin tahun 2020 kita sudah bisa mulai ekspor komoditi ke luar negeri. Terobosan ini sudah pasti akan meningkatkan ekonomi rakyat produsen tersebesar komoditi di Sikka sebagai basis terbesar komoditi Kelapa, Kakao, Kemiri, Asam, dan Mente di Flores,” terang Donatus.

Diberitakan sebelumnya,  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sikka, Yosep Benyamin, menerangkan bahwa sudah puluhan tahun petani komoditi di Sikka masih terbelenggu atau dibelenggu oleh para pengusaha yang mendominasi bisnis komoditi.Perdagangan komoditi  dirasakan tidak menguntungkan pemerintah dan petani karena selain tidak mendapatkan devisa juga naik turunnya harga yang tak menentu.

Parahnya lagi, selain kurang menguntungkan petani dari segi harga, dari perdagangan komoditi Sikka yang dijual ke Surabaya, Jawa Timur ditengarai tidak membawa keuntungan bagi Pemda Sikka. Jawa Timur memetik devisa besar dari perdagangan komoditi Sikka yang diekspor. Karena Surat Keterangan Asal Barang diterbitkan oleh Pemerintah Jawa Timur.

19 pengusaha kuasai perdagangan komoditi Sikka

Sebagaimana diberitakan NTTbangkit.com, ada 19 pedagang atau pengusaha komoditii Sikka yang selama ini menguasai pasar komoditi . Nama-nama perusahaan tersebut,  yaitu: UD. Mitra   UD.Fajar Timur, UD Sakura, UD. Fajar, UD  Mahkota, Istana Mas, Kios Mutiara dan Toko Cemerlang.

Selain itu ada pula UD. Sarana, CV. Agro Mega, Kios Cinta Putri, Toko Usaha Bersama, Comextra Majora. Selain nama perusahaan, ada juga pembeli lainnya, yaitu Amandus, Phukan, Agustinus Yosman,Mikael Dedy Sancaka,Januarius, dan Yuvensius Manyela.

Para pembeli atau pedagang komoditi tersebut, menurut Kadis  Yosep Benyamin  melalui data yang diberikan kepada media  membeli jenis-jenis komoditi  terbesar yakni  kopra, kakao, asam, kemiri dan mente. Pasalnya, kelima jenis komoditi ini adalah komoditi yang paling banyak diproduksi oleh para petani Sikka. (korneliusmoanita)

To Top