Edukasi

Drama Pasola dan Cerita Rakyat Warnai Workshop Literasi

Adegan drama Pasola yang diperankan anak-anak Sumba dalam Workshop Literasi. (Foto: Silvester Nusa)

WAIBAKUL SUARAFLORES.NET,- Kemampuan anak-anak Kabupaten Sumba Tengah di bidang literasi saat ini nampaknya mengalami kemajuan yang luar biasa. Hal ini terlihat dari kemampuan anak-anak dalam hal bercerita maupun bermain drama. Sebagaimana yang terlihat pada acara Workshop Literasi pada Sabtu (11/5) lalu, anak-anak sekolah dasar bisa menampilkan kemampuan dalam menyampaikan cerita rakyat serta bermain peran dengan sangat baik. 

Kemampuan anak di bidang literasi ini sebagai bukti keseriusan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumba Tengah. Dalam Workshop Literasi bertemakan ‘Literasi Menjaga Generasi” yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Katikutana dihadiri oleh para praktisi bidang literasi serta para pejabat pemerintah daerah seperti Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa serta 150 orang peserta dari berbagai jenjang Pendidikan baik kepala sekolah, guru maupun siswa. Selain itu, juga dihadiri oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan dan Lembaga swadaya masyarakat seperti Willy Toisutta Asociate, Save The Children, Yayasan Wahana Komunkmasi Wanita dan pihak pengelola Project INOVASI serta para kepala desa. Dalam workshop ini juga menghadirkan narasumber atau pegiat literasi yakni Subeti Makdriani dari Perpustakaan Nasional RI dan Yublina Pandarangga selaku Direktur dari Willi Toisutta Asociate sebagai Narasumber. Workshop Literasi semakin meriah dengan digelarnya lomba bercerita dan pentas drama oleh para pelajar. 

Rangkaian acara workshop diawali dengan pagelaran tari-tarian anak-anak dari Kampung Pasunga dan diisi dengan pertunjukkan drama tentang sejarah Pasola dari anak-anak di Komunitas English Goes to Kampung, Ceritera Rakyat “Nakajiangu” dari Siswi SDM Waibakul dan pertunjukan percobaan sains sederhana dari anak-anak di Komunitas Rumah Belajar Laimajulung. 

Cerita rakyat dengan judul “Nakajiangu” yang diperankan oleh Stella Ivana R. R. Pawolung, Siswi SDM Waibakul, mengisahkan tentang seorang anak yang ditinggal orang tuanya. Dalam ceritanya ia megisahkan perjuangan seorang anak untuk bertahan hidup dan berusaha untuk menggapai mimpi atau cita-citanya. Cerita ini mengisahkan seorang tokoh anak kecil bernama Rabbu Kahi dan Ubbu Delu yang ditinggal orang tuanya saat masih kecil. Lalu Rabbu Kahi diasuh oleh seorang laki-laki dari desa yang sangat jauh. Rabbu Kahi meninggalkan adiknya Ubbu Delu yang masih bayi seorang diri. Sebelum meninggalkan adiknya, Rabbu Kahi meninggalkan sebuah pisang dan gasing untuk adiknya Ubbu Delu agar kelak adiknya Ubbu Delu bisa mencari Rabbu Kahi menggunakan gasing. Kisah ini mencapai puncaknya ketika kakak beradik itu dipertemukan dalam permainan gasing. 

Sementara itu, pada sesi drama yang mengisahkan Pasola dibawakan pleh anak-anak SD Waisumar dan SD Katolik Katikuloku dalam Bahasa Inggris. Kemampuan anak-anak berkomunikasi dalam Bahasa Inggris saat tampil menjadi daya tarik para peserta karena kemampuan anak-anak yang dengan fasihnya berbicara dalam bahasa asing tersebut. 

Penampilan yang sangat memukau dari anak-anak tersebut juga mampu menarik simpatik dari Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumba Tengah, Umbu Sulung, S. Sos. 

Setelah menyaksikan penampilan anak-anak tersebut, Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa, menyatakan kekagumannya atas pertujukan cerita rakyat dan Drama Pasola. Di hadapan peserta workshop, Wakil Bupati Sumba Tengah ini, mengatakan, kemampuan anak-anak di bidang literasi harus terus diasah agar dalam hal bercerita, menulis dan membaca menjadi lebih baik. Literasi, kata Wakil Bupati Sumba Tengah, merupakan sebuah kebutuhan karena terkait kompetens yang dimiliki setiap orang agar bisa berkomunikasi secara baik. Hal sama juga disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumba Tengah, Umbu Sulung, S.Sos. Di hadapan peserta workshop, ia mengajak agar semua pihak bangkit mendukung program pengembangan literasi agar anak-anak dan remaja serta masyarakat memiliki kemampuan di bidang literasi. 

Pantauan media ini saat berlangsungnya workshop tersebut terlihat selain adanya pemaparan materi oleh narasumber tetapi juga ada sesi diskusi. Para peserta sangat antusias mengikuti sesi diskusi dan mereka sadar benar bahwa literasi bukan tanggungjawab individu tetapi tanggung jawab bersama. Kepala Bidang Pengembangan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ersy Prihartini Rambu Awa, S.Sos, selaku penyelenggara, mengatakan, kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca generasi muda.

Dikatakannya, di era keterbukaan informasi saat ini, kecakapan literasi merupakan sebuah kemampuan yang harus dimiliki setiap individu. Literasi telah menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini karena setiap saat kita selalu berkomunikasi dengan sesama. Literasi menjadi pintu masa depan dan kunci keberhasilan di era persaingan ini. Untuk itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumba Tengah terus mendorong minat dan budaya membaca masyarakat. Salah satu hal paling penting dari kegiatan literasi, kata Ersy, setiap hari kita harus meluangkan waktu untuk membaca buku karena dengan membaca buku maka kita mengenal pengetahuan dan informasi. Dengan membaca buku, lanjutnya, maka minat baca masyarakat akan bertumbuh dan berkembang.

Untuk tercapainya tujuan ini, kata Ersy, pihaknya menggalakan gerakan literasi melalui sejumlah kegiatan diantaranya adalah gerakan literasi sekolah, layanan perpustakaan keliling dan mendukung kegiatan rumah baca atau pos baca di luar Pendidikan formal. Ditambahkannya, untuk mendukung pengembangan literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga melakukan publikasi dan sosialisasi minat dan budaya baca dengan tujuan adalah pengetahuan masyarakat semakin meningkat dari waktu ke waktu. 

Kegiatan workshop literasi ini, jelas Ersy, sebagai salah satu bentuk dalam menjawab ancaman dan tantangan global terkait rendahnya kemampuan literasi masyarakat. Melalui workshop ini juga para peserta bisa berbagi informasi tentang capaian dan tantangan gerakan literasi yang dilakukan oleh berbagai stakeholder dan para pegiat literasi di Sumba Tengah. Selain itu juga bisa berbagi infirmasi terkait koleksi buku yang bisa diakses di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah serta yang ada di berbagai komunitas masyarakat.  

“Akan ada kegiatan lainnya seperti Lomba Bercerita dan Pemilihan Duta Baca tingkat SD, SMP dan SMA. Kegiatan ini merupakan langkah pijak kami untuk melaksankana kegiatan-kegiatan berikutnya, “jelas Ersy. (sfN-01))

To Top