Nusantara

Dukung Jokowi Dua Periode, Relawan Rekomendasi Nama Cawapres Ideal

Ratusan relawan pendukung Presiden Joko Widodo dari 76 organ, Ormas dan LSM menggelar aksi damai di depan Istana Negara RI, Jakarta Pusat, Jumad (21/7/2018

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,- Ratusan relawan pendukung Presiden Joko Widodo dari 76 organ, Ormas dan LSM menggelar aksi damai di depan Istana Negara RI, Jakarta Pusat, Jumad (21/7/2018) sore kemarin. Para relawan membacakan rekomendasi nama-nama cawapres yang dirumuskan di Benhil dalam kegiatan Pekan Jokowi sejak 10-16 Juli 2018 lalu.

Menurut Ketua Panitia Nasioanal Pekan Jokowi 2018, Aznil Tan, nama-nama cawapres tersebut, yaitu Moeldoko, Airlangga, Mahfud MD, Susi Pudjiastuti, Chairul Tanjung, Tito Karnavian, G. Jimmly Asshiddiqie dan Sri Mulyani. Delapan tokoh tersebut paling banyak disampaikan dalam Pekan Jokowi karena dinilai mampu menjadi calon wakil Jokowi. Meski telah memproklamirkan 8 nama cawapres, Panitia Pekan Jokowi masih menyembunyikan dua kartu rahasia yang akan diserahkan khusus ke Presiden Jokowi.

Selain membacakan nama-nama cawapres, mantan aktivis 98 ini juga membacakan visi dan misi pencapresan Jokowi 2019 – 2024 yang harus membawa semangat dan prinsip-prinsip menuju kesejahteraan rakyat Indonesia 100 persen. Semangat dan prinsip-prinsip tersebut, yaitu penuntasan Nawacita 100%, kerja merdeka100% dari politik transaksional, fokus memajukan perekonomian rakyat di segala sektor, pendidikan gratis 100%, jaminan kesehatan 100%, penegakan hukum 100%, negara merdeka 100% dari mafia, 100% melayani rakyat, dan merdeka 100% dari pungli dan premanisme.

Koordinator Aksi, Roni Rosa dalam pembukaan aksi di depan pintu masuk Monumen Nasional (Monas), mengatakan, nama-nama cawapres yang direkomendasikan adalah hasil dari rembug dan diskusi Gabungan Relawan dan Ormas pendukung Jokowi selama sepekan (10-16 Juli 2018) saat kegiatan rembug dan diskusi 76 organ relawan ormas pendukung Jokowi yang digelar di Benhil Jakarta Pusat yang mengusung tema “Cawapres Salah Jokowi Kalah.”

Menurutnya, aksi membacakan rekomendasi nama-nama cawapres ini agar diketahui publik dan media massa bahwa rakyat sangat mendukung figur-figur cawapres yang pro Pancasila, UUD45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Anti Korupsi, tidak tersandung pelanggaran HAM dan anti reformasi. Dikatakan mantan aktivis PRD ini, cawapres menurut hasil rekomendasi Relawan Jokowi Poros Benhil juga harus mampu mendukung kinerja Jokowi, menaikan elektabilatas Jokowi dan harus mampu menjaga stabilitas pemerintahan dan tidak boleh menjadi benalu atau duri di dalam daging.

“Sesuai pertemuan Pekan Jokowi, maka sebanyak 76 organ relawan, Ormas dan LSM pendukung Jokowi bersepakat bulat untuk mendukung sepenuhnya Jokowi dua periode. Dengan siapa saja Pak Jokowi berpasangan kami sudah siap mendukung penuh. Namun demikian, kami akan tetap kritis dalam mengawal program-program pemerintahan, termasuk mengawasi kinerja menteri-menteri pembantu Jokowi,” tegasnya.

Baca juga: Bahas Cawapres, Puluhan Organ Relawan Gelar Pekan Jokowi

Dalam rekomendasi Benhil, lanjut dia, juga Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla harus membuang menteri-menteri dan pejabat-pejabat yang gagal melaksanakan program-program kerakyatan dan menjadi benalu di Pemerintahan Jokowi. Setelah itu, kata dia, Presiden Jokowi harus mampu menyeleksi pembantu-pembantunya yang memiliki komitmen tinggi bekerja untuk rakyat dan bebas dari politik transaksional.

Selain itu, salah satu rekomendasi politik yang sangat vital bagi keberlanjutan kehidupan anak bangsa yaitu bahwa Pemilu 2019 harus bebas dari isu SARA, agar ada kedamaian, aman dan rukun. Ada beberapa point penting yang menjadi penekanan dalam rekomendasi tersebut, yaitu pertama, Presiden siapapun yang memimpin Republik Indonesia harus menindak tegas perbuatan-perbuatan intoleransi, persekusi, terorisme dan politik SARA sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Kedua, mengembalikan kurikulum Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan budi pekerti dengan harapan terciptanya generasi bebas dari intoleransi dan sentimen SARA.

Ketiga, lanjut dia, menghilangkan dikotomi negatif terhadap anak bangsa. Keempat, meningkatkan peran masyarakat untuk terciptanya kerukunan dan perdamaian dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berdasarkan Pancasila, dan kelima, harus dilakukan Rekonsialiasi Anak Bangsa dari berbagai kalangan suku, agama, ras dan antar golongan dari Sabang sampai Merauke berikrar bersama sebagai anak bangsa untuk tidak ada lagi mengulangi pertikaian SARA.

Konsolidasi Nasional Menangkan Jokowi

Sementara itu, Sekretaris Panitia Nasional Pekan Jokowi, Denni Agiel Prasetyo, kepada media sebelum pembacaan rekomendasi, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk memenangkan Jokowi di periode kedua pada Pemilu 2019 tahun depan. Pasalnya, Presiden Jokowi masih menyisahkan program-program Nawacitanya yang belum selesai dan harus diselesaikan dalam periode kedua. Dia berharap, pada periode kedua, Presiden Jokowi harus memilih menteri-menteri dan pejabat-pejabat yang lebih berkualitas dan maksimal bekerja menyukseskan program Nawacita.

“Menteri-menteri tidak boleh hanya menjadi benalu atau duri di dalam daging, tidak boleh terlibat mafia-mafia dan politik traksaksional. Itu akan sangat mengganggu program Pemerintah Jokowi nanti. Jokowi harus menyeleksi secara ketat kalangan profesional yang mempunyai kemampuan besar untuk melaksanakan programnya”.

Pak Jokowi telah berbuat yang terbaik untuk bangsa ini. Namun, hari ini masih terlalu banyak benalu-benalu di sekitar Pak Jokowi yang menghambat programnya. Masih terlalu banyak musuh-musuh, maka kita harus terus melakukan konsolidasi nasional agar Jokowi tidak kalah pada 2019. Kita masih cinta Pak Jokowi, maka apapun yang menghalangi harus kita lawan,” tegas mantan aktivis 98 ini sembari menegaskan bahwa rekomendasi Relawan Jokowi Poros Benhil yang telah ditandatangani 76 relawan Jokowi akan diserahkan secara langsung ke Presiden Jokowi dalam waktu dekat.

Dalam aksi pertama ini, salah satu aktivis perempuan dari Forum Demokrasi Rakyat (FRD), Fenesa, tampil gagah berani memberikan orasinya di hadapan para relawan. Dia kembali menekankan agar capres dan cawapres RI 2019 harus benar-benar Pancasilais Sejati demi keutuhan Bangsa Indonesia. capres dan cawapres akan datang harus mempertahankan NKRI, UUD 45, menjaga Kebhinekaan dan Berkeadilan Sosial. Dia mengaku merasa kecewa saat ini banyak pihak mulai melupakan Pancasila dan Kebhinekaan.

Kata dia, Pancasila dan Kebhinekaan telah dipelajari oleh seluruh anak bangsa sejak di bangku sekolah dasar, namun saat ini sudah melenceng karena anak-anak bangsa sudah melupakannya. Oleh karena itu, rumusan cawapres yang direkomendasikan para relawan harus menjadi rujukan bagi Presiden Jokowi dalam Pemilu 2019 nanti.

“Cawapres harus cocok, kompak dan aman dengan Pak Jokowi. Itu sangat penting. Tidak boleh terjadi perselingkuhan. Semua harus berdiri di atas lima pilar yang kita pegang. Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan Keadilan Sosial harus benar-benar menjadi dasar pijakan bagi Capres dan Cawapres. Semua rumusan kriteria yang kita rekomendasikan ke Pak Jokowi untuk menjadi rujukan. Kita serahkan kepada Pak Jokowi siapapun yang dipilih kita tetap dukung penuh,” tutupnya seraya memekikan yel-yel membakar semangat para relawan.

Pantauan media, aksi yang menarik perhatian pengujung Monas dan warga yang berlalulalang. Banyak warga tampak berhenti sejenak untuk menyaksikan aksi dan mendengarkan pembacacaan rekomendasi nama-nama Cawapres Jokowi oleh relawan. Aksi ini pun mendapat perhatian dan pengawalan dari aparat Polda Metro Jaya dan Satpol PP Pemprov DKI Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, puluhan organ relawan Presiden Jokowi dan ormas menggelar Pekan Jokowi untuk membahas cawapres yang akan mendampingi Presiden Joko Widodo pada Pemilu 2019. Para relawan datang dari seluruh penjuru Kota Jakarta dan dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul di Gedung Juang Merdeka 100 Persen di Kawasan Benhil Jakarta Pusat sejak 9-17 Juli 2018.(bungkornell/sfn)

To Top