Edukasi

Empat OPD dan Kemenag Sumba Barat Bahas Persiapan New Normal Pendidikan

Suasana diskusi persiapan New Normal Pendidikan pada tahun ajaran baru 2020/2021 bertempat di ruang kerja Asisten 1 Setda Sumba Barat.

WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Sebanyak 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumba Barat membahas sejumlah persiapan menjelang dimulainya tahun ajaran baru pembelajaran 2020/2021.

Pembahasan persiapan menghadapi tahun ajaran baru difasilitasi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten 1) Setda Sumba Barat, Drs. Imanuel Mesak Anie, M.Si, pada Kamis (25/6) di ruang kerjanya.  Hadir dalam pertemuan tersebut yakni Kepala Dinas Pendidikan, Sairo Umbu Awang,SE, Kepala Bidang SDK (Sumber Daya Kesehatan) Dinas Kesehatan, Apliana, Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ir. Yanis Eklemens Luther Chr. Loebaloe, M.Si, Kepala Badan Keuangan Aset dan Pendapatan Daerah, Drs. Daniel Baya Pabala, Kepala Kantor Kementerian Agama, Bulla Nggallu, S.Pd, M.Si. Selain itu, dalam pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan Inovasi, Hania, perwakilan Perkumpulan Stimulant Institute (PSI), Yenny Djelalu dan Yoan Paubun, perwakilan Save the Children Sumba, David Wala, Yasinta Bere, Benny L. Johan dan Silvester Nusa.

Di hadapan para peserta pertemuan koordinasi tersebut, Asisten 1 Setda Sumba Barat, Drs. Imanuel Mesak Anie, M.Si, menjelaskan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat yang telah kita ketahui bersama bahwa kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru 2020/2021 akan dilaksanaka pada tanggal 13 Juli 2020. Karena itu, di hadapan para peseta ia ingin mengkonfirmasikan sejauh mana kesiapan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Kantor Kementerian Agama dalam pelaksanaan tahun ajaran baru dengan situasi yang disebut dengan New Normal Pendidikan.

Asisten 1 Setda Sumba Barat berharap ketiga instansi pemerintah ini saling bersinergi membahas berbagai kesiapan menghadapi pembukaan sekolah bagi sekolah menengag yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka dan juga terkait dukungan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah bagi peserta didik di jenjang pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar.

Terkait dengan kesiapan menghadapai tahun ajaran baru 2020/2021, Kepala Dinas Pendidikan Sairo Umbu Awang, SE, menjelaskan, saat ini pihaknya didukung oleh Lembaga mitra yakni Perkumpulan Stimulant Institute Sumba dan Save the Children serta perwakilan Inovasi telah membahas draft SOP Pembelajaran Secara Daring dan Luring, serta pembelajaran tatap muka. Selain itu, jelas Kadis Pendidikan, saat ini telah ada tim yang ditugaskan untuk menyusun lembar kerja siswa atau lembar belajar siswa bagi yang akan belajar dari rumah. Penjelasan Kadis Pendidikan ini dibenarkan oleh David Wala dari Save the Children Sumba. Dikatakannya, Save the Children dan Stimulant Institute bersama tim dari Dinas Pendidikan sedang menyusun lembar kerja siswa untuk digunakan saat anak belajar di rumah selama masa pandemic COVID-19.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat, Bulla Nggallu, S.Pd, M.Si, menjelaskan, pihaknya di Kementerian Agama telah ada pedoman atau panduan teknis penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemic COVID-19. Pihaknya telah mendistribusikannya kepada setiap sekolah dan tempat ibadah. Pada pertemuan ini, para peserta juga berdiskusi terkait kebutuhan anggaran bila semua sekolah dilakukan pembelajaran tatap muka. Sekolah yang akan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka harus memenuhi syarat sebagaimana terdapat dalam daftar periksa kelayakan tatap muka. Kebutuhan tatap muka misalnya sekolah harus menyediakan thermogun, fasilitas cuci tangan pakai sabun dan lainnya.  (bkr/SFN)

To Top