Peristiwa

ETMC 2019, Gubernur Viktor Ancam Tendang Sejumlah Pemain

Suara Flores
Tarian Pembuka ETMC 2019 di Lapangan Betun, Kabupaten Malaka, NTT

SUARAFLORES.NET—Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat kembali mempertontonkan aksi marah-marahnya,  Jumat (5/7/2019) malam. Kali ini dialamatkan kepada sejumlah pemain atau peserta ETMC 2019 saat pembukaan turnamen sepakbola bergensi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi marah-marah itu terjadi saat Gubernur Viktor sedang menyampaikan sambutan, sebelum memukul gong atau membuka laga perdana ETMC 2019 di Lapangan Umum Betun, Kabupaten Malaka.

Saa itu, semua peserta dalam posisi berbaris dan menyimak sambutan orang nomor satu NTT itu. Gubernur Viktor tiba-tiba mempertontonkan amarahnya ketika melihat beberapa pemain dalam posisi duduk dalam barisan. Dalam aksi tersebut, sang gubernur pun mengancam akan menendang kepala para pemain yang duduk.

“Tolong altlit berdiri, atlit berdiri. Nanti saya sepak di kepalamu nanti. Masa jadi altlit duduk-duduk saat gubernur bicara. Saya tendang di kepalamu nanti. Berdiri. Kamu mau jadi atlit kok malas,” tegasnya dan melanjutkan sambutannya.

Baca juga: “Panggilan Suci” Tanah Air Sabu Raijua, Djami Rebo – Bernad Tanya Kembali

Baca juga: Terobosan Bank NTT Fasilitasi Pembangunan Didukung Otoritas Jasa Keuangan

Selain disaksikan sejumlah pejabat daerah, peserta ETMC 2019 dan para pecinta bola kali di NTT yang menyaksikan langsung ceremoni pembuka tersebut, aksi marah-marah Gubernur Viktor ini pun terekam oleh TVRI NTT yang menyiarkan secara langsung kegiatan tersebut.

Untuk diketahui, gaya unik Gubernur Viktor dengan aksi marah-marahnya bukan baru kali ini terjadi. Sudah berulang kali terekam media, sang gubernur yang baru memimpin NTT kurang lebih satu tahun ini mempertontonkan aksi tegasnya itu.

Bukan hanya kepada bawahan atau ASN. Aksi marah-marah itu pun pernah terjadi di ruang sidang bersama DPRD. Kepada mitra kerja atau pihak swasta di NTT pun pernah dimarahinya jika ada kesalahan atau melanggar aturan. Warga biasa pun pernah diteriaki karena tidak menjaga kebersihan lingkungan. (sfn).

To Top