Edukasi

FASTENG Bakti Sosial Bersihkan Sampah di Pasar Inpres Waibakul

Para pelajar yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Sumba Tengah sedang memungut sampah di Pasar Inpres Waibakul.

WAIBAKUL, SUARAFLORES.NET,- Para pelajar sekolah lanjutan tingkat atas yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Sumba Tengah (FASTENG) menggelar aksi bakti sosial. Kegiatan bakti sosial kali ini dilakukan dengan cara membersihkan sampah di Pasar Waibakul.

Kegiatan bakti sosial para pelajar ini dilakukan usai pulang sekolah pada Sabtu (5/10). Mereka mendatangi Pasar Inpres Waibakul dengan membawa serta kotak sampah yang telah dikerjakan beberapa hari sebelumnya. Selain itu, para pelajar ini juga membawa serta sejumlah karung sebagai wadah menaruh sanpah sebelum dibuang di tempat penampungan sementara.

Kedatangan para pelajar ke kompleks Pasar Inpres Waibakul sempat mengagetkan sejumlah pedagang. Para pelajar ada yang masih mengenakan seragam OSIS, Pramuka dan ada yang sudah berpakaian biasa. Sejumlah pedagang mengira akan ada sesuatu yang bakal terjadi dengan kehadiran belasan pelajar dari berbagai sekolah tersebut. Kekhawatiran itu tentu dilatari sejumlah berita aksi para mahasiswa dan pelajar di Jakarta yang berdemo di Gedung DPR RI dengan agenda menolak RUUKUHP dan UU KPK. Namun, misi yang diemban para pelajar yang tergabung dalam FASTENG ini berbeda. Mereka menunjukan kepada masyarakat Indonesia bahwa kaum pelajar Sumba Tengah adalah pelajar yang cerdas dan pelajar yang cinta lingkungan dengan cara membersihkan sampah di pasar dan lingkungan kotanya.

Para pelajar saat tiba di Pasar Waibakul ditemani oleh kakak senior mereka yakni Thomas Praing. Setibanya di pasar, tanpa satu kata pun yang keluar dari mulut, mereka langsung bekerja memungut sampah yang bertebaran di setiap sudut pasar, halaman dan Lorong-lorong. Hal yang menarik adalah mereka tidak malu memungut sampah yang kotor dan berbau.

Salah seorang pedagang ikan, Ny.Latifa, mengaku sangat bangga dengan aksi para pelajar tersebut. Menurutnya, para pelajar telah memberikan pelajaran, contoh dan teladan yang baik. Dengan cara itu, secara tidak langsung mau mengajarkan kepada para pedagang dan pembeli di pasar tersebut agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak boleh menggunakan plastik. Ny. Latifa menganjurkan kepada para pembeli agar ke pasar membawa tempat untuk menyimpan belanjaan agar tidak menggunakan plastik karena bisa menghasilkan sampah.

Pujian lainnya datang dari Ny. Saingo. Pedagang mangga dan Lombok ini sangat berterima kasih kepada kaum muda ini. Dikatakannya, apa yang dilakukan para pelajar adalah sebuah teladan yang luar biasa. Sebagai wujud nyata dari terima kasihnya, Ny. Saingo memberikan sejumlah buah mangga, pisang, kacang tanah dan buah sawo kepada para pelajar. Ny. Saingo mengaku, setiap hari harus berjualan di pasar demi membiayai anak-anaknya yang masih sekolah. Makanya, ketika melihat aksi anak-anak pelajar memungut sampah tersebut, ia teringat akan anak-anaknya. Ia berharap agar anak-anaknya juga tidak malu untuk memungut sampah juga.

Sampah-sampah yang dipungut selain dibuang di tempat penampungan sementara, sebagiannya dibakar untuk mengurangi tumpukan sampah yang berbau. Ketua Forum Anak Kabupaten Sumba Tengah, Ansine Krisnawati R.Loba, mengatakan, kegiatan bakti sosial itu bertujuan untuk menjaga lingkungan agar selalu bersih sehingga masyarakat hidup sehat. Kegiatan ini juga mau mengajarkan kepada semua pihak agar tidak membuang sampah sembarangan dan semua pihak harus peduli terhadap kebersihan Kota Waibakul.

“Aksi ini secara langsung mau mengajarkan bagaimana kita selalu menjaga kebersihan. Kita harus menjaga lingkungan agar kesehatan kita juga selalu terjaga. Kami harapkan agar para pedagang bisa sadar untuk tidak membuang sampah. Sampah harus dibuang di tempat penampungan sementara dan selanjutnya harus dibakar, ujar Ansine, Ketua Forum Anak Sumba Tengah ini.

Hal sama juga dikemukakan oleh anggota Fasteng yang sedang memungut sampah, Marten dari SMK Negeri Waibakul. Dikatakannya, gotong royong membersihkan sampah bertujuan untuk menjaga agar pasar selalu bersih sehingga semua orang bisa datang berbelanja di Pasar Inpres Waibakul.

Apresiasi atas kegiatan bakti sosial ini juga disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumba Tengah, Dra. Agnes L.Mere. Menurutnya, forum anak atau Fasteng ini telah berkontribusi dalam pembangunan dengan cara memungut sampah untuk menjaga Kota Waibakul agar selalu bersih. Ia berterima kasih kepada para pelajar tersebut yang sudah peduli terhadap lingkungannya.

Sementara itu, Direktris Yayasan Wahana Komunikasi Wanita (YWKW), Farida Padu Leba, mengemukakan, apa yang dilakukan anak-anak Fasteng tersebut harus diikuti semua pihak dengan cara membersihkan lingkungannya. Semua orang juga harus mengurangi sampah plastik agar kota dan lingkungan tidak kotor tercemar sampah. Luar biasa aksimu Fasteng. Kalian hebat!  (bkr/SFN)

To Top