Tamu Kita

Fragmen Simon Bor Jona, Sang Manusia dan Batu Wadas, Meriahkan Malam HUT 50  Padre Marco

Suara Flores
Padre Markus Solo Kewuta, SVD

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET — Bertempat di pelataran Kapel St. Petrus Stasi Lewouran, Paroki St.Yosef Lewotobi Ile Bura, Keuskupan Larantuka, Sabtu, 4 Agustus 2018, pukul 23.00 Wita malam, fragmen karya Padre Markus Solo Kewuta, SVD dipentas. Drama yang melukiskan tentang kisah perjalanan Rasul Santu Petrus bersama murid-murid Yesus yang lainnya sebagai pengikut Kristus sejati dari awal hingga dihukum mati di bukit Vatikan karena mewartakan Injil Yesus itu bisa dibilang sangat spesial, unik dan sarat makna.

Pergelaran fragmen tersebut mengambil Santu Petrus sebagai tokoh utama. Petrus sebagai  Rasul Sulung, Pendiri Gereja Katolik, Paus Pertama dalam sejarah Gereja Katolik, Pemegang Kunci Kerajaan Surga yang kemudian dijadikan sebagai nama Kapel Stasi Lewouran, kampung halamannya Padre Markus Solo Kewuta, yang akrab disapa dunia dan dikenal di Tahta Suci Vatikan dengan sebutan Padre Marco.

Ada hal yang lebih istiwewa karena pementasan drama “Simon Bor Jona, Sang Manusia dan Batu Wadas ini disaksikan langsung Padre Markus Solo Kewuta, sebagai kado paling istimewanya pada hari bahagianya ke 50, Sabtu, 4 Agustus 2018. Sebuah peristiwa iman yang sungguh luar biasa. Apalagi dirayakan di kampung halaman bersama semua keluarga dan umat yang begitu mencintainya.

Pantauan langsung SuaraFlores.Net, Padre Marco terlihat begitu bersemangat malam itu. Sekitar pukul 21.00 rombongan Padre Marco memasuki pelataran Kapel St.Petrus Lewouran. Ia datang dari Ama Deus, rumah kediamannya ditemani sahabatnya Karl Christoph, Pastor Paroki Sta.Elisabeth Jerman, Kakak kandungnya Yosef Bukubala Kewuta dan Pater Lambert Lein, keluarga Ibu kandung Padre Marco yang kini  bertugas sebagai pastor di Amerika Serikat.

Baca juga: Kisah Guru SD Gantung Diri Saat Suami Pergi ke Sekolah

Dari wajahnya, ia Nampak terus menebar senyum bahagia ketika menyapa para tamunya mulai dari Camat Jack Ara Kian, Kades Tarsisius Buto Muda, Kepala Puskesmas Laba Kewa Yohanes, Kepala SMPK Ile Bura Agus Kewuta serta seluruh umat yang hadir di pelataran Kapel St.Petrus Lewouran. Tak terkecuali Suara Flores.Net juga berkesempatan mendapat salam hangat dari Padre Marco.

Sambil memegang dan berjabatan tangan, Padre Marco sampaikan salam dan ucapan terima kasih. Sebuah pesan moral yang sangat dalam dari Sang penerus Simon Bor Jona, Sang Manusia dan Batu Wadas, yang kini tersemai dalam diri Padre Marco. Sosok yang kini dipercayakan Tuhan sebagai pelayannya di Tahta Suci Vatikan, melalui jabatannya sebagai Penasehat Sri Paus dari kaum Asia Pasifik di Bidang Penanganan Konflik dan Kerukunan Antar Umat Beragama di Seluruh Dunia.

Pentas malam hiburan bersama Padre Marco itu juga diselingi berbagai lantunan lagu, puisi dan fragmen hasil karyanya yang dibawakan Anak-anak SDK Lewouran, SMPK Ile Bura dan umat stasi Lewouran. Diantaranya, lagu Kembanglah Lagi KemahMu, lagu Anak Misioner, lagu Kasih Tuhan, puisi Damai di Hati, Bergegaslah ke Gereja, puisi dan lagu mama. Kemudian fragmen Bendahara Yang Tidak Jujur serta puisi tentang Markus Solo Kewuta  dan Karl Christoph yang ditulis teman di bangku Sekolah Dasarnya Padre Marco yakni Guru Blasius Boli Witin.

Malam hiburan selama 4 jam itu sungguh luar biasa. Hingga membuat semua mata terang hingga Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 00.30 Wita. Malam pentas “Simon Bor Jona, Sang Manusia dan Batu Wadas” itu ditutup dengan ucapan selamat ulang tahun dan terima kasih oleh Padre Marco kepada semua umatnya. Baginya, peringatan ulang tahunnya kali ini di kampung halaman adalah sesuatu yang paling indah selama perjalanannya mendunia.

Diakuinya, banyak acara tahun-tahun sebelumnya juga luar biasa meriah. Tahun lalu (2017) di Austria, dua tahun lalu di Jerman, tiga tahun lalu di Ceko, tapi itu tidak lebih meriah dari merayakan ulang tahun di kampung halaman sendiri. Ditengah keluarga dan ribuan umat.

“Ini sebagai bekal yang begitu kuat dalam perjalananku mendunia selanjutnya,”pungkas Padre Marco menutup malam Ultahnya itu. (roberth).

To Top