Politika

Gubernur NTT: Seseorang jadi pemimpin tidak untuk dihina

Suara Flores
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan pertemuan dengan ratusan Kepala Desa dan Camat dari Kabupaten Lembata, Flores Timur dan Kabupaten Sikka di Aula SCC, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, (24/11/2018). Diawal sambutannya, Viktor mengatakan, seseorang dipilih jadi pemimpin sebuah daerah tidak untuk dihina. Semua pemimpin daerah harus bekerja keras dan bekerja bersama untuk menunjukkan kualitas kinerjanya membangun daerah.

“Tidak ada seorang pun menjadi pemimpin untuk dihina, tapi jika dia tidak mengerjakan dengan sungguh-sungguh, maka dia pasti dihina. Ukuran kinerja, disiplin, etos kerja serta inovasi-inovasi yang dilakukan dalam rangka beban tugasnya menjadi perbedaan jika kita tidak serius bekerja untuk rakyat,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini total investasi cukup besar masuk ke NTT, yakni sebanyak 42 triliun rupiah per tahun. Jika ini dikelolah dengan baik dan benar, maka sangat membantu pembangunan di tengah masyarakat. Ini baru investasi pemerintah, belum termasuk investasi swasta.

“Artinya bahwa kita memiliki modal yang cukup untuk menggerakan, menjawabi tantangan-tantangan saat ini. Ada APBD Propinsi, APBD Kabupaten Kota dan Dana serta sumber dana lainnya masuk ke daerah kita. Ini menjadi modal yang perlu kita manage secara baik,” ujarnya.

Baca juga: Merawat Wair Batik, Pemerintah Desa Koting C Kerja Bakti

Saat ini, lanjutnya, pemerintah propinsi melaksanakan Musrenbang untuk menyelesaikan tahap akhir RPJMD Propinisi dan kemudian diserahkan kepada DPRD pada hari Senin (27/11). Untuk itu, melihat visi misi pemerintah “NTT Bangkit Menuju Sejahtera”, maka perlu diambil langkah – langkah untuk mensinkronsinasi dengan daerah-daerah.

“Tidak mungkin Gubernur jalan sendiri, bupati, camat dan kepala desa jalan sendiri. Maksud pertemuan ini untuk sinergi dalam membangun NTT yang berdasarkan pada semangat yang sama,” ujarnya.

Viktor mengajak para kepala desa untuk terus memiliki semangat kerja, kerja dan kerja membangun desa. Kerja pagi, siang dana malam untuk diri dan daerah.

“Biasanya kalau selesai makan siang, tubuh mengalami mengalami sedikit masalah suplai oksigen ke otak, dan kita sering tidur di siang-siang begini. Tapi karena kita memiliki tugas dan tanggungjawab, maka kekurangan oksigen ini tidak menjadi penghambat bagi kita dalam menyelesaikan tugas-tugas,”ujarnya.

Baca juga: Kisah Samuel Yonathan, Kontraktor Putus Sekolah Membangun Sumba Timur

Baca juga: Perbesar Kemaluan Pakai Mintak Lintah, Banyak Pelajar dan Mahasiswa Kota Kupang Dibedah

Ia mengatakan, mimpi kita untuk memperbaiki dan memajukan NTT, menjadi  tangungjawab kita pada level masing-masing melalui kerjasama yang baik disetiap sektor.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo melalui sambutannya mengatakan, semoga dengan pertemuan ini, semua daerah-daerah di NTT dapat dipercepat pembangunannya terutama jalan-jalan propinsi yang masih menjadi kendala dari tahun ke tahun. Baginya, pertemuan ini menjadi jembatan komunikasi para bupati, para camat dan kepala desa untuk menyampaikan keluhan secara langsung terhadap kondisi daeranya.

“Sebagai tuan rumah, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur NTT dan para camat serta ratusan kepala desa. Kiranya semua berkenan dan terus datang ke Maumere dan mempromosikan Maumere sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak potensi pariwisata yang unik,” ujarnya.

Beberapa kepala desa dalam kesempatan itu memberi apresiasi yang tinggi kepada Gubernur NTT. Bagi para kepala desa, pertemuan Gubernur dan para kepala desa menjadi pertama selama pergantian gubernur dari periode ke periode. (sfn02).

To Top