Edukasi

Guru yang Mengusir Anak dari Sekolah Bakal Dicopot

Suara Flores
Bupati Sikka Robi Idong saat memberikan arahan kepada para calon kepala sekolah di Wailiti Hotel Maumere

SUARAFLORES.NET – Pemerintah Kabupaten Sikka menghimbau kepada seluruh kepala sekolah agar tidak mengusir para pelajar dari sekolah. Upaya sekolah mengusir pelajar dari sekolah merupakan bentuk kejahatan dan akan dikenai sanksi tegas dan dicopot dari jabatan.

Demikian hal itu disampaikan oleh Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo saat menghadiri kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Kepala Sekolah jenjang TK, SD dan SMP se Kabupaten Sikka dengan jumlah jam Diklat 300 jam mulai tanggal 8-15 oktober 2019 di Wailiti Hotel Maumere, Flores, NTT, Selasa (9/10/2019). Kegiatan ini diikuti 58 peserta yang terdiri dari guru TKK 2 orang,  guru SD  46 dan guru SMP 10 orang.

“Saya tidak dengar lagi kepala sekolah usir pelajar dari sekolah karena uang sekolah. Jika masih ada aksi usir anak murid oleh guru maka saya langsung copot. Sekolah sudah menyiapkan dana bos dan dana komite sehingga tidak ada lagi alasan untuk usir murid dari sekolah. Mengusir murid dari sekolah adalah bentuk kejahatan maka harus dicopot dari jabatannya,” ujar Bupati Sikka dalam rillis yang dikirim Kabag Humas Very Awales, Rabu (9/10/2019) siang.

Bupati Sikka mengatakan bahwa setiap kepala sekolah harus punya ambisi tinggi untuk majukan pendidikan dan mampu menunjukan kualitas diri untuk memanage lembaga pendidikan yang dipimpin. Kepala sekolah harus melakukan kunjungan rumah, khusus bagi anak yang memiliki kelemahan atau kekurangan dalam kelas. Kepala sekolah harus berwawasan luas sehingga mampu mengarahkan guru dan peserta didik agar makin maju dan berkembang.

Baca juga: Lakukan Mutasi Lagi, Begini Pesan Bupati Sikka

Baca juga: Oan Diak Belu Study Visit PAUD HI di Sumba Barat

Pemerintah, kata dia, terus bekerja keras agar pendidikan dasar di Kabupaten Sikka semakin baik dari waktu-waktu dengan predikat memuaskan, bila perlu sangat memuaskan.

Saat ini, di Kabupaten Sikka, 60% penduduk berpendidikan SD ke bawah. Oleh karena itu, harus ada upaya perbaikan dari tahun ke tahun.

“Saya akan kawal pendidikan di Kabupaten Sikka, baik dari sisi pendanaan dan juga managemen sekolah,” ujar Bupati Sikka yang biasa dipanggil Robi Idong itu.

Ia menegaskan agar anak usia sekolah harus sekolah. Jangan ada lagi yang tidak sekolah ataupun putus sekolah. Karena itu, kepala sekolah tidak boleh mengusir anak murid dari sekolah hanya karena belum bayar uang sekolah. 

Pada kesempatan itu, Bupati Robi Idong memberikan tips untuk jadi pemimpin sekolah yang berkualitas. Bahwa kepala sekolah harus seperti tanah, biar diinjak tetap tegar. Kepala sekolah harus seperti matahari yang bisa membakar semangat dan menerangi semua orang. Pemimpin harus seperti api yang memberikan kehangatan dan semangat yang membara.

“Jadilah kepala sekolah yang saling berbagi pengetahuan dengan para guru. Kepala sekolah harus rendah hati dan komutikatif. Kepala sekolah harus mampu mengatasi persoalan dengan kepala dingin. Dan tidak boleh korupsi,” tandasnya. (sfn02).

To Top