Politika

Hemat Anggaran, Bupati Sikka Siap Titipkan ASN di Pusat

Suara Flores
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Dalam kaitan dengan penghematan anggaran daerah, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo akan mengambil langkah strategis. Ia tengah berjuang untuk menitipkan 4 sampai 5 orang Aparatus Sipil Negara (ASN) di Pusat. Penempatan ini dilakukan melalui proses seleksi di tingkat daerah yang didukung dengan Peraturan Bupati (Perbup).

“Kita akan buat Peraturan Bupati sebagai dasar menitipkan 4 sampai 5 orang tenaga daerah di pusat. Saya sudah komunikasi dengan beberapa orang di Jakarta, termasuk Pak Bertoldus Lalo selaku Kepala Perwakilan Pemerintah Provinsi NTT di Jakarta,” kata Bupati Sikka melalui sambutannya sebelum membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Inovasi Desa Tahun 2018 dan Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2019 di Gedung Sikka Convention Centre, Jalan Ahmad Yani, Kota Maumere, Kamis (29/11/2018) pagi.

Baca juga: Solor Barat Dalam Balutan Keindahan Alam yang “masih Tidur”

Bupati Sikka mengatakan, banyak perjalan dinas yang dilakukan sejauh ini, menelan anggaran yang sangat besar. Masih banyak kebutuhan masyarakat yang bisa diambil dari perjalanan dinas yang tidak perlu.

“Biaya perjalanan dinas jangan terlalu banyak. Yang tidak perlu, kita harus mampu hindari dengan tujuan mencukupi kebutuhan-kebutuhan masyarakat kecil di desa-desa. Kita bimbing dan kita arahkan supaya tidak gugup. Karena ada pejabat yang pergi ke Jakarta tidak percaya diri dan terlihat gugup,” tegasnya. 

Baca juga: Kisah 9 Calon Pastor Belajar Sholat di Mesjid Al-Mujahidin

Penempatan ASN ini, kata dia, diambil dari sejumlah aspek, yakni aspek pemerintahan umum, aspek kesehatan, aspek ekonomi dan aspek pendidikan. Tenaga-tenaga ini bertugas membangun koordinasi dengan semua lembaga dan kementerian di Jakarta dalam kaitan dengan percepatan pembangunan.

“Mereka-mereka yang kita titipkan di sana bertugas membangun koordinasi dengan para pihak yang kita butuh. Tentu ASN yang cakap, kritis dan pintar serta tidak gugup menghadap para pejabat di pusat. Jadi, kita tidak perlu hadir ke sana, kalau tidak terlalu penting. Kecuali hal-hal yang prinsip,” ujarnya.

Ia mengatakan, angka 42 miliar rupiah untuk perjalan dinas para pejabat daerah, dapat disetting menjadi 5 miliar. Kabupaten Sikka, kata dia, bisa bangrut jika biaya perjalanan dinas mencapai 42 miliar. “Ini dapat membahayakan daerah. Kabupaten ini bisa bangkrut. Karena itu, saya mengajak semua pihak, terutama dinas-dinas agar hemat anggaran dan jujur dalam membangun daerah,” tandas Mantan Camat Nele ini. (sfn02).

To Top