Politika

Herman Hery Dipercaya di Pentas Politik Nasional Jadi Ketua Komisi III DPR-RI

Ketua Komisi III DPR-RI, Herman Hery. (Foto kabar3.com)

JAKARTA, SUARAFLORES,- Nama besar polikus kawakan, Herman Hery sudah sangat membumi di blantika percaturan politik nasional. Pria asal Ende, Flores, NTT, yang merangkai karier politik dari pengusaha ini terus melejit mencengkramkan kuku politiknya di panggung politik Senayan Jakarta. Orang kepercayaan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri ini sudah sangat familiar di seluruh telinga dan mata rakyat NTT. Secara khusus bagi kader-kader dan simpatisan PDIP NTT, Herman Hery adalah tokoh central yang paling berpengaruh dalam menentukan maju mundurnya partai.

Karier politik pria tegap, berambut air dengan tampilan tegas nan lantang ini terus berkibar memantapkan langkah sebagai pengusaha dan politisi yang terus berhasil dalam menerobos jaring-jaring lawan politik memenangkan pertarungan dalam berbagai iven pertandingan politik di pusat maupun di NTT. Gaya tembakan senyap Hery memang patut diapreasiasi dan disegani, pasalnya ia adalah satu dari sekian tokoh kunci dari NTT yang berperan dan kembali lolos ke Senayan dalam Pileg 2019, pergerakannya dalam memenangkan PDIP, dan geliat senyanya mengantar Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Maruf Amin dalam Pilres 2019 lalu.

Jurus-jurus maut politik Herman memang lincah, cepat dan patut diakui. Setelah namanya resmi diumumkan oleh KPU RI sebagai salah satu Caleg DPR-RI dari dapil NTT II yang lolos ke kursi DPR-RI, kini namanya kembali mencuat ke publik melalui mesin berita media massa. Ia berhasil merebut atau meraih kepercayaan menduduki posisi strategis super penting, yaitu Ketua Komisi III DPR-RI.

Kursi Komisi III seolah-olah menjadi kursi keramat nan sakral milik para politisi asal NTT, karena sebelumnya kursi Ketua Komisi III diduduki oleh Benny Kabur Harman dari Partai Demokrat di era kejayaan Presien Susilo Bambang Yudoyono. Di era kejayaan PDIP bersama koalisinya yang memenangkan Jokowi-Amin (01), kursi Komisi III DPR-RI telah resmi menjadi milik PDIP yang ditempati sang panglima politik dari NTT, Herman Hery.

Publik NTT, baik di Kupang maupun Jakarta menyambut penuh suka cita atar berkat dan rahmat politik yang diberikan para politisi di senayan kepada Herman Heri menjadi Ketua Komisi III DPR-RI. Setelah menyaksikan, mendengarkan dan membaca berita bahwa ” Politisi PDIP Herman Hery Jadi Ketua Komisi III DPR RI” yang dilansir Kompas.com, (29/10/2019), berbagai reaksi ucapan mengalir kepada politisi berkulit sawomatang yang berdiam di Kawasan Pondok Indah, Jakarta, Selatan ini. Bukan harian Kompas saja, tetapi hampir seluruh media masa nasional mewatakan kabar gembira ini ke penjuru Indonesia bahwa Putra NTT Sang Politisi PDIP Jadi Ketua Komisi III DPR-RI.

Baca juga: Program Indonesia Merdeka Signal, Tower XL Terpasang di Ende

Baca juga: Mengidap Leukimia Akut, Buruh Kasar Asal Sikka Kesulitan Biaya Rujuk ke Jakarta

Salah satu pegiat hukum senior yang sudah malang melintang di pergolakan hukum nasional, Petrus Selestinis, SH, menjadi praktisi hukum pertama yang menanggapi kesuksesan politik politisi Herman Heri. Dalam rilisnya yang dikirim ke Redaksi Suara Flores, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) ini, Petrus memberi apresiasi yang tinggi kepada Herman Heri putra NTT yang menjadi putra terbaik dalam pentas politik nasional dengan menduduki kursi Ketua Komisi III DPR-RI, yang adalah jantungnya seluruh aparatur hukum Indonesia.

“Kita beri apresiasi karena ada satu lagi putra terbaik NTT, yaitu Herman Hery, Anggota DPR RI, Fraksi PDIP 3 (tiga) periode, dari Dapil NTT II dipercaya menjadi Ketua Komisi III DPR RI. Komisi III adalah sebuah komisi yang tugas dan peran utamanya bermitra dengan Kemen Hukum &  HAM, Polri, Kejaksaan, KPK, Mahkamah Agung, MK, PPATK, LPSK, BNN, BNPT, Komisi Yudisial, Komnas HAM dan lain-lain. Singkatnya semua bidang menyangkut pembangunan hukum, penegakan hukum dan penegakan ketertiban umum di bawah rumpun kekuasaan eksekutif dan Yudikatif berada dalam pengawasan dan tanggung jawab Komisi III DPR RI,” tulis politisi Partai Hanura ini.

Petrus mengakui, sebagai putra daerah yang dikenal militan, otodidak dan mau belajar dari banyak tokoh hebat di DPR, Herman Heri diyakini sudah punya bekal pengalaman empiris, pengetahuan dan keterampilan yang memadai karena selama 15 (lima belas) tahun berada di Komisi III DPR RI.

“Segala denyut nadi ke mana fungsi Komisi III DPR RI harus dibawa pasti sudah dikuasasi, maka tidak berlebihan kalau semua stakeholders di DPP. PDIP dan DPR RI mempercayakan Herman Heri untuk memimpin sebuah Badan Publik KOMISI III DPR RI, sebuah Komisi yang  sangat prestisius dalam menentukan hitam putihnya pembangunan hukum, budaya hukum dan penegakan hukum di negeri ini,” aku Petrus.

Menurut Petrus, pilihan DPP Partai PDIP dan DPR RI mempercayakan Herman Heri untuk menakhodai Komisi III DPR RI, bukannya tanpa alasan, selain karena Herman Heri selama menjadi Wakil dari NTT telah berhasil membawa PDIP NTT tampil sebagai peraih suara terbanyak di setiap Pilpres, Pileg dan Pilkada, juga karena selama Herman menjadi Wakil dari Dapil NTT II beberapa tokoh muda berhasil dikaderkan dan diberi kesempatan untuk mengikuti kontestasi dalam pileg dan pilkada, seperti Ansy Lema, Emi Nonlemy, Dokter Kornelis Kodimete dan lain-lain. tokoh muda kader PDIP di Provinsi NTT.

“Inilah prestasi yang mesti dibanggakan yang lahir dari seorang Herman Heri karena mau memberi peluang kepada kader–kader muda se-Partainya untuk bertarung bersamanya dalam kontestasi Pileg dan Pilkada serta sama-sama sukses. Inilah yang disebut semangat kepemimpinan Kapitan Perahu, suatu semangat dimana seorang pemimpin lahir dari bawah, kemudian membimbing yang muda-muda untuk bersama-sama naik dan maju menuju tahapan memikul tanggung jawab yang lebih besar,” ungkap Petrus yang pernah menjadi tim pembela Megawati Seokarnoputri puluhan tahun silam.

Herman Hery, tambah Petrus, telah sukses melahirkan kader-kader muda penerus untuk memimpin negeri ini di masa yang akan datang. Publik NTT sangat berharap agar penempatan pejabat publik bidang hukum di NTT harus diawasi agar mereka yang ditempatkan di NTT adalah pejabat yang rekam jejak pengabdiannya benar-benar bisa diterima, mau mengabdi dan melayani masyarakat NTT dari tugas utama selaku pelayan publik. NTT masih  menghadapi sejumlah persoalan sosial seperti Perdagangan Orang, Korupsi, Radikalisme, TKI NTT yang terlantar di Malaysia dan lain-lain yang memerlukan perhatian khusus.

“Publik NTT berharap dengan tampilnya Herman Hery menjadi Ketua Komisi III DPR RI, maka fungsi pengawasan DPR RI di bidang hukum akan mengalami perbaikan dan perubahan yang signifikan. Selamat mengabdi dan berjuang Bung Herman Heri dari NTT untuk Indonesia (NKRI). Proficiat untuk semua hal yang baik,” tutup Advokat Peradi ini.

Untuk diketahui, keputusan penetapan Herman Hery sebagai Ketua Komisi III DPR-RI melalui rapat yang dipimpin langsung Ketua DPR-RI, Puan Maharani di Kompleks Senayan, Jakarta, (29/10) lalu. Sebagaimana dikutip dari katadata.co.id, Herman Heri akan dibantu oleh empat Wakil Ketua Komisi III yang berasal dari beragam fraksi partai. Keempatnya, yakni Adies Kadir dari Fraksi Partai Golkar, Desmond J. Mahesa dari Partai Gerindra, Ahmad Sahroni dari Partai Nasdem, dan Mulfachri Harahap dari PAN. Lebih lanjut, Herman akan membawahi 52 anggota Komisi III lainnya. (Penulis:bungkornell/sfn)

To Top