Peristiwa

Kasus Pelajar Dipaksa Makan Kotoran Manusia, DPRD Sikka Temui Pihak SBSB

Suasana Pertemuan DPRD Sikka dan Pimpinan Seminari Bunda Segala Bangsa

MAUMERE, SUARAFLORES.NET—Sebanyak 77 Pelajar Seminari Bunda Segala Bangsa (SBSB) di Kabupaten Sikka menjadi korban hukuman dari kakak kelas. Mereka dipaksa makan kotoran manusia oleh kakak kelas di sekolah tersebut. Atas peristiwa itu, sejumlah Anggota DPRD Sikka menemui pihak SBSB yang terletak di wilayah Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Rabu (26/2/2020) siang.

Pantauan Suara Flores, kehadiran sejumlah Anggota DPRD Sikka ini dipimpin langsung Ketua DPRD Sikka, Donatus David, SH.

Mereka diterima Preses RD. Deodatus Du’u dan Kepala SMP, RD. Felicianus Dari.

Selain para wakil rakyat, sejumlah pekerja media yang ada di Kabupaten Sikka hadir di lokasi. Sebelum pertemuan berlangsung, para wartawan diberi kesempatan untuk merekam suasana pertemuan DPRD Sikka dan pimpinan Seminari BSB.

Setelah itu, para wartawan diminta keluar. Dialog antara kedua lembaga itu pun dimulai.

Ketua DPRD Sikka, Donatus David kepada para wartawan menjelaskan maksud kedatang DPRD Sikka, yakni terkait opini yang sedang viral. Dijelaskan David, bahwa pertemuan membahas opini yang sedang viral di media 2 hari terakhir yang menyerang sekolah itu.

Terkait dengan informasi 77 pelajar makan kotoran manusia, Donatus menjelaskan kejadian yang sebenarnya sebagaimana dikutip dari hasil pertemuan bersama pimpinan sekolah SBSB. Bahwa opini yang diberitakan tidak sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya.

“Yang membesarkan itu adalah berita makan. Ternyata perlakuan kakak kelas terhadap adiknya, mengangkat kotoran manusia menggunakan sendok lalu pasang di mulut. Ini pernyataan klarifikasi dari pimpinan sekolah saat pertemuan bersama teman-teman Anggota DPRD Sikka tadi,” jelas David di hadapan wartawan usai pertemuan di sekolah itu. (Sfn02).

To Top