Nusantara

KBM Jaya Dukung Penuh Bupati Robi Percepat Pembangunan Sikka

Bupati Sikka, Roberto Diogo Idong bersama istri, sesepuh KBM Jaya, Blasius Bapa dan Ketua KBM Jaya, Petrus Selestinus, SH dalam acara dialog di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUARAFLORES.NET,–Keluarga Besar Maumere Jakarta Raya (KBM) Jaya menyatakan mendukung penuh Bupati dan Wakil Bupati Sikka,Fransiskus Roberto Diogo Idong dan Romanus Woga membangun Kabupaten Sikka lima tahun ke depan. Hal ini terungkap dalam dialog yang digelar KBM Jaya dan Bupati Robi di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) belum lama ini di Jakarta.

Dalam pertemuan di Gedung Sao Lantai I yang dihadiri 50-an tokoh dan warga Sikka dari berbagai kecamatan di Sikka tersebut, Ketua KBM Jaya, Petrus Selestinus,SH, mengatakan, pihaknya bersama seluruh jajaran pengurus mendukung seluruh program pembangunan yang akan dilakukan Bupati Robi pada tahun 2019-2023 secara khusus dalam pengentasan angka kemiskinan yang masih tinggi di Sikka.

“Kami siap membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sikka. Meski kami berada di luar Sikka, kami tetap mempunyai perhatian untuk kemajuan Sikka. Oleh karena itu, kami siap bersinergi untuk mempercepat terlaksananya berbagai program di daerah. Untuk bebas dari kemiskinan kita semua harus bekerjasama saling mendukung,” kata Petrus kepada wartawan.

Diakui Petrus, selama ini dari bupati ke bupati, tidak ada bupati yang datang ke Jakarta dan berdialog dengan KBM Jaya mengenai berbagai program dan masalah di daerah. Dia memuji Bupati Robi yang mau datang berdialog dan bersilaturahmi dengan semua tokoh Sikka di KBM Jaya demi kelancaran pembangunan di Sikka.

“Saya apresiasi apa yang dilakukan Bupati Robi yang mau berdialog dan mendengarkan aspirasi warga Sikka diaspora. Hal ini harus kita apresiasi karena selama ini tidak ada bupati yang mau datang berdialog dengan kami di Jakarta. Apa yang dilakukan Robi ini sudah baik, dan harus secara kontinyu dilakukan agar terbangun sinergisitas demi pembangunan di Sikka,” kata Petrus yang didampingi  Sekretaris KBM Jaya, Jackobus Jagong  dan Silvester Nong Manis, SH.

Baca juga: Proyek Perpipaan Wainoret Hambat Proyek Air Ile Boleng

Diungkapkan Petrus, rakyat Sikka masih membutuhkan banyak sentuhan pembangunan. Dan untuk itu, dibutuhkan banyak anggaran dari pusat. Oleh karena itu, maka segala akses dan potensi yang ada di Jakarta harus dipakai untuk mendapatkan dukungan anggaran bagi pemerintah membangun Kabupaten Sikka, yang masih tertinggal dalam berbagai bidang, seperti infrastruktur, pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut, terlihat tokoh-tokoh dan warga yang hadir sangat antusias dengan kehadiran bupati Robi bersama istrinya. Ketika dibuka ruang dialog, tampak warga berebutan berbicara menyampaikan berbagai persoalan dan usulan terhadap program-program kerja mendesak untuk mengeluarkan Sikka dari belenggu kemiskinan dan ketertinggalan. Mereka berharap, bupati Robi dan Wakil Bupati Romanus Woga tidak neko-neko dan terlibat dalam kasus-kasus korupsi seperti daerah lain di Indonesia.

“Kami minta Bupati Robi menghindari diri dari godaan korupsi. Hati-hati dalam menjalankan program dan proyek-proyek karena saat ini segala aktivitas kepala daerah dikontrol secara ketat. Kami minta ibu bupati juga harus membantu suami agar tidak terjebak dalam korupsi,” ujar Mantan Ketua KBM Jaya, Blasius Bapa, ketika memberikan nasehat.

Baca juga: Melaju ke Senayan, Petrus Selestinus Minta Dukungan Rakyat Flores

Blasius pun mengapresiasi kedatangan Bupati Robi untuk berdialog dengan KBM Jaya. Menurutnya, silaturahmi yang dibangun adalah langkah yang bagus untuk mendukung pembangunan di Sikka karena dana-dana besar ada di berbagai kementerian di Jakarta yang membutuhkan komunikasi yang intensif untuk mendapatkannya.

“Uang ada di Jakarta, ada di berbagai kementerian. Untuk itu, kita perlu membangun kerja sama dengan komunikasi melalui semua jaringan kita agar anggaran itu bisa turun ke NTT. Kita punya banyak peluang yang harus kita rebut. Jadi perlu ada kerja sama antara bupati dan KBM Jaya untuk mendukung program-program pembangunan di Sikka,” ungkap sesepuh Sikka ini lantang.

Pascalis da Cunha,SH, sedang berbicara dalam dialog KBM Jaya dengan Bupati Sikka, Robi Idong.

Salah satu tokoh muda Sikka di Jakarta, Pascalis da Cunha,SH, di sela-sela acara dialog, kepada Suaraflores.net, berharap, Pemerintah Kabupaten Sikka harus bekerja lebih cepat dan lebih fokus kepada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar warga Sikka. Kebutuhan dasar tersebut, seperti  pendidikan, kesehatan,  ekonomi, dan juga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, perumahan rakyat, penerangan listrik, fasilitas air minum bersih.

Baca juga: Gelar Seminar Nasional, Ini Harapan LMN Manggarai

Lebih jauh, Pascalis yang juga Caleg DPRD Propinsi DKI Jakarta dari Partai NasDem ini, meminta agar masalah penataan Kota Maumere harus lebih serius diperhatikan pemerintah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah masalah kebersihan kota Maumere dan pemakaman di rumah warga serta penerangan.

“Kota Maumere ini letaknya sangat strategis, tapi masalah sampah masih menjadi masalah utama. Selain itu, lokasi pemakaman warga yang meninggal juga masih banyak di rumah warga. Seharusnya, pemerintah menyiapkan lokasi pemakaman yang strategis yang jauh dari pemukiman warga,” kata Pascalis yang juga seorang advokat yang sudah malang-melintang di Jakarta.

Sebelumnya, Bupati Sikka, Robi Idong bersama istri diterima oleh Ketua KBM Jaya, Petrus Selestinus, Mantan Ketua KBM Jaya, Blasius Bapa dan puluhan tokoh Sikka lainnya di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dalam sesi tatap muka tersebut, Bupati Robi memaparkan visi-misi dan seluruh program yang akan ia lakukan bersama Romanus Woga. Robi mengaku sudah mempunya kiat-kiat jitu untuk mempercepat pembangunan di Sikka di berbagai bidang.

Kepada warga KBM Jaya, Robi mengaku dirinya sangat konsisten mencari jalan keluar untuk mengatasi kemiskinan di Sikka. Ia merasa yakin dengan adanya dukungan berbagai pihak, termasuk KBM Jaya, berbagai program yang sudah ia tetapkan akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, berbagai pendekatan harus dilakukan untuk mendapatkan dukungan dana. Ia berjanji akan membangun kantor perwakilan di Jakarta sebagai jembatan komunikasi dengan semua pihak di Jakarta. (bungkornell/sft).

To Top