Tamu Kita

Keberhasilan Lahir dari Proses Panjang dan Kerja Keras

Walikota Kupang, Dr. Jeffry Riwu Kore, MM (Foto Dok: Partai Demokrat)

Oleh: Kornelius Moa Nita, S.Fil*

Masa lalunya diawali dengan hidup sebagai orang kecil. Ia lahir dari kalangan keluarga terdidik yang hidup dalam kesederhanaan. Kehidupan sederhana mendorongnya untuk berubah. Ia tidak menyerah atau pasrah. Ia keluar dari zona nyaman kehidupan dengan orang tua di Kupang. Ia merantau ke Bali kemudian Jakarta menempah diri dengan sekolah, bekerja keras hingga membangun bisnis. Alhasil, ia akhirnya sukses menjadi pengusaha dan politisi kemudian menjadi walikota Kupang. Tujuannya hanya satu membangun ekonomi yang lebih baik bagi diri dan bagi sesama untuk meraih sejahtera. 

Nama Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM. MH sangat populer alias terkenal. Ia adalah sang petarung yang pantang menyerah dari alam perantauan Ibu Kota Jakarta. Putra NTT berdarah kental Sabu ini dilahirkan di Kupang oleh ibunya E.M. Riwu Kore pada tanggal 13 Januari 1960. Ia bertumbuh menjadi seorang anak dalam lingkungan yang sederhana. Ketika usia sekolah, ayahnya, A.D. Riwu Kore, menyekolahkan Jeffry di Sekolah Dasar (SD) Namosain Kupang. Ia rajin ke sekolah dan sangat tekun dalam belajar. Ia menamatkan pendidikan dasarnya di SD Namosain pada tahun 1972 dan meraih ijasah, ia kemudian masuk SMP Negeri 1 Kupang pada tahun 1972.

Setelah bersekolah selama 3 tahun, Jefrry yang telah bertumbuh menjadi seorang pemuda tampan nan cerdas  menamatkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Kupang pada tahun1975. Berbekal ijasah yang diraihnya, Jeffry yang bersemangat tinggi untuk bersekolah mendaftarkan diri ke SMA Negeri 3 Kupang. Dan ia pun mulai sekolah hingga tamat pada tahun 1979 dan memperoleh ijasah SMA. 

Pasca tamat SMA, Jeffry yang mempunyai dorongan yang kuat untuk meraih masa depan yang cerah, tidak tinggal diam di Kupang bersama orang tuanya. Ia memutuskan pergi ke Kota Dewata, Denpasar, Pulau Bali. Di Bali yang sudah tersohor dengan kota pariwisata kelas dunia, Jeffry melanjutkan pendidikannya ke jenjang  perguruan tinggi (PT). Berbekal ijasah tamat SMA, Jeffry mendaftarkan diri dan kemudian diterima di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) yang adalah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi. Buah dari ketekunan dan kerja kerasnya dalam belajar, ia pun memperoleh ijasah Sarjana (S1)  di Undiknas pada tahun 1986.

Jeffry adalah seorang sarjana muda yang cerdas dan berprestasi selama kuliah. Setelah tamat kuliah, satu tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1997, ia diterima menjadi Dosen Fakultas Ekonomi Undiknas Denpasar. Ia memberi kuliah kepada para mahasiwa dan mahasiswa di Undiknas selama kurang lebih 5 tahun, yaitu dari tahun  1987 hingga 1992.

Untuk menambah penghasilan dan pengalamannya, di tengah-tengah kesibukannya sebagai seorang dosen di Undiknas, Jeffry pun mulai terjun ke dunia bisnis perhotelan di Bali. Ia bekerja sebagai Manager Keuangan pada Puri Ratih Hotel, Industri Perhotelan-Kuta Bali pada tahun 1989 hingga tahun 1992. Disamping itu, ia juga bekerja sebagai Assistant Comptroller Nusa Indah Hotel & Bali International Convention Center, Hotel Bintang 5, dan Industri Jasa Konvensi dan Eksibisi (MICE), Nusa Dua Bali pada  tahun 1992 hinnga 1993. Ia juga bekerja sebagai Finance Comptroller (Direktur Keuangan dan Pengawasan), Industri Jasa Konvensi dan Eksibisi (MICE), Jakarta pada Balai Sidang Convention Center pada tahun 1993-2007.

Di sela-sela berbagai pekerjaan yang ia kerjakan, bintang Jeffry makin bersinar di Kota Jakarta. Setelah mengenyam pendidikan sarjana dan membekali diri dengan pengalaman kerja dalam dunia bisnis perhotelan di Bali, ia ingin membangun perusahaan sendiri. Ia pun pergi ke Kota Jakarta dan mulai menjalankan rencananya. Berbekal pengalaman, jaringan dan modal serta keberanian yang besar, ia mendirikan PT. Putra Nusa Lontar dan langsung menjadi direkturnya. Perusahaan yang bergerak diindustri Kantung Semen dan Laminasi (Fabrikasi) tersebut ia dirikan pada tahun 2000 dan masih berjalan hingga saat ini.

Di perusahaan tersebut,  Jeffry yang juga mempunyai kepedulian yang tinggi pada nasib anak-anak NTT, menerima banyak putra-putri NTT sebagai karyawannya. Begitu banyak anak-anak muda yang datang kepadanya untuk meminta bantuan, baik yang menghadapi masalah pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Jeffry yang terkenal komunikatif, santun dan rendah hati ini juga memberikan perhatian khusus bagi perkembangan umat gereja di Jakarta dan di NTT. Ia tidak hanya memburuh atau membangun bisnis untuk menjadi kaya raya, tapi juga membangun SDM manusia-manusia NTT agar lebih baik.    

Semangatnya untuk berpendidikan tinggi sangat menggebu-gebu. Meski sudah mapan secara ekonomi dan hidup lebih dari cukup, Jeffry yang sangat sibuk dengan bisnis, menyempatkan diri untuk berkuliah di Universitas Pelita Harapan Jakarta Fakultas Keuangan, dan meraih gelar Master of Art (MA) pada tahun 2005. Tak puas dengan gelar Master Keuangan, Jeffry pun kemudian mengambil program doktoral bidang Ilmu Ekonomi di Universtitas  17 Agustus Surabaya, Jawa Timur. Pengusaha muda yang profesional dan sukses tersebut akhirnya meraih gelar Doktor (Dr) Ilmu Ekonomi pada tahun 2010.

Terjun ke Politik, Jadi DPR-RI 

Sukses menjadi pengusaha muda asal NTT yang berkiprah dalam pentas bisnis dan ekonomi nasional, tak membuat Jeffry merasa nyaman dan tenang. Pasalnya, ia juga ingin membantu lebih banyak warga NTT yang masih tertinggal dalam kemiskinan akses sarana dan pra sarana. Salah satunya adalah masih terbelakangnya sekolah-sekolah sebagai pencetak SDM yang handal. Melihat fakta miris itu, mendorong Jeffry terjun ke partai politik, dan ia memilih Partai Demokrat (PD) sebagai kendaraan politik untuk berjuang membantu pendidikan nasional di Indonesia, secara khusus di NTT, dan lebih khusus lagi, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Rote, Pulau Timor dan Sumba.

Suami dari Ny. Hilda Manafe, SE. MM, dan ayah dari Firda R. Riwu Kore dan Herison R. Riwu Kore ini, kemudian terpilih menjadi anggota DPR-RI  Partai Demokrat di Dapil NTT II (Kupang, Sabu, Rote, Timor dan Sumba) dalam pemilu legislatif 2009. Ia berhasil menjadi anggota DPR-RI dan duduk di Komisi X yang membidangi pendidikan. Dengan jabatan politik tersebut, Jeffry mulai mewujudkan keinginannya untuk membantu masyarakat kecil di dapilnya yang masih kesulitan mengakses pendidikan karena biaya. Ia kemudian memperjuangkan bantuan anggaran pendidikan untuk siswa-siswi miskin di Kota Kupang. Selain anggaran, bantuan-bantuan pendidikann lainnya pun diperjuangkan Jeffry untuk warga di dapilnya.  

Pengabdian yang tulus dalam memperjuangkan kebutuhan rakyat, membuat Jeffry tidak dilupakan rakyat. Ia kemudian kembali dipilih oleh rakyat untuk kedua kalinya pada pemilu legislatif 2014-2019. Jeffry kembali ke kursi DPR-RI dan tetapi memilih duduk di Komisi X di bidang pendidikan. Ia tetap konsisten memperjuangkan pendidikan rakyat di dapil NTT II karena ia melihat pendidikan rakyat masih membutuhkan perhatian penuh dari pemerintah pusat melalui berbagai program.

Sebagai pengusaha dan politisi sukses, semua yang diraih tidak serta merta muncul tiba-tiba, tetapi rupanya karena karakternya telah ditempa dalam berbagai organisasi mahasiswa, profesi, dan organisasi politik dan sosial yang ia ikuti. Ketika masih mahasiswa ia telah bergabung dengan organisasi bahkan menjadi Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen (GMKI) Cabang Bali,  Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keuangan Denpasar dan  Sekretaris Senat Mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas Denpasar), serta Anggota Pengurus PERKEMI (Persaudaraan Shorinji Kempo) Cabang Bali.

Setelah itu, ketika masuk ke DPP Partai Demokrat, Jeffry menduduki beberapa jabatan politik di Partai Demokrat, antara lain, Ketua Departemen Pendidikan Nasional Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat, Wakil Ketua Departemen Lingkungan Hidup Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, dan yang terakhir, ia kembali ke NTT dan dipilih menjadi  Ketua DPD Partai Demokrat NTT periode 2016-2021.

Jadi Walikota Kupang

Jeffry adalah benar-benar petarung sejati yang pantang menyerah.  Berhasil menjadi pengusaha, berhasil menjadi DPR-RI, ia ingin berbuat lebih jauh lagi dalam membangun Kota Kupang. Ia kemudian memutuskan mencalonkan diri menjadi calon walikota Kupang di tengah masa jabatannya sebagai anggota DPR-RI. Dengan membangun koalisi besar Partai Demokrat, PDIP dan Gerindra,  Jeffry menggandeng politisi DPD PDIP Kristo Blasin untuk maju bertarung dalam pilkada Kota Kupang. Meski dalam pilkada pertama tersebut, Jeffry yang lolos ke putaran kedua dan kalah melawan Jonas Salean, ia tak putus asa. Ia kembali ke DPR-RI dan terus menjalankan tugasnya sebagai seorang wakil rakyat. 

Setelah terpilih kembali pada pemilu legislatif 2014-2019, Jeffry yang telah mengumpulkan tenaga dan kekuatan, kembali maju dalam pertarungan pilkada bergengsi di Kota Kupang. Ia kembali tampil dengan strategi baru dan penuh optimisme akan menang.  Stategi khususnya, ia menarik Wakil Walikota Kupang, Herman Man yang adalah pendamping Walikota Jonas Salean yang kembali maju mempertahankan kursinya.

Alhasil, dengan strategi baru, dukungan besar rakyat Kota Kupang, dan kerja keras dan ketulusan hatinya membangun Kota Kupang, pasangan Jeffry-Herman akhirnya menang melawan patahana Jonas Salean pada pilkada 2017. Ia pun dilantik menjadi Walikota Kupang dan mulai membangun Kota Kupang di berbagai sektor pembangunan, terutama infrastruktur, mengatasi masalah air minum, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga.

Salah satu gebrakan awal di tahun-tahun awal kekuasaan Walikota yang dijuliki “JERICO” ini, ia menatah seluruh taman di kawasan Kota Kupang. Ia membangun taman-taman dari pintu masuk Kota Kupang, seperti Tuguh Adipura, Tuguh Selamat Datang di Bundaran Undana, Taman Patung El Tari dan Sonbay di Bundaran PU yang telah dibangun dan ditata elok nan indah dan telah menjadi obyek unik yang menjadi tempat aktivitas santai maupun tempat pedagang kecil berjualan di malam hari. Selain itu, wajah kota di malam hari pun terlihat terang benderang indah dengan tatanan taman dan lampu hias di penjuru kota.

Melihat wajah kota yang masih amburadul, Walikota Jeffry melakukan gebrakan di bidang infrastruktur. Ia menatah jalan-jalan berlubang menjadi mulus, aman dan nyaman dilalui pengendara. Ia membangun trotoar dan lampu jalan agar para pejalan kaki pun merasa aman dalam beraktivitas. Ia membangun jaringan air minum perkotaan untuk melayani kebutuhan air minum warga. Masalah besar kasus sengketa kepemilikan PDAM Kupang yang bertahun-tahun tak tuntas, ia fasilitasi dan ia selesaikan dengan membangun komunikasi yang harmonis, antara Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Kabupaten Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT bersama DPR.

Menyadari pendidikan di Kota Kupang yang masih tertinggal dari kota-kota lain di Indonesia, Walikota Jeffry memberikan perhatian khusus kepada para siswa di seluruh kota Kupang. Ia memberikan bantuan buku-buku dan bantuan seragam sekolah bagi siswa-siswa diberbagai jenjang pendidikan, secara khusus bagi siswa-siswi dari keluarga tak mampu (miskin). Selain bantuan itu, ia juga memberikan bantuan biaya sekolah bagi anak dari keluarga miskin serta memperhatikan kesejahteraan para guru. Semua bantuan itu, mendapat apresiasi yang tinggi dari seluruh orang tua dan para siswa karena sangat meringankan beban mereka.

Selain itu, untuk menciptakan Kota Kupang yang bersih, sehat, indah dan berseri, Walikota Jerico, meluncurkan program Gerakan Kupang Hijau (GKH). Melalui gerakan ini, ia terjun langsung dalam aksi penanaman pohon bersama warga. Ia mendorong warga, mulai dari instansi pemerintah, perkantoran swasta, BUMN, tempat ibadah, sekolah-sekolah dan seluruh warga Kota Kupang untuk menanam pohon satu orang satu pohon. Bukan hanya semangat yang ia tanamkan, tetapi juga semangat merawat pohon hingga bertumbuh besar. Menurutnya, gerakan menanam pohon akan dirasakan manfaatnya di kemudian hari oleh seluruh warga kota.

Untuk mewujudkan Kota Kupang yang indah, elok bersih dan sehat, ia mengajak seluruh warga kota tidak membuang sampah di sembarang tempat. Untuk itu, ia menyiapkan fasilitas tempat pembuangan sampah di tempat-tempat umum, mobil pengangkut sampah, mobil penyedot sampah di jalanan, dan petugas-petugas kebersihan yang selalu siap siaga. Saat ini, gerakan Jerico sudah mulai terasa dan terlihat, dimana wajah Kota Kupang yang adalah Ibu Kota Provinsi NTT, kini sudah jauh lebih bersih, elok nan indah. 

Menyadari APBD Kota Kupang yang terbatas, dan tak mampu membangun Kota Kupang sekaligus, Jerico membangun hubungan komunikasi yang baik dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat. Ia melobi anggaran untuk mempercepat pembangunan di Kota Kupang. Selain itu, sebagai pengusaha yang sukses, Jerico membangun komunikasi dengan berbagai BUMN di Kota Kupang dan menggandeng mereka bersama-sama membangun kota melalui dana CSR. Alhasil, melalui dana-dana CSR, Jerico berhasil menata wajah Kota Kupang.     

Hal yang unik dari sosok Jerico sebagai pengusaha dan politisi sukses adalah kesederhanaan dan kerendahan hati. Ketika para pejabat negara menempati rumah jabatan yang megah atau mewah lengkap dengan fasilitas pemerintah, Walikota Jerico memilih tinggal di rumah pribadinya yang sangat sederhana di jantung Kota Kupang. Rumah jabatan walikota Kupang yang megah, hanya ia jadikan sebagai tempat untuk menerima tamu-tamu penting pemerintahan. Sementara, rumahnya yang sederhana menjadi tempat menerima warga Kota Kupang yang ingin bertemu dan berkomunikasi dengannya. Ia tak mau ada jarak yang renggang antara pemimpin dan rakyat yang telah memilihnya menjadi walikota. ****

To Top