Infrastruktur

Kebun Sayur Siska Jawa Buka Mata Pemerintah Flotim

Suara Flores
Bernard Boro Tupen S.Pd sedang berdialog dengan Mama Siska Jawa, Petani Sayur Organik Ile Boleng , Minggu, 15/07/2018. (Roberth/SFN)

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET — Walau terkendala air dan modal, kebun sayur organik milik Mama Fransiska Jawa di ujung timur trans Ile Boleng-Pelabuhan Fery Deri Pulau Adonara dapat membuka mata pemerintah untuk mengambil kebijakan pro rakyat. Mengapa tidak? Dengan modal terbatas dan air yang masih sangat sulit, Fransiska Jawa dapat mengelolah kebun sayurnya dan dapat melayani kebutuhan masyarat sehingga mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga.

Usaha ini dinilai sangat membantu warga mendapatkan sayuran dengan cepat dan sehat.  Fransiska memakai pupuk kandang dari kotoran kambing dan ayam. Dia tidak memakai pupuk tokoh atau pupuk yang mengandung zat kimia yang tinggi.

Ia bangga atas usaha yang dijalankan walau masih banyak kesulitan yang ia hadapi. Modal terbatas dan pasokan air masih sangat sulit. Ia berharap pemerintah daerah dapat  membuka mata, khususnya Bupati-Wakil Bupati, Anton Hadjon-Agust Boli agar serius memenuhi kebutuhan rakyat akan air bersih.

“Benar pak, kami sangat bangga atas perjuangan Mama Siska Jawa dan Bapak Lambert Kopong Basa. Walaupun banyak kekurangan, mereka nekad buka kebun sayurnya dengan bekal pengalamannya selama merantau di Malaysia. Padahal, kita semua tahu kalau wilayah Ile Boleng pada umumnya sangat susah air. Untuk kebutuhan rumah tangga saja sangat sulit. Apalagi mau buka usaha kebun sayur yang membutuhkan air banyak setiap saat,” tandas Politisi Muda Partai Nasional Demokrat Flores Timur, Bernard Boro Tupen, S.Pd.

Rasyid Boro, tokoh masyarakat Ile Boleng mengaku bahwa pihaknya sangat mendukung langkah berani ibu Siska Jawa dan suaminya merintis usaha kebun sayur itu. Bahkan, mulai mendorong warga yang lain untuk manfaatkan pekarangannya dan lahan kosong di kebun. Meski masih sulit air.

“Yah, kami juga tidak susah lagi beli sayur karena sudah ada kebun Mama Siska. Kami berharap ini bisa membuka mata Pemerintah kabupaten Flotim, khususnya Bupati Anton Hadjon untuk bisa melawan lupa bahwa Dia pernah berjanji dengan rakyat Ile Boleng untuk menyelesaikan kemelut air bersih Ile Boleng dalam waktu singkat,”pungkas Rasyid  serius saat ditemui dikediamannya, Minggu, 15/07/2018, sore.

Baca juga: Meski Susah Air, Siska Jawa Tetap Buka Kebun Sayur Organiknya

Rasyid menegaskan, jika Pemerintah Flotim bisa bangun infrastruktur air secara baik di Ile Boleng, maka banyak warganya yang sudah bisa hidup sejahtera dari usaha kebun sayur ini karena tekstur tanahnya sangat baik.

“Lihat saja kebun sayurnya Mama Siska Jawa. Cukup dengan kotoran kambing dan ayam saja sudah subur sekali, apalagi ditambah produk organik Natural Nusantara (NASA) pasti hasilnya semakin luar biasa,”tambahnya.

Sementara Mama Siska Jawa kepada SuaraFlores.Net menyampaikan bahwa kebun miliknya masih andalkan pupuk kandang yakni dari kotoran kambing piaraannya. Sedangkan kotoran ayam, dibeli dengan harga satu karung harganya Rp.5.000.

Ia menambahkan, karena masih terkendala air dan modal usaha sehingga belum bisa memakai produk pertanian organik seperti milik PT. NASA. Termasuk memperluas lahan usahanya.

“Pelan-pelan pak. Habis air susah, modal masih kurang. Nabung dulu dari hasil jualan kangkung dan sawi ini per ikat Rp.5.000 selama 2 tahun ini baru bisa buka lebih luas lagi lah,”pungkas Mama Siska mengakhiri obrorannya bersama SuaraFlores.Net, Minggu, 15/07/2018, sore. (Robert/sfn).

To Top