Ekbis

Kemarin Ekspor Cakalang ke Korsel, Hari ini Ekspor Tuna ke Jepang, Gubernur NTT akan Lapor Menteri dan Presiden

Dari Kiri ke Kanan: Wakil Bupati Sikka, Romamus Woga, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat dan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo Saat Berada di Kantor PT. KCBS Maumere

MAUMERE, SUARAFLORES.NET—PT. KCBS merupakan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran, penjualan dan pendistribusian dua jenis ikan yang diperoleh dari para nelayan di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, NTT. Kemarin pada Jumat (24/7/2020), perusahaan ini mengekspor ikan jenis cakalang asap sebanyak 20 ton. Sedangkan hari ini, Minggu (26/7/2020), perusahaan ini kembali mengeskpor 12 ton frozen tuna sashimi.

Pengeksporan ikan jenis cakalang asap sebanyak 20 ton tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. Sedangkan, ekspor ikan jenis frozen tuna sashimi sebanyak 12 ton ke Jepang dilakukan oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sikka, Minggu (26/7/2020) pagi.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Jumat (24/7) mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melakukan pengembangan sektor perikanan di wilayah Kabupaten Sikka. Untuk itu, pemerintah pun akan melakukan komunikasi secara serius dengan para investor untuk mengolah potensi hasil laut di Kabupaten Sikka dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

“Kita pasti ekspor secara terus menerus. Sektor ini menjadi salah satu sektor yang menjanjikan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah demi kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan. Pemerintah daerah sudah pasti mendukung penuh semua upaya perusahaan dalam mendorong percepatan pembangunan di daerah. Mari kita bergandengan tangan membangun daerah,” ujar Bupati Sikka.

Sedangkan, Gubernur NTT,Viktor Laiskodat pada kesempatan kunjungan kerjanya mengajak para pihak untuk mengucap syukur atas kinerja yang sudah dilalui saat ini. Walau ditengah pandemi covid-19 yang mengintai dunia, NTT masih dapat mengekspor ikan keluar negeri.

“Kita tahu bahwa Indonesia juga mengalami pandemi ini. Tapi kita harus bersyukur dan terus bersemangat, mulai dari bupati, masyarakat, dan terkhusus pengusaha yang berinvestasi di NTT masih dapat bekerja dan melakukan ekspor ikan ke luar negeri. Ini peluang yang sangat besar bagi NTT” ujar Viktor Laiskodat di halaman Kantor PT. KCBS, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Kabupaten Sikka usai menyaksikan proses pengolahan ikan tuna dan sashimi oleh karyawan PT. KCBS.

Gubernur NTT Saat Menikmati Sashimi Hasil Olahan Karyawan/i PT. KCBS Maumere, Kabupaten Sikka

Namun demikian, bahwa setelah mendapat laporan, dibalik ekspor dua jenis ikan ini, ada masalah yang harus ditangani segera, yakni minimnya alat tangkap atau sumber daya serta sumber daya karyawan di lokasi pabrik.

Oleh karena itu, ke depan pemerintah akan memperhatikan 2 hal ini secara serius. Alat tangkap, sumber daya karyawan harus diperhatikan agar NTT dapat mengekspor langsung ke negara tujuan.

Lanjut Gubernur, pemerintah akan menyampaikan kondisi ini ke Menteri Perdagangan dan Presiden Joko Widodo. Karena NTT memiliki potensi perikanan yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di daerah.

“Saya akan membawa informasi ini kepada Menteri dan Presiden. Saya yakin potensi ini dapat memperbaiki ekonomi masyarakat NTT pada umumnya. Alat tangkap harus ditambah, karyawan-karyawan harus mendapat pelatihan-pelatihan yang lebih mendalam,” ujarnya.

Dari sisi pasar, Gubernur Viktor mengatakan bahwa market atau pasar harus didesain menjadi lebih baik lagi. Dari market yang ada harus ditambah lagi. Pemerintah akan merapat ke Jepang, bicara dengan pemerintah dan pengusaha jepang.

“Modal terbesar itu adalah sumber daya. Maka sumber daya yang harus kita perbaiki. Kalau bicara uang kan gampang, tapi sumber dayalah yang masih jadi masalah. Nelayan harus menangkap dengan baik dan karyawan pun harus bekerja secara baik,” ujarnya.

NTT harus mengirim atau mengekspor langsung ke negara tujuan ekspor. Karena ada 2 pesawat yang sudah disiapkan untuk NTT.

“Soal ini, sebelumnya saya juga sudah bicara dengan Menteri Perdagangan, dan diharapkan sekitar bulan Juli tahun depan, kita sudah bisa kirim langsung ke negara tujuan,” tandasnya.

Untuk diketahui, kehadiran Gubernur NTT ke Kabupaten Sikka disambut hangat secara adat dalam sapaan adat dan tarian gong waning. Rombongan gubernur dijemput oleh Bupati Sikka, Wakil Bupati Sikka, Ketua DPRD Sikka serta Forkopimda. (sfn02).

To Top