Kesehatan

Kisah Petani dan Nelayan Pasien Katarak Usai Mendapat Operasi Gratis

Suara Flores
Para pasien katarak setelah dibuka perban oleh tim dokter JFF dan KCK Sedang menanti antri test penglihatan, Jumat (3/8/2018).

MAUMERE, SUARAFLORES.NET –Kehadiran JFF dan KCK dinilai sangat membantu warga tidak mampu di wilayah Keukupan Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Para nelayan, tukang ojek, pemulung, sopir, buruh bangun, dan para petani miskin terbantu oleh campur tangan JFF dan KCK yang datang ke Maumere, melayani pengobatan katarak secara gratis tanpa persyaratan apapun.

Disaksikan SuaraFlores.Net, pengobatan hari kedua, Jumat (3/8/2018) warga dari berbagai paroki, berbagai desa, berdesakan mendaftarkan diri untuk mendapat pengobatan katarak secara gratis.

Kepada SuaraFlores.Net, sejumlah warga tidak mampu tersebut mengungkapkan kebahagiaan setelah sekian lama tak dapat menyaksikan keindahan alam ciptaan Yang Maha Kuasa. Ada yang sudah puluhan tahun tak dapat melihat secara normal, ada pula yang baru dua sampai tiga tahun.

Dalam waktu yang begitu panjang, mereka berjuang hidup dengan sebelah mata saja. Ada yang hanya melihat dengan mata kiri, ada yang melihat dengan mata kanan dan ada yang tidak dapat melihat sama sekali.

Keindahan alam ciptaan Yang Maha Kuasa dilewati begitu saja. Sejauh itu, mereka tak dapat merekam secara normal semua peristiwa kehidupan yang terjadi, baik ditingkat rumah tangga, di tengah lingkungan atau pada wilayah yang lebih luas.

Seorang petani asal Paroki Maria Imaculata Lekebai, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka bersama keluarga mendapat pengobatan gratis yang dilayani oleh tim dokter dari JFF dan KCK. Mereka hadir setelah mendapat informasi melalui pengumuman pihak gereja.

Baca juga: Pelaku Perusakan Pagar RUDI Hokeng Minta Maaf

Sebut saja Paulus Kawe (72), pria berambut uban ini dapat melihat kembali setelah menjalani operasi katarak. Dahulu, ia melihat dunia dengan mata sebelah kanan saja. Setelah mendapat pengobatan oleh JFF dan KCK, bola mata sebelah kiri pun dapat melihat kembali seperti awal mula ia hadir di muka bumi.

Dikisahkannya, sebelum mendapat pelayanan gratis tersebut, ia pernah menjalani operasi mata sebelah kiri dan sembuh atau dapat melihat kembali. Namun, beberapa waktu kemudian, mata sebelah kanan menjadi buta.

“Saya sangat bahagia. Hari ini, Jumat (3/8/2018) saya dapat melihat dunia dengan kedua bola mata saya. Saya sangat berterima kasih kepada JFF, KCK dan Bapak Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Pr. Bersama keluarga, kami berdoa agar JFF dan KCK diberi berkat yang berlimpah,” ujar Paulus.

Mereka mengaku terus berdoa setiap waktu agar kembali melihat dunia dengan normal. Tuhan memang tidak menutup mata bahwa barang siapa yang berjuang tanpa pamri, berdoa setiap waktu, ia pasti dapat menikmati dunia dengan sukacita.

Ungkapan lain disampaikan oleh sejumlah warga Desa Kolidetung, Kecamatan Lela. Sejak pagi mereka antri di depan Auditorium St. Vincentius A Paulo RS. Sta Elisabet Lela, Jumat (2/8/2018).

Mereka tak banyak keluh, walau harus menunggu lama. Ada yang rabun dan ada yang katarak dan harus dioperasi.

Baca juga: Pengobatan Mata Secara Gratis, Uskup Maumere Sampaikan Terima Kasih kepada JFF dan KCK

Pengobatan gratis tersebut seakan jalan Tuhan bagi mereka yang selama ini tidak dapat melihat dengan baik dan tak dapat berobat. Pengobatan gratis menjadi solusi mengatasi kondisi ekonomi mereka yang “lemah lembut”.

“Bagaimana mungkin kami tidak antri, kami tidak ingin menyaksikan keindahan alam ini secara baik. Mata kami rabun dan juga katarak. Kami tidak punya uang yang cukup, dan kami tidak punya kartu JKN-KIS. Kalau ada pun, belum tentu kami dilayani secara baik. Apalagi kami tidak dapat bicara bahasa Indonesia dengan baik,” ujar mereka saat ditemui media ini, (3/8) siang.

Mereka sudah membawah bekal untuk makan siang. Setelah makan siang, di balik megaphone terdengar suara Kapolsek Lela, Kapolsek Lela, Iptu, Emanuel Kesasar memanggil mereka untuk mengambil nomor urut dan mendapat pengobatan gratis yang dilaksanakan dalam rangka HUT KCK ke-18 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2018 nanti.

Mereka pun dilayani oleh tim dokter mata dari Denpasar. Bagi yang rabun diberi obat tetes dan mendapat Rosario sebagai kenangan. Sedangkan yang warga yang mengalami katarak harus menjalani operasi oleh tim dokter.

“Semoga mata kami kembali melihat dan bisa kerja kebun dengan baik lagi,” ujar Ibu Adel dan Moat Bernadus usai mendapat pengobatan gratis tersebut. (sfn02).

To Top