Hiburan & Sport

Kolilanang Open 2018, Lahirkan Sejarah, Pecahkan Rekor & Renovasi Stadion

Suara Flores
Kabag Ops Polres Flotim, Abba Riantobi mewakili Kapolres Flotim saat menyerahkan Trophy kepada para juara Turnamen Sepak Bola Kolilanang Open 2018, Sabtu (22/9/2018)

LARANTUKA, SUARAFLORES.NET – Laga Final Sepak Bola Kolilanang Open 2018 yang diikuti 114 Tim resmi ditutup Bupati Flotim, Anton G Hadjon, Sabtu (22/9/2018).

Juara Bertahan Agotugu FC dipimpin Pemain Senoir Perseftim Frans Sabon menekuk Tim Kuat Nagadarat 4-3 lewat drama adu pinalti yg menegangkan setelah bermain imbang 0-0 selama 90 menit. Sang juara Agotugu memecahkan rekor sebagai satu-satunya tim yang meraih juara selama tiga kali berturut-turut.

Event ini juga berhasil pecahkan record dengan hadiah yang paling tinggi di Flores Timur, yakni Rp24.100.000 untuk Juara I, Rp18.100.000 Juara II, Rp12.100.000 Juara III dan Rp.6.100.000 Juara IV. Turnamen inipun juga berhasil membuat cacatan apik sebagai turnament terbaik tahun ini di Flotim. Rencana merenovasi stadion Cendrawasih Kolilanang tahun 2019 pun digaungkan oleh Bupati Anton Hadjon.

Baca juga: Dosen Kampus Besar di Borgol ke Sel Sempit

Hal itu disampaikan Bupati Antoh Hadjon sebagai bentuk apresiasi atas suksesnya event ini dan sebagai bukti nyata Kolilanang Kampung Piala Dunia 2018. Pemerintahan Flotim siap merenovasi stadion Cendrawasih Kolilanang pada tahun 2019. Respons cepat orang nomor satu Flotim ini disambut aplaus panjang ribuan hadirin.

“Saya pastikan stadion ini dibantu tahun depan,”katanya.

Sementara itu, Kades Sipri Kopong Koli juga memastikan dana yang terhimpun dari turnamen 2018 akan dipakai untuk merenovasi stadion. Dan, tentunya dengan dukungan dana desa dan pihak lainnya.

Rekaman SuaraFlores.Net, panitia sukses meraup keuntungan dari event ini. Ditaksasi mencapai angka diatas Rp.300 juta. Terhitung dengan uang pendaftaran Rp.750.000 per Tim. Tentunya ini menjadi iklim investasi kedepan yang luar biasa. Bahwa Bola Kaki di Flotim, Adonara tidak lagi sekedar ajang hiburan belaka, tapi sudah jadi lahan bisnis baru. (roberth).

To Top