Peristiwa

Korban Meninggal Tertimbun Longsor Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Suara Flores

MAUMERE, SUARAFLORES.NET — Senin (7/1/2019) pagi, terjadi bencana tanah longsor di Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka. Empat warga desa tersebut menjadi korban dalam peristiwa ini. Satu dari keempat korban dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan tiga korban yang dalam upaya pencarian kemudian ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Demikian hal itu dilaporkan oleh Kepala Kantor Sar Maumere, I Putu Sudayana kepada SuaraFlores.Net, Senin (7/01/2019) siang. Korban selamat yang dievakuasi warga, yakni Marselinus Moa alias Doli (20), warga Desa Hale, Kecamatan  Mapitara.

Doli yang berprofesi sebagai seorang sopir ini mengalami luka robek di bagian betis kaki kiri dan lecet di bagian pelipis kanan. Saat ini, Doli sudah di rujuk ke RSUD dr. TC. Hillers Maumere yang untuk mendapat pertolong medis.

Upaya keras dan cepat tim gabungan yang terdiri dari Kansar Maumere 5 orang, BPBD Sikka, Tagana, Polsek Bola, Koramil Bola, Camat Mapitara dan Masyarakat, dua korban lainnya, yakni Silversius Silik (10) dan Petrus Afriandi (11), pelajar SDK Hale pun ditemukan.

Kedua korban tersebut dievakuasi dalam kondisi sudah meninggal dunia. Tak lama kemudian, , tim juga berhasil mengevakuasi Emanuel Jefri Armando (8). Jefri adalah seorang pelajar yang saat di duduk dibangku Sekolah Dasar Hale, Kecamatan Mapitara.

Baca juga: Terjun ke Laut, Pria yang Diduga Gangguan Jiwa Diselamatkan Tim SAR

Informasi yang berhasil dihimpun melalui Tim Gabungan, sebelum kejadian ketiga korban yang meninggal sementara menggali pasir di tebing yang tingginya kurang lebih 12 meter. Lokasi itu berada dalam areal tanah milik Januarius Jony alias Jony.

Saat itu, korban atas Marselinus Moa alias Doli yang dievakuasi dalam kondisi selamat, saat kejadian sementara memilih batu di areal longsor yang berdekatan dengan ketiga korban. Diduga karena fokus menggali pasir dan memilih batu, para korban tidak sadar, saat tanah di atas tebing ambruk atau longsor yang langsung menutup para korban.

Peristiwa itu disaksikan oleh beberapa warga, yakni Wihelmus Wiryanto alias Irwan (18), yang merupakan adik kandung Marselinus Moa alias Doli. Irfantus Nong Guntur (18) dan Sestarius alias Heri (32).

Baca juga: Bencana Tiada Henti Melanda Indonesia

Saat para korban sudah di tindis atau di tutup oleh tanah Saksi Irwan dan Guntur melihat kepala dan tangan serta mendengar teriakan minta tolong. Irwan dan Guntur pun bergegas menolong dengan cara  menggali tanah dan mengeluarkan korban. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Mapitara, dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr. TC. Hillers Maumere.

Sedangkan ketiga korban lainnya, saat itu tidak sempat dilihat karena sudah tertimbun tanah. Warga lain, yakni Sestarius mendatangi Kantor Desa dan memberitahukan kepada kepala desa Hale dan warga setempat. Namun warga kesulitan untuk menyelamatkan tiga korban ini, karena kondisi korban rupanya sudah tertimbun tanah yang cukup tebal.

Camat Mapitara kemudian menghubungi pihak BPBD Kabupaten Sikka untuk bisa menolong para korban. Kurang lebih pada pukul 09.30 Wita, Tim Gabungan tiba dilokasi dan selanjutnya berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia. (tim/sfn02).

To Top