Kesehatan

KPPS Peduli KIA dan Soroti Kebersihan Kota Waikabubak

Kiri; Suasana pertemuan KPPS di Sekretariat Stimulan Institute Sumba (SIS). Kanan; peserta foto bersama usai pertemuan.

WAIKABUBAK, SUARAFLORES.NET,- Komunitas Peduli Sumba Sehat (KPPS) sangat peduli terhadap upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak (KIA). Bentuk kepeduliannya dilakukan dalam berbagai kampanye dan aksi nyata yang dilakukan oleh masing-masing organisasi.

Pada pertemuan yang berlangsung di Sekretariat Stimulant Institute Sumba (SIS) pada Sabtu (21/9) lalu, para peserta menyatakan persoalan kesehatan ibu dan anak harus menjadi gerakan bersama karena kita semua berasal dari keluarga. dalam keluarga, kesehatan ibu dan anak biasanya kurang diperhatikan. Padahal, kalau kita cermati secara baik kualitas bangsa sesungguhnya bermula dari kesehatan ibu dan anak. jika ibu sehat dan anak sehat maka pastinya masyarakat akan sehat. Melalui KIA, maka pemerintah tidak akan kesulitan melakukan pencegahan dan penanganan stunting yang sedang dilaksanakan pemerintah saat ini.

Dalam pertemuan koalisi masyarakat sipil yang biasa disebut dengan CSO ini, para peserta berasal dari berbagai organisasi masyarakat dan individu yang peduli terhadap KIA. Peserta terdiri dari perwakilan Yayasan Bahtera, Waikabubak Yamaha Club, Pemuda Katolik, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Ansor, Radio Cahaya Sumba, Kelompok Peduli Anak (KPA) Desa Dira Tana dan KPA Desa Tema Tana, Tim Tenaga Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Inovasi, Wanita Gereja Bethel Indonesia, Stimulant Institute Sumba, Save The Children dan berbagai organisasi lainnya.

Pertemuan ini diawali dengan penyampaikan materi dari Save The Children terkait Pneumonia atau Penyakit Infeksi Paru-Paru dan presentasi dari Yayasan Bahtera terkait Pendidikan inklusi. Untuk materi dari Save The Children, yang disampaikan saat itu adalah pentingnya melakukan pencegahan sejak dini terkait bahaya Penyakit Pneumonia. Penyakit ini adalah pembunuh nomor dua di Indonesia setelah diare. Pneumonia disebabkan oleh asap rokok dan asap dapur. Untuk memperjelas apa itu Pneumonia, kepada peserta saat itu juga ditampilkan video animasi pneumonia.

Dalam pertemuan yang dipandu oleh Program Koordinator Stimulan Institute Sumba, Yeni Djelalu, masing-masing organisasi memaparkan profil dan peran organisasi dalam bidang KIA. Misalnya dari Waikabubak Yamaha Club yang disampaikan oleh Nino, pihaknya setiap bulan selalu melakukan tour dengan sepeda motor sambil kampanye pentingnya kesehatan dan kebersihan. Sementara itu, dari Yayasan Bahtera yang disampaikan oleh Iren, pendekatan yang dilakukan pihaknya saat ini adalah Pendidikan inklusi. Melalui Pendidikan inklusi pihaknya mendorong semua pihak untuk peduli terhadap orang dengan kebutuhan khusus agar mereka sehat dan cerdas. Kita harus penuhi kebutuhan dengan menyediakan fasilitas yang mendukungnya.

Hironimus Sugi, Provincial Manager Inovasi, juga mengapresiasi adanya gerekan untuk mendukung KIA. Berbicara tentang kesehatan diakuinya memang Inovasi tidak melakukannya karena focus program terkait Pendidikan. Namun,  untuk mendukung pemenuhan hak anak, untuk pemenuhan kesehatan anak pihaknya sangat mendukungnya apalagi Sumba Barat merupakan kota kecil terkotor di Indonesia. Ini juga perlu kolaborasi multi pihak dalam mendukung kesehatan Sumba terutama anak-anak.

Sementara itu, tenaga ahli dana desa yang juga Koordinator Kabupaten Tim P3MD, Sem Ola, menyatakan, melalui dana desa pihaknya mendorong pemerintah desa memaksimalkan penggunaan dana desa untuk pemberdayaan yang di dalamnya terkait kesehatan ibu dan anak. Pihaknya, kata Sem Ola berharap adanya kolaborasi dan pengawasan bersama agar dana desa benar-benar bermanfaat untuk kesehatan ibu dan anak.

Dalam pertemuan ini, selain membahas pentingnya KIA, para peserta juga menyoroti kebersihan Kota Waikabubak yang mana orang seenaknya membuang sampah di sembarang tempat. Berbagai kegiatan sudah dilakukan yakni pembersiihan sampah, namun, masih saja ada warga yang membuang sampah sembarangan. Para peserta mengusulkan agar dalam pertemuan berikutnya bisa berkoordinasi dengan instansi terkait untuk bisa hadir bersama guna mencarikan solusi terkait kebersohan Kota Waikabubak ini.  (bkr/SFN)

To Top