Politika

Laiskodat: Kalau ke depan NTT masih miskin, kita semua ini tolol

Suara Flores
Gubernur NTT, Viktor Buntilu Laiskodat

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laikodat mengajak semua pihak untuk bekerja keras dengan menyamakan karakter dilingkungan kerja. Bahwa perencanaan yang baik harus didukung karakter kerja yang baik agar NTT tidak dicap terbodoh, termiskin dan terkorup.

“Kalau kita ingin tetap mendapatkan stigma buruk, propinsi termiskin, terbodoh, terkorup, itu berarti mulai dari kepala desa, camat, bupati dan gubernurnya tolol (termasuk saya ini). Saya omong begini, supaya kita bekerjasama untuk tidak dicap tolol, miskin dan terkorup. Kita harus serius kerja, menyamakan karakter kerja,” tegas Viktor dalam pertemuan bersama para camat, ratusan kepada desa dari Kabupaten Lembata, Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka di aula Sikka Convention Centre (SCC), 24/11/2018).

Ia mengatakan, untuk mencapai misi besar kita dalam membangun NTT, semua pekerjaan harus dilakukan dengan optimisime. Karena dengan optimisme, daerah mampu menghadapi kesulitan  menuju 2023. Kurang lebih 2 ke depan, daerah menghadapi masa sulit, dan sisah tiga tahun, semua pihak bekerja keras mempercepat pembangunan.

Baca juga: Gubernur NTT: Seseorang jadi pemimpin tidak untuk dihina

Ia menjelaskan, hal yang menjadi kesulitan selama dua tahun tersebut adalah sinkronisasi karakter-karakter dan program-program. Bahwa mempercepat pembangunan, butuh kesamaan karakter dan merencakan program-program kerja. Ini dimaksudkan, apa yang diinginkan Gubernur harus sama dengan apa yang direncanakan oleh OPD dan daerah-daerah.

“Mungkin ada yang belum terbiasa dengan karakter Gubernur Viktor ini. Mungkin ada yang juga mengajukan program duluan, tapi Gubernur bikin program yang lain, maka harus sinkronisasi. Ini perlu waktu maksinal 2 tahun. Saya yakin dengan potret kepemimpinan, kabupaten, desa yang terus membaik dari tahun ke tahun, dan Forkompimda Propinsi yang mulai memahani untuk terus gerak bersama. Dalam arus gerakan bersama ini, menurut saya kita akan menata NTT lebih baik. Ini menjadi tanggungjawab kita semua di era kepemimpinan ini,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Samuel Yonathan, Kontraktor Putus Sekolah Membangun Sumba Timur

Lanjut Viktor, cara kerja ditawarkan ini merupakan pendekatan kerja yang tidak formalitas belaka. Tetapi bekerja dalam persaudaraan yang dapat melahirkan kualitas pembangunan yang hebat. Tidak hanya urus rapat sana sini tiap hari, lalu pulang bilang hebat, walau masyarakat tetap miskin, bodoh dan daerah dicap terkorup.

“Kita harus saling kenal. Gubernur NTT karakternya seperti apa. Bupati Lembata, Bupati Flotim dan Bupati Sikka karakternya seperti apa. Kita harus saling mendukung, jangan baku sikut terus yang membuat masyarakat terus menderita. Pertemuan ini saya maksudkan agar kita menyamakan karakter kerja untuk bangun daerah ini dengan lompatan yang luar biasa,” ujarnya.

Gubernur NTT menekankan, sesungguhnya perencanaan yang baik dapat mencapai keberhasilan 50 porsen, namun dengan karakter pemimpin yang baik juga ikut berperan serta dalam perencanaan. “Maka kita harus jujur. Jujur dalam bekerja. Jangan pura-pura kerja, pura – pura rapat dan pura-pura bicara. Apa yang dibicarakan harus mengerti,” tandasnya. (sfn02).

To Top