Ekbis

Lapak Pasar Senja Diresmikan, Bupati Sikka: Masih Banyak yang harus kita Bangun

Suara Flores
Lapak Pasar Senja Kota Maumere, Kabupaten Sikka

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Lapak Pasar Senja yang terletak di belakang Gelora Samador Kota Maumere telah diresmikan oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Sabtu (10/11/2018) malam. Peresmian lapak ini yang baru digunakan 22 pedagang kaki lima (PKL) ini menjadi langkah awal pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ke depan pemerintah bertekad membangun hingga 100 lapak.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mengatakan, pembangunan lapak Pasar Senja akan dilengkapi dengan lantai plaza, pohon-pohon yang hijau, wi-fi dari 50 MG hingga 100 MB dan jasa sewa kursi dan tempat parkir. Ia berharap pengelolaan lapak di Pasar Senja tersebut tidak hanya menjadi tanggungjawab Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, tetapi menjadi bagian dari Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan.

“Ini sebenarnya sebuah pukulan buat kita. Harusnya kita bisa melaksanakan sendiri, karena setiap malam kita dapat PAD. Kalau omset 22 lapak ini per titik 1 juta, maka total 22 juta. Nah, dari 22 juta ini dikali 10 persen, maka pemerintah kabupaten terima 2,2 juta setiap malam. Saya harap ini tidak hanya menjadi tanggungjawab Dinas Pedagangan, tetapi kerjasama yang baik antar dinas-dinas untuk peningkatan PAD. Ini potensi untuk daerah kita,” ujar Bupati Sikka.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya mengambil langkah-langkah strategis dengan mencontohi tempat-tempat kuliner daerah lain yang mendorong peningkatan pendapatan asli daerah. Bahwa Kabupaten Sikka tidak kalah saing dengan daerah lain, karena memiliki potensi yang sama.

“Mendengar laporan Dinas Pedagangan, Koperasi dan UKM sebenarnya sebagai kepala daerah saya malu. Ke depan, kita tidak boleh malu lagi dengan memperbaiki kondisi kita saat ini. Kita harus mengambil langkah-langkah strategis. Tempat ini sebenarnya belum ada apa-apanya. Masih banyak yang harus kita bangun. Karena Maumere ini masih miskin dengan tempat hiburan, maka kita harus menyiapkan tempat hiburan yang banyak agar orang-orang tidak ramai ke tempat hiburan yang negatif,” ujarnya.

Baca juga:Poros Benhil: Kaum Milenial Ujung Tombak Menangkan Jokowi-Amin

Ia menjelaskan, di Bandung ada Sudirman Street sebagai kawasan kuliner terbesar yang menyiapkan berbagai jenis makanan yang sehat dan berkualitas. Penataanya sangat indah dengan semua fasilitas yang menarik simpati banyak pengunjung.

“Baru-baru saya mengunjungi salah satu kawasan wisata kuliner terbesar di Bandung dengan menu makanan sehat dan berkualitas. Karena itu, saya ingin semua dinas bekerjasama secara baik, tidak hanya mengandalkan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, tetapi Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian harus ambil bagian, memfasilitasi masyarakat, menaman sayur-sayuran organik agar semua disajikan berkualitas, mulai dari produksi hingga siap saji. Ini saya anggap belum tuntas. Saya harap Dinas Pariwisata dapat mengikuti dengan membuat master plan,” ujar pria yang akrab disapah Robi Idong yang sering mengunjungi lapak pasar senja bersama keluarga sebelum menjadi Bupati Sikka.

Suara Flores

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat melakukan pengguntingan pita peresmian pemanfaatan lapak Pasar Senja di Kota Maumere, Sabtu (10/11) malam. 

Robi Idong berharap agar pihak Dinas Budaya dan Pariwisata mampu melakukan penelitian dari lapak ke lapak untuk memastikan mutu makanan. Para pedagang harus menerima masukan-masukan yang membangun. Harus mampu membangun komunikasi dengan para pedagang dalam menjawab keinginan masyarakat, baik masyarakat Sikka maupun pendatang.

“Target saya, Maumere menjadi Kota Kuliner terbesar di Flores dengan berbagai sajian menu makanan yang bermutu dan sehat bagi semua kalangan,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Ir. Lukman, M.Si dalam laporannya menjelaskan, pembangunan lapak ini bersumber dari Dana Tugas Pembantuan senilai 500 juta rupiah dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk penataan kawasan Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Sikka.

“Bantuan ini kita dapat saat ada petugas kementerian berkunjung ke pasar senja dan sempatkan diri ke lapak-lapak ini. Mereka meminta kita membuat permohonan dan kemudian mengalokasikan dana senilai 500 juta rupiah. Saya bersyukur, melalui perjuangan panjang tempat ini kita mulai tata secara baik,” ujarnya.

Sesuai kontrak, pekerjaan yang dilaksanakan CV. Karya Tunggal dikerjakan selama 120 hari, sejak tanggal 20 Juli 2018 sampai 30 Oktober 2018 yang dibagi dalam tiga pekerjaan. Pertama, perencanan senilai Rp17.500.000, pengawasan senilai Rp12.500.000 dan fisik senilai Rp.396.369.000.

Sesuai dengan perturan Deputi Kementerian Koperasi dan UKM, calon pemanfaatkan yang menjadi syarat adalah 50 pedagang, tetapi di tempat ini secara rill baru 22 orang. “Saya berjanji sebelum Desember bisa diisi 50 pedagang,” ujarnya. (sfn02).

To Top