Infrastruktur

Lomba Daerah Irigasi Teladan 2018, Bena Raih Juara I Nasional

Kepala DInas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT, Ir. Andreas W. Koreh, MT.

KUPANG, SUARAFLORES.NET,-Mengelola Daerah Irigasi (DI) di wilayah kering seperti di NTT adalah hal yang unik, yang sering diibaratkan sebagai “memberi dalam kekurangan”.Berbeda dengan DI di daerah yang sumber airnya cukup tersedia. Karena itu, kata kunci pengelolaan DI di NTT adalah komitmen seluruh stakeholder dan pengembangan inovasi berbasis teknologi. Provinsi NTT kini telah menunjukan prestasi dalam perlombaan DI di tingkat nasional. Hal ini menunjukan kualitas infrastruktur makin baik dari waktu ke waktu.

Kepala Dinas PUPR NTT, Ir. Andreas W. Koreh, MT dalam siaran persnya yang diterima media, Rabu (/11/2018), menerangkan, melalui lomba tingkat nasional yang diselenggarakan setiap tahun oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Provinsi NTT selalu mengikuti beberapa kategori yang dilombakan, dan pada beberapa kategori lomba, Provinsi NTT meraih prestasi yang cukup membanggakan.

Menurut Andre, pada tahun 2018 Provinsi NTT telah mengikuti lomba dan hasil penilaian Tahap I sebagai berikut: (1) Lomba Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Teladan Tingkat Nasional, untuk wilayah timur meliputi semua provinsi selain Jawa dan Sumatera. Hasil penilaian tahap pertama, nominasi pertama diraih oleh Provinsi NTT, yaitu OP Daerah Irigasi Bena di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) nominasi kedua Provinsi Sulawesi Selatan dan nominasi ke 3 Provinsi Bali.

(2). Lomba Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tingkat Nasional. Hasil sementara Provinsi NTT menempati posisi nominasi 3, yaitu P3A Oetaman di Daerah Irigasi Bena Kabupaten  Timor Tengah Selatan. Nominasi 1 dari Provinsi Bali dan nominasi 2 dari Provinsi Kalimantan Selatan. (3). Lomba Juru Pengairan Teladan Tingkat Nasional. Hasil sementara Provinsi NTT mendapat nominasi 2 atas nama Meo Selan, Juru Pengairan Daerah Irigasi Bena Kabupaten TTS. Nominasi 1 dari Provinsi Sulawesi Tengah dan nominasi 3 dari Provinsi Sulawesi Tenggara.

(4). Lomba Pengamat Pengairan Teladan Tingkat Nasional. Hasil sementara Provinsi NTT masuk sebagai nominasi 3 atas nama Meyleta Muskanan, pengamat daerah irigasi Tilong di KabupatenKupang. Nominasi 1 ditempati oleh perserta dari Provinsi Sulawesi Tengah dan nominasi 2 ditempati oleh peserta dari Provinsi Sulawesi Utara.

Setelah penetapan hasil lomba sementara pada bulan Mei 2018 Tim Juri nasional melanjutkan penilaian tahap kedua, yaitu penilaian lapangan ke seluruh daerah yang menjadi nominator dan hasilnya diumumkan hari ini, Selasa 6 November 2018 di Jakarta.

Andre Koreh dalam siaran persnya, menerangkan, pada acara pembukaan kotak hasil penilaian semua kategori lomba di Jakarta, prestasi yang diraih oleh Provinsi NTT pada lomba tingkat nasional tahun 2018 adalah sebagai berikut: (1). Juara I Lomba Operasi dan Pemeliharaan Daerah Irigasi Teladan Tingkat Nasional, yaitu OP Daerah Irigasi Bena di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menyisihkanDaerah Irigasi Bila Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Juara II dan DaerahIrigasi Gumbasa Provinsi Sulawesi Tengah sebagai Juara III.

(2). Juara III Lomba Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tingkat Nasional, yaitu P3A Oetaman di Daerah Irigasi Bena Kabupaten TTS. (3). Juara III Lomba Juru Jaringan Irigasi Permukaan Tingkat Nasional, atas nama Meo Selan, Juru Pengairan Daerah Irigasi Bena Kabupaten TTS. 4. Juara III Lomba Pengamat Pengairan Teladan Tingkat Nasional, atas nama Meyleta Muskanan, pengamat daerah irigasi Tilong di Kabupaten Kupang.

“Saya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTT menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT, Wakil Gubernur NTT, Pemda Kabupaten Kupang dan Pemda Kabupaten Timor Tengah Selatan, Balai Wilayah Sungai NT II dan seluru stakeholder atas komitmen dan kerja bersama sehingga prestasi ini dapat diraih. Dalam momentum perayaan Hari Bhakti PU ke 73 Tahun 2018 dan Hari Ulang Tahun Provinsi NTT ke 60 Tahun 2018, prestasi dan penghargaan yang diraih ini ingin kami persembahkan bagi seluruh masyarakat NTT,”ungkap Andre Koreh.

Dia menambahkan, untuk mendukung visi dan misi Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023, yaitu NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana misi ketiga adalah meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur di NTT, maka Dinas PUPR NTT sebagai perangkat daerah yang mempunyai tugas membantu gubernur melaksanakan urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang yang menjadi kewenangan daerah. Dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada daerah, bertekad akan melaksanakan seluruh tugas dan tanggung jawabnya, baik dalam bidang pembangunan sumber daya air maupun pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan demi kemajuan Provinsi NTT. (bkr/sf)

To Top