Politika

Masih Banyak ASN yang Terlambat dan tidak Hadiri Apel Kekuatan

Suara Flores
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo Saat Apel Kekuatan, Senin (10/2/2020) pagi di Halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Flores.

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Setda Kabupaten Sikka masih tampak minim. Hal itu dilihat dari tingkat kehadiran pada setiap Apel Kekuatan.

Pantauan Suara Flores, Senin (10/2/2020) pagi, Apel Kekuatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari Kota Maumere, dimulai pada pukul 07:39 Wita. Bupati Sikka dikawal ajudannya, tampak memasuki lapangan upacara. Saat itu, tampak banyak ASN lari masuk ke barisan untuk mengikuti apel kekuatan.

Data yang dihimpun media, jumlah ASN yang wajib mengikuti Apel Kekuatan setiap senin sebanyak 1.265 orang. ASN yang hadir pada Senin (10/2/2020) sebanyak 720 orang, sedangkan yang tidak hadir  545 orang.

Kondisi ini berbeda dengan sebelumnya. Kehadiran ASN pada Apel Kekuatan mencapai delapan ratusan orang. Kehadiran ASN saat itu, setelah Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memerintahkan para Kepala Dinas untuk menjemput staf yang terlambat, sehingga Apel Kekuatan pekan lalu dimulai pada pukul 09:00 Wita.

Baca juga: Kepemimpinan RoMa, 4 KK di Kampung Delang Diterangi Listrik PLN

Baca juga: Apresiasi Gerakan Kupang Hijau, Don Ara Kian: Ke Depan perlu Dibuat Master Plan Taman

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo (10/2) menyampaikan apresiasi atas kesadaran semua ASN, karena sudah lebih baik dari waktu sebelumnya. Ia meminta para ASN untuk mempertahankan peran mewujudkan disiplin nasional mulai dari lingkup pemerintah Kabupaten Sikka.

“Saya mengajak agar para ASN dapat menujukkan kemampuan disiplin mulai dari hal kecil. Seminggu sekali kita laksanakan apel. Tidak boleh lagi ada yang terlambat. Karena ini seminggu sekali. Jadi saya minta, bagi yang masih terlambat, tunjukkan kemampuan berdisiplin,” ujar Bupati yang biasa dipanggil Robi Idong ini.

 Selain itu, Bupati Robi menghimbau kepada semua ASN untuk dapat menghilangkan rasa malas. Karena malas bukan budaya, apalagi bagi para ASN sebagai pelayan masyarakat Kabupaten Sikka.

“Jangan jadikan malas sebagai budaya. ASN harus rajin. Rajin dan disiplin pasti mendapatkan banyak manfaat bagi diri sendiri dan bagi banyak orang,” tandas Robi Idong. (sfn02).

To Top