Peristiwa

Massa Paket TABIR Rusaki Kantor Panwas Matim

Suara Flores
Kaca di Kantor Panwas Kabupaten Manggarai Timur yang dipecahkan oleh Massa TaBir

BORONG, SUARAFLORES.NET — Sejumlah massa dari Paket Tarsisius Sjukur Lupur dan Yoseph Biron (TaBir), Rabu (4/7/2018) pukul 10.00 wita mendatangi Kantor Panwas Kabupaten Manggarai Timur, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka bahkan rela berlarut hingga Pukul 23.00 wita.

Kedatangan Tarsi Sjukur dan massanya ke Panwaslu diduga atas dasar ketidakpuasaan, yang menurut mereka proses Pilkada Matim hingga 27 Juni 2018  berjalan kurang baik.  Disisi lain, dalam versi hitung cepat KPU RI, TABIR ditendang jauh posisinya di bawah Paket ASET (Andreas Agas dan Jaghur Stefanus).

Kedatangan Tarsi Sjukur dan massanya sempat membuat suasana di Kantor Panwaslu Matim keruh karena menuntut keadilan dari wasit Pilkada tersebut.

Ketua Panwaslu Kabupaten Manggarai Timur menyayangkan tindakan dari massa TaBir yang memukul meja di depan Ketua Panwaslu Matim hingga pecah.

“Saya heran, fasilitas milik negara, baik meja maupun kaca di Kantor Panwaslu kok dibikin pecah!,” keluhnya.

Dikatakannya, Tarsi Sjukur kemudian bergegas pulang dari Kantor Panwas pada pukul 23.00 WITA. Diduga karena belum puas direspon oleh Panwas, mereka mengancam untuk menunda pleno dari KPU.

Baca juga: Perolehan Sementara di 555 TPS, ROMA Raih 60.040 Suara atau 40.11 Persen

Terkait tuntutan Tabir, Panwas menjelaskan, sesuai Perbawaslu No. 14 tahun 2018 tentang Pengawasan Rekapitulasi, pasal 25 menyatakan, laporan dari Tarsisius bisa disampaikan saat pleno tingkat KPU. Untuk itu, sambung dia, dengan tegas Panwas Matim tidak akan mengeluarkan rekomendasi apapun.

“Soal tunda pleno jangan minta di Panwas. Iya, minta saja ke KPU. Karena pleno menjadi kewenangan KPU bukan kewenangan Panwas. Dalam pleno, saksi dan Panwaslu hanya sebagai peserta pleno. Itu saja!,” kesalnya.

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil mengkonfirmasi Tarsi Sjukur. (mk)

To Top