Edukasi

Mengenal Dapodik Sebagai Basis Pengembangan Zistem Zonasi

Foto Ilustrasi: Siswa jalan kaki ke sekolah (Sumber foto Merdeka.com)

Secara substantif, pendidikan merupakan salah satu zona pelayanan terhadap setiap warga negara yang dapat dikelola dalam konfigurasi zona atau wilayah baik secara batas administrasi pemerintahan maupun berbasis karakteristik tema/ substansi zona. Sinkronisasi dari dua kepentingan, yaitu Zonasi PPDB dan Zonasi Mutu Pendidikan perlu dikembangkan dan dilaksanakan secara seimbang dan berkesinambungan.

Zonasi PPDB dibuat untuk memberikan layanan pendidikan yang merata, bermutu, dan berkeadilan sesuai dengan kondisi geografis dan demografis calon peserta didik, sedangkan Zona Mutu Pendidikan dibuat untuk memberikan layanan pendidikan yang merata, bermutu, dan berkeadlilan sesuai dengan pemetaan mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) melalui penilaian kelayakan melalui kegiatan akreditasi.

Dengan sinkronisasi kedua perspektif ini maka akan melahirkan sekolah-sekolah yang memenuhi SNP pada setiap wilayah yang siap menerima dan melayani berbagai karakteristik dari peserta didik untuk melahirkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan standar kompetensi lulusan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,  sistem Zona Pelayanan Pendidikan dibedakan menjadi tiga hal tergantung pada siapa yang dilayani dan konteks pelayanannya, yaitu:

Pertama, Pelayanan Pendidikan Masyarakat.  Pelayanan ini dilakukan melalui pendekatan multisektor dengan mempertimbangan peran masyarakat secara keseluruhan dalam mendukung dan berpartisipasi aktif dalam memberikan layanan pendidikan. Masyarakat adalah pengguna keluaran (out put) dan hasil (out come) pendidikan agar menghasikan pengaruh atau dampak (impact) positif bagi pembangunan secara keseluruhan. 

Kedua, Pelayanan Pendidikan Anak. Pelayanan ini dilakukan melalui pendekatan multisektor yang melihat anak sebagai calon-calon penerus generasi bangsa yang harus dipastikan dapat mengakses layanan pendidikan pada semua jenjang pendidikan.

Ketiga, Pelayanan Pendidikan Peserta Didik. Pelayanan ini dilakukan dengan pendekatan sektoral di bidang  Pendidikan. Setiap warga negara yang masuk dalam Sistem Pendidikan baik Formal atau Non Formal harus dapat dilayani sebagai sumber potensi masukan (input) untuk dapat mengisi dan melanjutkan pembangunan di wilayahnya masing-masing maupun di wilayah yang lebih luas.

Apa itu  DAPODIK?

DAPODIK adalah suatu konsep pengelolaan data pendidikan yang bersifat transaksional, relational dan longitudinal.  Acuan pembangunan pendidikan nasional adalah terpenuhinya SPM dan SNP dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan. Untuk mewujudkan pembangunan pendidikan tersebut dibagi menjadi empat faktor/ bidang garapan yaitu: (1) PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan); (2) Satuan Pendidikan; (3) Peserta Didik; dan (4) Substansi Pendidikan. Melalui sistem pendataan terintegrasi pada DAPODIK maka sinkronisasi dan verifikasi data dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan akurat dalam satu manajemen data yang dapat mengendalikan sistem zonasi.

Sementara itu, pengembangan aplikasi zonasi dibedakan menjadi tiga aplikasi, yaitu: dashboard zonasi, manajemen zonasi, dan tabulasi zonasi. Untuk aplikasi tabulasi zonasi terintegrasi dengan data warehouse Kemendikbud. Data warehouse  merupakan gabungan/ integrasi data yang berasal dari mekanisme pengelolaan Dapodik yang diagregrasi dan dikompilasi dari: (1)  data hasil akreditasi baik pada jaur pendidikan formal (sekolah) oleh BAN-SM maupun pada jalur pendidikan nonformal (PAUD, PKBM, LKP, dan satuan pendidikan lainnya) oleh BAN PAUD dan PNF; (2) data hasil UN melalui Ujian Nasional oleh Puspendik Balitbang; (3) data hasil PMP (Penjamin Mutu Pendidikan) yang dilakukan Direktorat Jenderal  Pendidikan Dasar dan Menengah; dan (4)  data hasil UKG (Ujian Kompetensi Guru) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Dengan data terigrasi melalui Dapodik tersebut maka pengembangan sistem zonasi PPDB dan pengembangan sistem mutu sekolah/pendidikan harus saling menguatkan dan saling mengkonfirmasi.

Pengembangan dan pelaksanaan Sistem Zonasi PPDB perlu didukung dan ditindaklanjuti dengan pengembangan Sistem Zonasi Mutu Sekolah/ Pendidikan. Sistem Zonasi PPDB berorientasi sisi permintaan (demand side) dan kebutuhan orang tua/ masyarakat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, adil, dan merata. Sementara itu, sistem Zonasi Mutu Pendidikan berorientasi pada sisi penyediaan (supply side) dan penyiapan sekolah yang bermutu dan terjangkau oleh peserta didik dan para orangtua dan masyarakat serta memenuhi standar nasional pendidikan yang baik pada suatu kawasan tertentu.

Dengan sinkronisasi ini diharapkan pemerintah dapat menyiapkan satuan pendidikan yang mampu memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu, merata dan berkeadilan. Upaya sinkronisasi dan sinergi ini hanya dapat dilakukan jika didukung oleh data yang tepat dan akurat  sebagai dasar dalam merencanakan dan melakukan monitoring dan evaluasi mulai dari input dan proses serta evaluasi pendidikan yang dilakukan oleh sekolah di zona atau kawasan tertentu.

Sementara itu, Dashboard Zonasi merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai media informasi hasil dari Manajemen Zonasi dan Tabular Zonasi, dengan informasi infomasi penting terkait dengan indikator indikator yang telah disusun.

Melalui data Dapodik ini sistem zonasi PPDB dan sistem Zonasi Mutu Sekolah/ Pendidikan dapat ditentukan secara lebih obyektif, tepat, cepat, dan akurat.  Dengan Dapodik mampu memverifikasi dan memvalidasi data dan profil sekolah dan profil calon peserta didik untuk memastikan ketersediaan satuan pendidikan yang dijadikan zona Mutu Sekolah/ Pendidikan untuk memenuhi calon peserta didik di suatu kawasan. Pengembangan sistem zonasi mengacu pada dua aspek, yaitu:

1.Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru

Batas administrasi merupakan pengembangan wilayah berdasarkan pelayanan pendidikan oleh birokrasi secara berjenjang dari pusat sampai ke daerah. Batas administrasi terdiri atas:  nasional, provinsi, kabupaten/ kota, kecamatan/ distrik, dan desa/ kelurahan.

2.Zonasi Mutu Pendidikan

Batas tema atau substansi merupakan pengembangan wilayah berdasarkan karakteristik wilayah berdasarkan indikator geografis dan demografis. Zoma tema atau substansi terdiri atas: zona pelayanan, zona tutupan, yaitu  zona hutan, zona pemukiman, zona daerah aliran sungai (DAS) dan lain-lain.

Sinkronisasi dari dua kepentingan, yaitu Zonasi PPDB dan Zonasi Mutu Pendidikan perlu dikembangkan dan dilaksanakan secara seimbang dan berkesinambungan. Zonasi PPDB dibuat untuk memberikan layanan pendidikan yang merata, bermutu, dan berkeadilan sesuai dengan kondisi geografis dan demografis calon peserta didik, sedangkan Zona Mutu Pendidikan dibuat untuk memberikan layanan pendidikan yang merata, bermutu, dan berkeadlilan sesuai dengan pemetaan mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) melalui penilaian kelayakan melalui kegiatan akreditasi.

Dengan sinkronisasi kedua perspektif ini, akan melahirkan sekolah-sekolah yang memenuhi SNP pada setiap wilayah yang siap menerima dan melayani berbagai karakteristik dari peserta didik untuk melahirkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan standar kompetensi lulusan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Aplikasi Sistem Zonasi

Pengembangan aplikasi sistem zonasi yang dibedakan menjadi tiga aplikasi, yaitu: Dashboard Zonasi, Manajemen Zonasi, dan Tabulasi Zonasi. Untuk aplikasi Tabulasi Zonasi terintegrasi dengan data warehouse Kemendikbud. Data Warehouse  merupakan gabungan/integrasi data yang berasal dari mekanisme pengelolaan Dapodik, hasil dari Akreditasi Sekolah oleh BAN-SM dan BAN PAUD dan PNF, hasil UN melalui Ujian Nasional oleh Puspendik Balitbang, hasil PMP (Penjamin Mutu Pendidikan) yang dilakukan Direktorat Jenderal  Pendidikan Dasar dan Menengah, dan hasil UKG (Ujian Kompetensi Guru) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Sebagai gambaran umum, Aplikasi Tabular Zonasi terhubung langsung dengan Data Warehouse, memiliki fungsi pengelolaan data mart untuk perhitungan indikator-indikator yang diperlukan dalam informasi zonasi dan proses perangkuman data data setiap zona hasil pengelolaan di manajemen zonasi. Sementara itu, Manajemen Zonasi merupakan aplikasi yang mengelola data spasial (lokasi satuan pendidikan dan batas administrasi). Dalam proses pembentukan zona-zona dilakukan berdasarkan titik zona yang telah ditentukan terlebih dulu dengan memperhatikan lokasi satuan pendidikan SMA, SMP dan SD terdekat. Dalam aplikasi ini terdapat fungsi edit zona yang dilakukan oleh kabupaten/ kota dengan alasan kondisi geografis, misal sungai, lembah, pegunungan dan lain-lain.

Sementara itu, Dashboard Zonasi merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai media informasi hasil dari Manajemen Zonasi dan Tabular Zonasi, dengan informasi infomasi penting terkait dengan indikator indikator yang telah disusun. (Penulis: Korneliusmoanita & Tim)

To Top