Peristiwa

Meriahnya Penahbisan Yang Mulia Uskup Maumere

Suara Flores
Yang Mulia Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu (Memegang tongkat kebesaran0 Saat Menyapa Ribuan Umat Katolik Usai dithabis oleh Uskup Emeritus Mgr. Gerulfus Kheurubim Parera, SVD.

MAUMERE, SUARAFLORES.NET – Misa penahbisan Yang Mulia Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu diawali dengan perarakan dari depan Polres Sikka menuju Altar di Gelora Samador. Perarakan ini diiringi Sa ngaza, tarian Ja’i oleh masyarakat Kabupaten Ngada dan disambut musik Gong Waning serta Tarian Hegon Papak oleh masyarakat Nian Sikka Tanah Alok.

Sa ngaza yang merupakan ritual adat Kabupaten Ngada yang ditinggalkan leluhur dan wajib disuguhkan pada orang – orang yang ditokohkan dalam sebuah acara. Dalam upacara ini, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu selaku uskup terpilih kelahiran Ngada sebagai Pimpinan Gereja Katolik yang wajib disambut secara adat melalui ritual Sa Ngasa.

Begitu juga Tarian Hegon Papak milik masyarakat Sikka yang dipentaskan dalam acara penyambutan tamu – tamu besar atau acara-acara besar termasuk Penahbisan Uskup.

Suara Flores

Tarian Ja’i oleh masyarakat Bajawa mengiring perarakkan Mgr. Edwaldus Martinus Sedu bersama ratusan rohaniwan dan para uskup se Indonesia

Perarakkan ini dimulai pada pukul 15:00 Wita melibatkan 500 pastor wilayah Keuskupan Maumere, 27 Uskup se Indonesia yang berkesempatan hadir dan Uskup Emeritus Mgr. Gerulfus Kheurubim Parera, SVD. Di sana hadir Duta Besar Vatikan Mgr Piero Pioppo. Mereka mengelilingi Mgr. Edwaldus Sedu, sebagai Uskup ketiga Umat Katolik wilayah Keuskupan Maumere.

Baca juga: Paus Fransiskus Menuju Romo Edwaldus Sedu Jadi Uskup Maumere

Pukul 15;30 Wita, para rohaniwan ini tiba depan Gelora Samador, lokasi dimana Paus Yohanes Paulus II pernah menginjakkan kakinya pada tahun 1989. Di sana mereka disambut dengan Tarian Hegon (g) papak oleh umat Katolik Keuskupan Maumere.

Para rohaniwan memasuki Gelora Samador. Ribuan umat sejak tadi menanti kehadiran Mgr. Edwaldus Sedu bersama ratusan rohaniwan ini menyambut gembira tarian dan nyanyian.

Ketika itu, Matahari Maumere nampak sejuk bersinar di balik awan. Ribuan umat tak keluh panas walau lapangan luas itu tak dipayungi dengan tenda. Suasana perayaan Ekaristi Penahbisan Uskup Maumere yang berlangsung pada pukul 16: 30 Wita oleh Uskup Emeritus ini berlangsung nyaman dan lancar.

Baca juga: Tahun Berahmat dan Bersejarah Bagi Masyarakat Sikka

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo didampingi para rohaniwan membawa tongkat kebesaran Uskup (baculis pastorali) dan menyerahkan kepada Uskup Emeritus. Uskup Emeritus kemudian mengenakan topi kebesaran (Makota) dan menyerahkan tongkat kepada Yang Mulia Uskup Mgr. Edwaldus Martinus Sedu.

Tongkat uskup (baculis pastoralis) yang melambangkan peran uskup sebagai pemimpin umat atau Gembala Yang Baik. Sedangkan Mitra (makota) adalah hiasan kepala yang dipergunakan uskup dalam upacara-upacara liturgi.

Suara Flores

Yang Mulia Mgr. Edwaldus Martinus Sedu saat memberkati ribuan umat

Tepuk tangan ribuan umat Katolik yang hadir dalam upacara ekaristi ini menggema menyambut Yang Mulia yang baru ditabiskan. Ia berdiri di depan mimbar dan melambaikan tangan kepada Umat. Suasana kota Maumere masih terlihat teduh. Umat nampak menyaksikan cahaya matahari bersinar dibalik awan putih menyelimut Kota Maumere.

Disaksikan SuaraFlores.Net, setelah dithabiskan, Yang Mulia menumpang mobil terbuka dan mengelilingi umat. Ia memberi berkat kepada semua ribuan umat yang hadir.

Pantauan wartawan, upacara Ekaristi Penahbisan Uskup Maumere ini diiringi dengan nyanyian penuh khikmad dibalik suara ribuan anggota OMK. Diakhir acara berlansung pentas seni budaya yang menghadirkan sejumlah sanggar, baik oleh umat Katolik, umat Islam dan umat Protestan. (nness/sfn02).

To Top